SYAKHRUDDIN.COM – Analis Politik dan Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, menilai bahwa Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi, memiliki peluang untuk menggoyang dominasi PKS di Depok jika maju dalam Pilkada 2024.
Menurut Arifki, berbagai partai sebelumnya telah mencoba menggeser PKS dari tampuk kepemimpinan di Depok, tetapi mereka gagal karena kurangnya daya tarik tokoh yang mereka usung.
Namun, dengan kesiapan Kaesang yang merupakan anak presiden, situasinya bisa menjadi menguntungkan.
Arifki menyatakan bahwa partai-partai lain juga memiliki peluang dalam konteks ini.
Arifki melanjutkan dengan mengatakan bahwa Kaesang berpotensi untuk mendapatkan suara dari warga Depok yang sebelumnya tidak memilih PKS.
Arifki menekankan bahwa pemilih muda di daerah tersebut merupakan segmen penting yang bisa mendukung Kaesang.
Citra Kaesang sebagai anak muda yang trendy dan content creator dianggap cukup kuat untuk mendongkrak suara. Tugas terakhir Kaesang adalah mencari partai politik yang akan mengusungnya, sebagaimana dilansir dilaman CNN Indonesia.
Berdasarkan hasil Pemilu 2019, hanya tiga partai politik yang memiliki cukup kursi di DPRD Depok untuk mengusung calon wali kota secara mandiri, yaitu PKS (12 kursi), PDIP (10 kursi), dan Partai Gerindra (10 kursi).
Sementara PSI hanya memiliki satu kursi di DPRD Depok, sehingga mereka perlu mencari partai pengusung lainnya.
Arifki menambahkan bahwa PSI bisa memilih untuk mendapatkan dukungan dari PDIP atau Gerindra.
Sebelumnya, Kaesang Pangarep telah dikabarkan sebagai calon wali kota Depok. Beberapa baliho pencalonan Kaesang sudah terpasang di Depok.
Kaesang juga memberikan sinyal bahwa dia akan mencalonkan diri dalam Pilkada tersebut melalui unggahan di kanal YouTube pribadinya.
Juru Bicara DPP PKS, Ahmad Mabruri, mengatakan bahwa PKS tidak khawatir dengan kesiapan Kaesang untuk maju dalam Pilkada Depok 2024.
Mabruri menyambut baik keputusan Kaesang dan menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi warga negara Indonesia untuk maju sebagai calon kepala daerah di manapun di Indonesia.
Mabruri menyatakan bahwa dalam kontestasi pemilu, pasti ada pihak yang menang dan kalah, dan hal itu adalah wajar dalam setiap pemilu.
Kota Depok sering disebut sebagai “kandang PKS” karena PKS selalu memenangkan Pilwalkot Depok sejak tahun 2005. PKS sebelumnya telah mengusung calon seperti Nur Mahmudi Ismail pada Pilkada Depok 2005, Mohammad Idris pada Pilkada Depok 2010 dengan pendamping Mohammad Idris, dan pasangan Muhammad Idris-Imam Budi Hartono pada Pilkada Depok 2015 dan 2020, yang semuanya berhasil memenangkan pemilihan dan melanggengkan dominasi PKS di Depok (sdn)
