Kamis malam, 30 November dua ribu dua puluh lima,
menjadi saksi keheningan yang tak terucap,
saat bumi membuka pintunya,
menyambut tubuhmu dalam pelukan tanah peristirahatan.
Kami mengiringimu dengan langkah berat,
air mata jatuh tanpa suara,
namun doa kami bergema tanpa henti,
mengantar perjalananmu menuju keharibaan Ilahi.
Panglima Tagana Indonesia,
Bapak Andi Hanindito dan para petinggi Tagana
berdiri tegap di sisi liang lahatmu,
menyaksikan seorang pendekar
yang telah mengabdikan seluruh hidupnya
untuk kebesaran Tagana di tanah air tercinta.
Mas Hartono…
Kami mencintaimu sepenuh ingatan,
namun Sang Pemilik Hidup
telah lebih dahulu memanggilmu pulang.
Maka dengan ikhlas kami melepasmu,
meski hati kami masih memeluk erat bayanganmu.
Sementara angin malam menyapa batu nisanmu,
kami berdiri tak ingin pergi,
menyebut namamu dalam diam,
mengenang segala kebaikan, pengorbanan, dan ketulusanmu
yang tak pernah meminta balasan.
Semoga semua amalmu menjadi cahaya,
menjadi penerang dalam sunyinya alam kubur,
menjadi bekal terbaik di hadapan Sang Pencipta.
Selamat jalan, Mas Hartono…
Sahabat, saudara, dan pahlawan kemanusiaan.
Istirahatlah dengan damai,
sebab kami akan meneruskan perjuanganmu di bumi.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Makassar, 30 November 2025
by. syakhruddin Tagana (sahabatmu di Makassar)
