SYAKHRUDDIN.COM – Acara Puncak pelaksanaan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) Tahun 2023 Tingkat Nasional, dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke-19 Tahun 2023, dipusatkan di Kabupaten Dharmasraya.
Dharmasraya merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat pemerintahan kerajaan Melayu. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya adalah Pulau Punjung.
Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco, di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibu kota dari Kerajaan Melayu waktu itu.
Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan Kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14, di mana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatera.
Sejarawan zaman kolonial Belanda sudah banyak mempelajari sejarah tersebut, bahkan pada tahun 1930 memboyong Arca Amoghapasa dan Arca Bhairawa ke tempat yang sekarang disebut Museum Nasional Indonesia di Jakarta.
Namun sayangnya, kebanyakan masyarakat termasuk diantaranya Pemuka Adat, Tuanku Rajo Dipati mengaku jika nama Dharmasraya sudah lama terlupakan oleh mereka.
Nama Dharmasraya mencuat kembali di kalangan masyarakat saat proses pemekaran Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung dan akhirnya dipakai sebagai nama kabupaten baru.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berusaha mengangkat sejarah ekspedisi Pamalayu yang terlupakan ini misalnya dengan mengadakan Festival Pamalayu di Museum Nasional bahkan mengungkapkan keinginan untuk memulangkan arca di Museum Nasional ke tempat asalnya.
Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Provinsi Sumatra Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.
Kabupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit atau buah pasir menurut istilah setempat. Di samping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi, cokelat, cengkih, dan pinang.
Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah Kecamatan Sungai Rumbai.
Selain itu terdapat potensi tambang yang hingga detik ini belum tergarap, yakni batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit, dan sebagainya.
Kabupaten ini masih baru dan masih dalam tahap mengembangkan diri dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya. Ditunjang dengan posisi strategisnya di Sumatra (dilintasi Jalur Lintas Tengah Sumatra sepanjang 100 km), maka Dharmasraya cepat menjadi kawasan yang maju dan tumbuh sebagai wilayah perdagangan dan jasa.
Kementerian Sosial memilih Kabupaten Dharmasraya sebagai tempat pelaksanaan HLUN ke-27 dan HUT Tagana Ke-19 dengan mengusung tema “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.
Rangkaian Persiapan : Tahapan persiapan dalam rangka menyambut peringatan Hari Lansia ke-27 tingkat Nasional dan HUT Tagana ke-19 di Kabupaten Dharmasraya terus digiatkan oleh panitia pelaksana.
Kegiatan ini akan dihadiri Menteri Sosial RI, Hj. Tri Rismaharini, atau yang akrab disapa Bu Risma dan seluruh OPD Bidang Sosial seluruh Indonesia termasuk para tokoh-tokoh Tagana se-Tanah Air, tentunya diharapkan kehadiran Panglima Tagana Indonesia, Drs. Andi Hanindito, M.Si
Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang juga selaku Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), memimpin langsung rapat persiapan acara akbar, yang akan digelar pada 29 Mei 2023 dan diliput secara nasional.
Rapat tersebut dihadiri oleh Direktur Rehsos Lansia Kemensos RI, Kepala BBPPKS Regional 1 Padang, Dandim 0310, Kapolres, Kepala OPD dan Forkopimda setempat.
Dalam kesempatan rapat yang berlangsung di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya menekankan agar pelaksanaan acara peringatan Hari Lansia Tingkat Nasional di Dharmasraya dapat berjalan sukses dan lancar.
Maka dari itu, Bupati menegaskan kepada seluruh pihak terkait untuk benar-benar serius dalam menangani acara yang akan dilaksanakan.
“Upayakan semua berjalan dengan baik dan lancar, sebab ini adalah acara tingkat nasional, dan kita ditunjuk sebagai tuan rumah.
Maka dari itu, saya harap kita semua bekerjasama untuk mensukseskan acara ini. Persiapkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin,” ujarnya.
Terpilihnya Kabupaten Dharmasraya sebagai tuan rumah dalam acara ini, tentu menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi daerah.
