Sudah Dipecat Dari Ketum PWI, Hendry Ch Bangun Lantik PWI Kalimantan Timur
SYAKHRUDDINNEWS.COM – Pelantikan kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) oleh Hendry CH Bangun mendapat respon pro dan kontra dari berbagai daerah. Salah satunya dari Dewan Kehormatan PWI Riau, H. Zufra Irwan, SE, MM.
Ditemui di Teras Kopi Pekanbaru, Jumat 26 Juli 2024, Zufra Irwan menyatakan bahwa tindakan Hendry Ch Bangun adalah bentuk ketidakpatuhan terhadap keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat yang telah memecat dan mencabut keanggotaannya di PWI.
Dilansir di media Faktadetail “Ini merupakan sejarah yang paling buruk dalam PWI, dimana seorang senior yang juga mantan Ketua PWI Pusat dan mantan wartawan Kompas, yang sudah dipecat keanggotaannya dari PWI tetapi masih mempertontonkan ketidakpatuhannya terhadap keputusan Dewan Kehormatan.
Sudah dipecat secara resmi tapi masih saja mengumpulkan orang dan mencari dukungan. Ini merupakan contoh yang tidak baik,” ujar Zufra.
Zufra menegaskan bahwa Hendry Ch Bangun seharusnya mematuhi keputusan yang telah ditetapkan oleh Dewan Kehormatan PWI. “Seharusnya dia patuh dengan keputusan ini, karena satu-satunya regulasi kekuasaan tertinggi yang memberikan penalti terhadap anggota PWI adalah Dewan Kehormatan.
Kalau dirinya tidak mau menerima keputusan ini, seharusnya disampaikan dalam kongres,” tambahnya.
Zufra juga menilai bahwa secara organisasi, pelantikan kepengurusan PWI Kaltim oleh Hendry Ch Bangun adalah tindakan yang salah.
“Tindakan Hendry Ch Bangun untuk tidak mematuhi keputusan Dewan Kehormatan adalah tidak benar. Seharusnya dia malu dengan pencabutan keanggotaannya dari PWI. Sudah dipecat kok masih mengaku-ngaku sebagai ketua dan melantik kepengurusan daerah,” tegas Zufra.
Zufra juga menyatakan bahwa sebagian besar orang sudah menertawai sikap Hendry Ch Bangun yang sudah dipecat namun masih tetap bandel dan mengaku dirinya sebagai ketua. “Jika sudah dipecat maka Hendry Ch Bangun sudah tidak bisa lagi memimpin rapat, apalagi sampai memecat pengurus PWI lain. Mana boleh seperti itu, dia kan sudah bukan anggota, secara otomatis tidak boleh memimpin PWI dan mengaku-ngaku Ketua Umum lagi, tidak ada lagi haknya disitu. Ini malah semakin memperparah persoalan dan mempererat kesalahan dia,” tegas Zufra.
About the Author
syakhruddin
Administrator
Syakhruddin seorang pekerja sosial (Social Worker Indonesia) yang mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat
