SYAKHRUDDIN.COM – Kasus pencurian tiga slop rokok milik Ibu Sunniati Dg Sunggu, isteri dari Bapak Lahamuddin Dg Gassing di Jalan Masjid Al-Abrar pada Selasa pagi, 23 April 2024 sekitar pukul 08.00 WITA, telah menemukan titik terang.
Malam ini, Rabu 8 Mei 2024, pelaku berhasil dibekuk oleh Ketua ORT 03 ORW 10, yang bernama Andi Sukmawati Puang Kedo. Dia ditangkap dan diamankan di rumahnya yang terletak di Jalan Bontoduri Raya Makassar.
Tindakan cepat dilakuka, setelah mendapat informasi dari teman sebaya dari sang pelaku. Andi Wati langsung menuju sasaran dan mengangkutnya dengan sepeda motor ke rumahnya, selanjutnya menghubungi pihak berwenang, termasuk Bhabinkamtibmas, Suhardi Dg Naba, Ketua ORW 10, Suhardi Dg Nojeng, dan Imam Masjid Besar Al-Abrar, yang menjadi korban pencurian.
Hasil interogasi di rumah Ketua ORT 03 ORW 10, yang akrab disapa Puang Wati oleh warga, mengungkapkan bahwa dia tinggal di Jalan Bontoduri III.
Orang tuanya, Bustan, bekerja sebagai sopir pete-pete, sedangkan Ibunya, Linda, mengaku memiliki tujuh anak, satu di antaranya meninggal, sehingga tersisa enam orang.
Teman-teman sepermainan pelaku memberikan informasi bahwa dua kakaknya sudah sering melakukan pencurian dan menjual barang curian kepada penadah, dengan hasil dibagi tiga bersaudara.
Mereka juga mengungkapkan bahwa terkadang pelaku dan saudara-saudaranya menggunakan lem untuk diisap-isap dalam waktu senggang.
Saat proses pemeriksaan berlangsung, Kapolsek Tamalate dan Lurah Pa’Baeng-baeng tiba di lokasi untuk mengamankan situasi dari kerumunan warga yang ingin menyaksikan.
Pelaku kemudian langsung dibawa ke mobil patroli dan akan diperiksa lebih lanjut di kantor Polsek Tamalate, yang berada di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar.
Kita tunggu informasi lebih lanjut dari Polsek Tamalate mengenai perkembangan kasus ini.
Sementara itu, dalam percakapan informal dengan Lurah Pa’baeng-Baeng, Nugroho Adi Putra mengharapkan kepada ketua ORW dan ORT untuk meningkatkan pengawasan, termasuk terhadap anak-anak yang menggunakan lem, narkoba, dan sejenisnya.
Lurah Pa’baeng-baeng juga menyampaikan kepada Bhabinkamtibmas bahwa Kontainer Pa’Baeng-baeng yang berada di kawasan ORT Arifin Majja, sering digunakan oleh anak-anak muda untuk minum-minum, bahkan ada yang memanfaatkannya untuk berkumpul secara romantis dengan memadamkan lampu di malam hari.
Lurah bersama-sama ORW dan ORT berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan pemantauan lebih intensif di malam hari, terhadap Posko Kontainer tersebut, yang biasanya digunakan untuk pelayanan kepada warga di siang hari (sdn)



