SYAKHRUDDINNEWS.COM – Ikan bandeng telah menjadi komoditas populer sejak lama. Bentuknya yang panjang, kepala lonjong, serta sisik kecil dengan daging putih bersih membuat ikan ini dikenal luas.
Secara internasional, ikan bandeng disebut Milk Fish. Saat ini, ikan bandeng banyak diolah menjadi berbagai makanan, seperti bandeng asap, pindang bandeng, bandeng presto (bandeng duri lunak), otak-otak bandeng, bandeng gepuk, kerupuk bandeng, hingga bandeng cabut duri.
Produk olahan ini menjadi oleh-oleh khas dari kota-kota di pantai utara Jawa Tengah seperti Semarang dan dari Jawa Timur, seperti Sidoarjo.
Sejarah Ikan Bandeng dan Hubungannya dengan Kerajaan Majapahit
Popularitas ikan bandeng dari Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki akar sejarah yang terkait dengan masa Kerajaan Majapahit (1293-1527).
Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan bandeng berasal dari samudera yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Samudera Hindia, Pantai Amerika, Pantai Afrika, selatan Jepang hingga utara Australia.
Pada masa Kerajaan Majapahit, ikan bandeng awalnya dijadikan ikan hias yang dipelihara di kolam kerajaan. Suatu ketika, Sang raja mencoba memakan ikan bandeng tersebut dan terkesan dengan rasanya yang lezat.
Setelah itu, ikan bandeng mulai ditangkap dalam jumlah besar, namun hanya disajikan untuk kalangan kerajaan. Setelah keruntuhan Majapahit sekitar tahun 1520-an, ikan bandeng mulai diperkenalkan ke masyarakat luas oleh para mantan abdi dalem.
Seiring waktu, budidaya ikan bandeng berkembang dari keramba hingga kolam yang lebih luas. Kini, ikan bandeng diolah dalam berbagai variasi masakan dan menjadi hidangan istimewa, termasuk dalam perayaan Imlek.
Di Sulawesi Selatan, ikan bandeng dikenal dengan sebutan lokal “Juku Bolu” dan menjadi makanan favorit sehari-hari. Variasi olahan seperti Juku Tunu dan Pallumara telah menjadi bagian dari tradisi kuliner, di mana sajian tersebut tak hanya menggugah selera, tetapi juga memunculkan kenikmatan yang membuat keringat bercucuran.
Sabtu pagi, 19 Oktober 2024, sehari sebelum Presiden Mulyono turun dari singgasananya, kami sekeluarga berkunjung ke Kawasan Pasar Sentral Makassar untuk menikmati ikan bakar di Warung Pangkep, Jalan Cokroaminoto No. 77.
Bersama dua cucu kami, Shanun dan Queen, kami larut dalam kelezatan ikan bakar, terutama bagian kepala dan usus ikan yang disajikan dengan bumbu kacang yang kaya rasa. Hidangan ini menghadirkan kebersamaan yang mengesankan di pagi yang indah itu.
Juku Bolu, sekali lagi, membuktikan pesonanya sebagai santapan keluarga yang mengasyikkan, di Sabtu pagi yang cerah pada 19 Oktober 2024, Salamaki (sdn)


Luar biasa, informasi yang sangat aktual dan menggoda. Makasih
Lanjutkan membaca