Elegi Seorang Lansia
(Renungan untuk Rekan-rekan Tercinta)
Hari-hari mendatang kini kita jelang,
Dengan langkah tenang dan hati lapang.
Anak-anak telah tumbuh, mandiri dan matang,
Tugas kita kini: menjaga diri, tak jadi beban yang membentang.
Mereka meniti karier, menjemput masa depan,
Sementara kita perlahan beranjak dari keramaian.
Dunia kerja yang dulu bising penuh tekanan,
Telah kita tinggalkan — kini waktu untuk kedamaian.
Di sisa usia yang Allah titipkan,
Mari kita isi dengan kebaikan dan ketenangan.
Lepaskan hiruk pikuk dan ambisi duniawi,
Mulailah bab baru dalam sunyi yang berseri.
Tak ada lagi bel rapat atau absen pagi,
Berganti tawa sahabat di pagi yang berseri.
Mari sering bersua, sesama jiwa lansia,
Karena canda mereka bisa sembuhkan lara.
Habiskan hari tua dengan bahagia,
Senyuman tulus dan doa yang mengalir nyata.
Hilangkan stres, mari gerakkan raga,
Meski lutut tak lagi perkasa seperti sedia kala.
Berjalan pelan, namun hati tetap muda,
Tetap berkarya, meski sederhana.
Karena hidup bukan tentang usia semata,
Tapi tentang makna yang kita cipta.
