SYAKHRUDDINNEWS.COM – Kardinal Robert Francis Prevost asal Amerika Serikat resmi terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik sedunia dengan nama kepausan Paus Leo XIV, menggantikan Paus Fransiskus yang wafat pada 21 April 2025 lalu.
Dilansir di laman CNN, Pemilihan Paus Leo XIV dilakukan melalui konklaf yang berlangsung selama tiga putaran, sejak Rabu, 7 Mei 2025, di Kapel Sistina, Vatikan. Terpilihnya Prevost menjadikannya Paus pertama dalam sejarah yang berasal dari Amerika Serikat.
Mengutip laporan Reuters, berikut kutipan pidato perdana Paus Leo XIV yang disampaikan dari balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, sesaat setelah diumumkan sebagai penerus Tahta Suci:
Pidato Perdana Paus Leo XIV: Seruan Damai dan Persatuan Dunia
“Damai sejahtera bagi kalian semua!”
Saudara-saudari terkasih, inilah salam pertama dari Kristus yang bangkit, yang telah menyerahkan nyawa-Nya demi Allah. Saya pun ingin agar salam damai ini meresap ke dalam hati kalian, menjangkau keluarga-keluarga, semua bangsa, dan seluruh dunia.
Ini adalah damai dari Kristus yang bangkit—damai yang rendah hati dan penuh ketekunan. Damai ini berasal dari Allah yang mengasihi kita tanpa syarat.
Masih terngiang di telinga kita suara lembut namun tegas dari Paus Fransiskus yang pernah memberkati Roma—dan seluruh dunia—di pagi Paskah. Hari ini, saya melanjutkan berkat itu: Allah peduli pada kita, Allah mengasihi kita, dan kejahatan tidak akan menang!
Kita semua berada dalam lindungan-Nya. Maka tanpa rasa takut, mari kita bergandengan tangan—bersama Allah dan satu sama lain—dan terus melangkah maju.
Kita adalah murid Kristus. Ia berjalan di depan kita. Dunia haus akan terang-Nya. Umat manusia membutuhkan-Nya sebagai jembatan menuju kasih Allah.
Mari kita membangun jembatan itu bersama—melalui dialog, perjumpaan, dan semangat untuk menjadi satu umat yang hidup dalam damai.
Terima kasih, Paus Fransiskus!
Saya juga menyampaikan terima kasih kepada para Kardinal yang telah mempercayakan saya untuk menjadi penerus Santo Petrus. Mari kita bersama membangun Gereja yang bersatu, mencari keadilan dan damai, dan setia kepada Yesus Kristus—tanpa rasa takut—dengan mewartakan Injil sebagai misionaris sejati.
Saya adalah seorang Agustinian, putra spiritual Santo Agustinus, yang pernah berkata: “Bersama kalian, saya adalah seorang Kristiani; bagi kalian, saya adalah seorang uskup.” Dalam semangat ini, mari kita berjalan bersama menuju tanah air sejati yang disiapkan Allah.
Kepada Gereja Roma, saya sampaikan salam khusus! Mari kita menjadi Gereja yang misioner, yang membangun jembatan dan membuka diri kepada siapa pun, seperti alun-alun ini yang terbuka bagi semua orang yang mencari kasih, kehadiran, dan harapan.
(Berbicara dalam bahasa Spanyol) Saya juga ingin menyapa keuskupan tercinta saya di Chiclayo, Peru. Terima kasih atas kesetiaan dan kasih kalian selama saya menjadi uskup. Kalian telah menjadi bagian penting dari Gereja Yesus Kristus yang setia
Hari ini, pada Hari Permohonan kepada Santa Maria dari Pompeii, mari kita mohon bantuan dan syafaat dari Bunda Maria, yang selalu menyertai dan membantu kita dengan cintanya.
Mari kita berdoa bersama untuk misi baru ini, untuk seluruh Gereja, dan untuk perdamaian dunia. Semoga Maria, Bunda kita, menyertai langkah kita (sdn)



