Kamis senja, 27 Ramadan,
Waktu berlari tanpa menoleh ke belakang.
Tinggal beberapa hari lagi,
Syawal menjelang, kemenangan menanti.
Gegap gempita menyelimuti bumi,
Takbir bersiap menggaungkan janji.
Di masjid-masjid cahaya menyala,
Shaf-shaf maju, tapi hati bertanya.
Orang tua renta di sudut sajadah,
Tawaddu dalam tangis yang pasrah.
Mata mereka menatap Al-Qur’an,
Tak ingin Ramadan lekas berlalu, tak ingin perpisahan.
Namun di luar, dunia lain berpesta,
Mal-mal sesak, keranjang penuh belanja.
Malam-malam tarawih yang dulu berjejal,
Kini longgar, tersisa yang rindu kekal.
Di akhir Ramadan, magfirah terbuka,
Tapi berapa yang masih terjaga?
Sungguh, Ramadan akan pergi meninggalkan,
Hanya hati yang bersih tetap bertahan.
Ya Allah, pertemukan kami lagi,
Pada Ramadan yang lebih suci.
Ampunilah kami ya Rabb
Kepada-Mu tempat kami kembali
Makassar, 27 Ramadan 1446H
by. syakhruddin tagana
