SYAKHRUDDIN.COM – Selasa, 23 Januari 2024, bertepatan dengan 11 Rajab 1445H, kita akan membahas campur sari, sebuah topik menarik dan menjadi sorotan. Saatnya melibatkan diri dalam perbincangan yang kaya akan nuansa dan aroma.
Seolah mengikuti irama yang semakin cepat berlalu. Sebentar lagi, kita akan merayakan pesta nasional pada Hari Rabu, 14 Februari 2024, yang menambahkan keceriaan dalam alur waktu yang terus berjalan.
Setiap individu memiliki kandidat pilihan masing-masing, entah itu yang dipublikasikan secara terbuka atau yang disimpan dalam diam. Beberapa orang memilih menyampaikan dukungannya dengan tegas, mengkampanyekan pilihan mereka dengan penuh semangat.
Namun, ada juga yang lebih suka merahasiakan pilihannya, menanti momen di bilik suara, untuk mengungkapkan suara mereka secara langsung dan rahasia.
Seiring berjalannya waktu, mari lengkapi perbincangan ini dengan sentuhan gaya sastra yang memikat. Biarkan kata-kata melibas ruang dan waktu, membentuk kalimat-kalimat yang memancarkan keindahan.
Campur sari, seperti kehidupan, memiliki lapisan dan nuansa yang beragam. Kita dapat memandangnya sebagai medan perdebatan yang hidup, tempat di mana gagasan dan pandangan bersatu, saling bertautan seperti harmoni dalam sebuah lagu.
Dalam sorotan ini, mari kita temukan keindahan dalam perbedaan, seolah setiap catatan dalam campur sari adalah bagian dari sebuah simfoni. Pilihannya yang terbuka, seperti not-not yang dinyanyikan dengan jelas, memberikan warna tersendiri dalam melodi kehidupan kita.
Sementara itu, pilihan yang diam-diam, seolah menjadi harmoni yang terpendam, menambahkan ketegangan dan misteri dalam setiap irama yang tercipta.
Dan sekarang, seperti mengukir puisi dengan pena emas, mari kita tambahkan nuansa sastra yang mengalir dalam bahasan ini. Sentuhan metafora dan perumpamaan bisa menjadi bunga-bunga indah yang mempercantik taman kata-kata kita.
Kita seperti pelukis kata-kata, menggambarkan pilihan-pilihan dalam campur sari sebagai lukisan kehidupan yang kaya dan berwarna.
Sejalan dengan itu, kita merayakan keunikan setiap jiwa yang turut serta dalam pesta demokrasi ini. Masing-masing suara, entah terucap dengan lantang atau tersimpan dalam bisikan rahasia, memiliki nilai dan arti yang tak tergantikan. Dalam merayakan hak memilih, kita juga merayakan keragaman yang menjadi kekayaan bersama.
Inilah perbincangan tentang campur sari yang kita sematkan dengan sentuhan gaya sastra. Sebuah perjalanan kata-kata yang membawa kita menjelajahi makna dan nilai di balik setiap pilihan. Dan seperti pepatah mengatakan, “Kehidupan seperti campur sari, rasakanlah setiap gigitannya.”
Selamat merasakan keindahan dalam perdebatan, dan mari nikmati setiap momen dalam simfoni demokrasi ini, sembari menyeruput secangkir kopi di pagi hari, salamaki!!!
GIBRAN OFENSIF : Hasil analisis sentimen terkait calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, pada debat pilpres keempat. Menurut data dari analis media sosial Drone Emprit pada periode tertentu, Gibran mendapatkan sentimen negatif terbesar, yaitu sebanyak 60 persen. Sentimen positifnya mencapai 33 persen, sedangkan sentimen netral hanya 7 persen.
Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, menyatakan bahwa hasil tersebut menunjukkan adanya sentimen yang kurang menguntungkan atau permasalahan yang mungkin dihadapi oleh Gibran Rakabuming di media sosial selama periode tertentu.
Dalam analisis lebih lanjut, cawapres nomor urut 3, Mahfud, meraih sentimen negatif kedua terbesar dengan 12 persen, sementara sentimen positifnya mencapai 79 persen. Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, memiliki sentimen negatif yang paling kecil, hanya 6 persen, dengan sentimen positif mencapai 80 persen dan 14 persen netral.
