Di aliran Sungai Kandilo yang tenang,
Di sana kenangan lama bersemayam,
Rumah adat berdiri kokoh megah,
Di Paser Belengkong, memahat sejarah.
Sempulang, tempat transmigran berkumpul,
Berjuang hidup di tanah yang subur,
Longkali dan Long Ikis, penuh cerita,
Kini berubah dalam jejak waktu yang tertata.
Tanah Paser, kini menjadi kawasan IKN,
Modernisasi menyapa dengan penuh angan,
Namun kenangan lama tetap abadi,
Dalam hati, dalam jiwa yang tak pernah mati.
Kisah lama di Sungai Kandilo yang suci,
Rumah adat dan transmigran yang gigih berdiri,
Longkali dan Long Ikis yang penuh arti,
Semua kini bersemi dalam harmoni.
Di sana, sawah hijau memeluk bumi,
Dengan hembusan angin yang bersahaja,
Anak-anak bermain di tepi sungai,
Canda tawa mereka menggema merdu di udara.
Kini gedung-gedung menjulang tinggi,
Mengganti hijau dengan beton dan baja,
Namun jiwa tanah Paser tetap suci,
Mengingat masa lalu dalam setiap detiknya.
Kenangan itu takkan pernah pudar,
Walau waktu terus berputar,
Sungai Kandilo akan tetap mengalir,
Mengisahkan masa lalu yang takkan hilang.
Makassar, 26 Juli 2024
Puisi di senja hari
Menyongsong perjalanan ke Blitar
