Di atas tanah tua, tempat sejarah bersandar,
Bambu Pattung menjulang, rimbun dan bersabar.
Angin berbisik di sela batangnya yang liat,
Mengabarkan kisah leluhur yang tak pernah tamat.
Di sinilah mereka bersemayam, tenang tak bersuara,
Karaeng Mangalliki dan Karaeng Mangellai, dua cahaya pusaka.
Di sektor dalam, Anrong Guru teguh menjaga,
Bersama Karaeng Pattung dan para hulubalang setia.
Saukang di utara, tempat bersantai jiwa,
Masih menyimpan jejak tawa dan cerita lama.
Dan pada pintu gerbang tanah keramat ini,
Berdiri tegap Karaeng Bontomarannu, penjaga abadi.
Warga menunduk, menahan tangan dan hati,
Tak satu pun berani mengusik bambu suci.
Terlalu banyak tanda, terlalu jelas pertanda,
Bahwa tanah ini hidup dalam kenangan yang nyata.
Hari ini, kami datang bersama menemui Burhan Dg Ngeppe,
Menata, merawat, bukan hanya batu dan tempat
Namun jiwa dan warisan, yang tak boleh lekang,
Karena dari akar ini, arah hidup dijulang.
Kenalilah leluhurmu
Agar langkahmu tak hanya panjang,
Tapi juga berpijak,
Pada bumi yang mengajarkan makna pulang.
Minggu, 4 Mei 2025
by. syakhruddin tagana
