SYAKHRUDDINNEWS.COM – Menulis adalah bagian dari kehidupanku, karenanya saat memasuki masa purnabakti, lebih banyak tertarik menulis, apa saja yang menjadi info hangat, langsung dibuatkan puisinya. Berikut ini salah satu bentuk “Elegi Purnabakti”
Sabtu pagi, 23 Agustus 2025
Kita bersua kembali dalam kondisi sehat wal afiat,
Mensyukuri hembusan napas yang masih terjaga,
Menyulam hari dengan doa dan harapan.
Dahulu, ketika usia masih belia,
Malam minggu selalu kita nantikan,
Berhias rindu, menanti sang kekasih,
Menjemput bahagia dalam denting masa muda.
Kini, setelah purnabakti,
Segalanya berubah wajah,
Penghasilan menyusut,
Aktivitas pun kian berkurang,
Dan yang paling dahsyat,
Lenyap sudah kekuasaan dalam jabatan.
Jika dahulu, datang ke kantor
Pintu dibukakan, orang berdiri tegak menyambut,
Nama dan kuasa begitu diagungkan,
Kini hari berganti,
Pagi diisi dengan urusan cucu,
Sembari duduk di serambi,
Mengutak-atik gawai,
Menatap layar, bertanya lirih:
“Siapa lagi kawan kita yang berpulang hari ini?”
Begitulah siklus kehidupan,
Generasi tua perlahan pamit,
Generasi muda bangkit penuh tenaga,
Memikul tanggung jawab,
Melanjutkan estafet kehidupan.
Sebab, setiap orang ada masanya,
Dan setiap masa ada orangnya.
Elegi pagi ini menjadi saksi,
Bahwa hidup hanyalah giliran,
Dan pada akhirnya,
Semua kembali kepada-Nya.
Salam takzim : Syakhruddin di Makassar
