Relawan itu manusia biasa,
Namun hatinya seluas semesta.
Mewakafkan diri tanpa ragu,
Menolong sesama, tak kenal waktu.
Mereka bekerja dalam sunyi,
Di tengah luka, di tepi perih.
Bersama penyintas yang kehilangan,
Mereka hadir, membawa harapan.
Tagana lahir dari derita,
Dari dahsyatnya dampak bencana.
Tak butuh pujian, tak haus sanjungan,
Meski terkadang dihujani makian.
Di kala dunia berebut hormat,
Mereka tetap teguh dan kuat.
Di sudut sepi, di malam kelam,
Mereka terlelap di dingin yang mencekam.
Dengan tugas utama yang mulia,
Melayani mereka yang butuh asa.
Taganaku, Taganamu, Tagana kita
Cahaya bagi semua yang terluka.
Makassar, 24 Maret 2025
Dirgahayu Tagana Indonesia ke-21
by.syakhruddin perintis tagana