Gibran sendiri setelah debat menyatakan bahwa ia hanya bertukar pikiran dan menyampaikan visi misi dengan cawapres lainnya, serta membiarkan penonton menilai apakah sikapnya tergolong ofensif.
FOOD ESTATE GAGAL : Istilah Food Estate kembali menjadi pusat perhatian setelah disebut-sebut oleh calon wakil presiden nomor urut satu Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai proyek yang gagal dalam debat cawapres semalam.
Cak Imin menegaskan bahwa program food estate atau lumbung pangan perlu dihentikan karena dianggap merugikan petani dan memicu konflik agraria.
Pernyataan serupa juga disampaikan oleh cawapres nomor urut tiga Mahfud MD, yang menyebut food estate sebagai program gagal yang merusak lingkungan.
Di sisi lain, cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka mengakui adanya kegagalan dalam program ini namun menegaskan bahwa ada pula keberhasilan dengan panen yang sudah sukses.
Latar Belakang Food Estate ; Food estate masuk proyek prioritas strategis mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 108 Tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2023.
Dalam Perpres tersebut, pemerintah menganggarkan Rp235,46 miliar untuk food estate. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa pembangunan lumbung pangan perlu dilakukan untuk mengantisipasi potensi krisis pangan di tengah pandemi virus corona, sejalan dengan peringatan kelangkaan bahan pangan dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).
Fokus dan Implementasi Program Food Estate ; Menurut informasi dari laman Sekretariat Kabinet RI, program food estate berfokus pada pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan tertentu.
DEBAT TOM LEMBONG : Debat cawapres yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan pada Minggu malam 21 Januari 2024 memanas, terutama ketika Gibran Rakabuming Raka mengajukan pertanyaan yang cukup ‘menjebak’ kepada calon wakil presiden nomor urut 01, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Pertanyaan Gibran awalnya berkaitan dengan pandangan Cak Imin terkait pemanfaatan nikel sebagai bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik. Gibran menyebut bahwa selama ini Co-Captain Timnas AMIN, Thomas Lembong atau Tom Lembong, gencar mempromosikan penggunaan baterai berbasis lithium iron phosphate (LFP) untuk kendaraan listrik tanpa menggunakan nikel.
Dengan nada santai, Gibran berkata, “Akan saya gunakan apabila pertanyaannya belum jelas. Bagaimana Gus? Saya jelaskan juga gak papa? lithium ferro phosphate. Itu sering digaungkan Pak Thomas Lembong itu,” sambil melempar pertanyaan di panggung debat semalam.
Tom Lembong, Co-Captain AMIN, lahir pada 4 Maret 1971, merupakan lulusan Universitas Harvard tahun 1994 dengan gelar Bachelor of Arts dalam bidang arsitektur dan tata kelola.
Karier Tom dimulai di Divisi Ekuitas Morgan Stanley di New York dan Singapura pada tahun 1995. Pada periode 1999-2000, ia menjadi bankir investasi di Deutsche Securities Indonesia.
Keberhasilan kariernya mencakup peran dalam proses rekapitalisasi dan penggabungan beberapa bank, termasuk Bank Bumi Daya, Bank Eksim, Bank Dagang Negara, dan Bank Bapindo, yang membentuk Bank Mandiri.
Tom juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President dan Kepala Divisi yang bertanggung jawab atas restrukturisasi dan penyelesaian kewajiban Salim Group terhadap negara pasca kejatuhan Bank BCA selama krisis moneter tahun 1998.
Pengalaman berharga Tom Lembong juga termasuk saat menjadi kepala divisi dan wakil presiden senior di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) selama periode 2000-2002.
Selain itu, Tom menjabat sebagai Presiden Komisaris di PT Graha Layar Prima atau Blitz Megaplex pada 2012-2014. Sebelum menjadi figur dekat Anies Baswedan, Tom Lembong merupakan salah satu orang terpercaya Jokowi, menulis pidato untuknya sejak Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden RI.
Tom memasuki dunia politik sebagai penasihat ekonomi dan penulis pidato untuk Jokowi selama masa jabatan Gubernur DKI Jakarta dan terus berlanjut selama kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden.
PURNAWIRAWAN : Ratusan purnawirawan TNI-Polri menghadiri konsolidasi nasional pemenangan Anies-Muhaimin (AMIN) di Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem. Sebanyak 400 purnawirawan TNI-Polri ini hadir unduk mendedikasikan masa pensiunnya untuk memenangkan AMIN sebagai Presiden di 2024!
PESAN DARI GONTOR : Kode keras dari Gontor. Prof. Hamid Fahmi Zarkasy, Rektor Univ. Islam Darussalam Gontor. Kalo udah gini, semua Santri & Alumni PM. Darussalam Gontor sedunia, otomatis bergerak untuk pemenangan amin
1.000 MASJID HANCUR : Sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel telah melancarkan serangan membabi buta di Jalur Gaza. Otoritas setempat melaporkan bahwa sekitar 1.000 mesjid telah hancur, menyebabkan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 500 juta dolar AS (sekitar Rp 7,8 triliun), menurut Kementerian Wakaf dan Agama Gaza.
Tidak hanya merusak mesjid, lebih dari 100 imam mesjid juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa Israel terus menghancurkan pemakaman, menggali kuburan, dan mencuri mayat, yang dianggap sebagai pelanggaran terhadap piagam internasional dan hak asasi manusia.
Selain mesjid, gereja, gedung perkantoran, tempat mengaji, dan sebuah bank juga menjadi sasaran serangan, menyebabkan kerusakan besar. Otoritas setempat mencatat bahwa Israel telah merusak sekitar 60 persen infrastruktur di Jalur Gaza, dengan sekitar 85 persen penduduk menjadi pengungsi dan menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Pernyataan dari pihak terkait mengimbau warga, negara-negara Arab, dan masyarakat dengan hati nurani untuk ikut bertanggung jawab atas nasib warga Palestina di Jalur Gaza.
Meskipun otoritas Israel tidak memberikan komentar terhadap tuduhan tersebut, data dari PBB menunjukkan bahwa serangan Israel telah menewaskan hampir 1.200 warga Palestina, sementara 62.681 orang terluka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memprihatinkan dengan banyaknya pengungsi dan kerusakan infrastruktur yang luas.
TERIMA KASIH JOKOWI : Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, dengan tulus mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah menyelesaikan debat keempat pemilihan presiden (Pilpres) 2024 atau debat kedua cawapres di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, pada malam Minggu 21 Januari 2024.
Mahfud merasa bangga karena ia telah memberikan yang terbaik dalam debat terakhir khusus cawapres untuk perhelatan Pilpres tersebut.
“Oleh sebab itu, karena ini debat terakhir untuk cawapres, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Pak Jokowi karena lima tahun yang lalu, beliau meminta saya menjadi Menko Polhukam (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan),” ujar Mahfud usai debat.
Mahfud, yang telah memegang jabatan tersebut selama hampir lima tahun, mengakui bahwa pengalamannya di pemerintahan telah menjadi sebuah pembelajaran yang berharga. “Saya ingin menyampaikan bahwa beliau sangat peduli terhadap kesejahteraan dan kebaikan rakyat,” tambah Mahfud.
Selain itu, Mahfud juga menjelaskan alasan mengapa ia bersedia menjadi cawapres dari Ganjar Pranowo. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyatakan keinginannya untuk melanjutkan tugas-tugas positif yang telah ia peroleh selama menjabat sebagai menteri di pemerintahan Jokowi.
“Apa yang saya peroleh selama menjadi menteri di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, itu semua bisa saya lanjutkan di era pemerintahan Pak Ganjar Pranowo jika terpilih pada Pilpres 2024,” kata Mahfud dengan mantap. Ia juga menekankan bahwa baik Pak Ganjar maupun Pak Jokowi sama-sama diakui sebagai pemimpin yang peduli terhadap kepentingan rakyat.
Sebagai informasi tambahan, debat keempat Pilpres 2024 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di JCC pada malam Minggu tersebut melibatkan ketiga cawapres yang beradu gagasan terkait pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, masyarakat adat, dan desa.
PENUTUP : Sampai di sini, ulasan mengenai “Campur Sari” kami sampaikan dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam. Jika Anda membutuhkan konsultasi atau informasi lebih lanjut, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui kotak penulis di WhatsApp: 08124245938.
Teruslah maju, beraktifitas sesuai dengan bidang profesi Anda, dan terimalah salam yang tulus dari kami. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan wawasan baru. Terima kasih atas perhatian Anda, Wassalam !!!



Campursari nya terlalu politik dan tidak netral : DISCLAIMER !