Apalagi, penunjukkan Dharmasraya sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki perhatian yang luar biasa kepada para lansia.
“Maka dari itu, kita berharap, acara yang akan dilaksanakan di daerah kita ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memberikan perlakuan yang lebih baik bagi para lansia,” harap bupati.
Sementara itu, menurut Kepala Dinas Sosial P3APPKB Kabupaten Dharmasraya, Martin Efendi, S.Hut, M.M, ketika Informasi Hari Lansia ke-27 dan HUT Tagana ke-19 akan di laksanakan di Dharmasraya dengan mengusung tema : “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.
Agenda kegiatan dalam rangka HLUN diantaranya, Rehab Rumah Tak Layak Huni, Usaha Ekonomi Produktif dan Kewirausahaan, Operasi Katarak, Pelayanan Perekaman e-KTP, Penyaluran Bantuan PKH dan Sembako, Penyaluran Alat Bantu, Donor Darah dan Talkshow untuk generasi muda terhadap pentingnya menghormati orang tua dan pelaksanaan acara puncak.
Sejarah HLUN, dipilihnya tanggal 29 Mei diperingati sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) merupakan sebuah ikhtiar dari Negara Republik Indonesia untuk mengapresiasi semangat jiwa raga serta menghargai peran penting dan strategi para lanjut usia di Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa.
HLUN pertama kali dicanangkan secara resmi di Semarang pada tanggal 29 Mei 1996 oleh Presiden Republik Indonesia saat itu.
Peringatan yang dilakukan setiap tahun pada bulan Mei ini terinspirasi dari sejarah masa perjuangan merebut kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tahun 1945 silam.
Saat itu 29 Mei 1945, sidang Badan Persiapan untuk Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dipimpin oleh Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat.
Beliau merupakan anggota BPUPKI tertua saat itu. Meskipun dalam kondisi usia yang sudah lanjut, beliau dengan kearifannya mencetuskan gagasan perlunya filosofis Negara Indonesia.
Selain memberikan penghargaan kepada lansia akan peran pentingnya dalam perjalanan bangsa, HLUN juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak akan hadirnya lansia.
Sebagai salah satu kelompok masyarakat yang tergolong “Senior”, lansia lebih berisiko mengalami penurunan kapasitas fungsional dan kualitas kesehatan.
Maka para lansia selayaknya juga mendapatkan akses yang lebih baik terhadap layanan publik seperti akses kesehatan, transportasi, pendidikan, pekerjaan, perumahan, domisili dan lain sebagainya.
Keluarga merupakan tempat semua anggota keluarga bisa melakukan proses interaksi dan komunikasi baik antara orangtua dengan anak maupun sebaliknya.
Dalam keluarga, peran orang tua selain sebagai pengayom juga sekaligus sebagai teman yang tepat bagi para generasi penerusnya. Pada situasi seperti itulah terjadi simbiosis mutualisme antar generasi.
Kondisi tersebut sesuai dengan tema Hari Lanjut Usia Nasional ke-27 yaitu Lansia “Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat”.
Dari kondisi tersebut, maka orang tualah yang menjadi penjuru bagi generasi muda sekaligus panutan. Menghargai, menyayangi dan menghormati orang tua khususnya para lansia karena menjadi Lanjut Usia adalah keniscayaan.
Bagaimana dengan kondisi di Provinsi Sulawesi Selatan, sejauh yang penulis amati, saat ini berulah dilakukan pemasangan spanduk di Sentra Kegiatan Atensi (SKA) Wirajaya Makassar, tempat dimana Lembaga Lanjut Usia (LLI) Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan olah raga setiap sabtu pagi.
Sejauh ini pengurus LLI belum mendapatkan informasi resmi dari para pemangku kepentingan HLUN Sulsel.
Seyogyanya dapat dirayakan secara terpadu dengan melibatkan potensi lembaga-lembaga sosial, yang tersebar di daerah ini, khususnya para orsos yang melakukan kegiatan pembinaan para lansia.
Adapun mengenai LLI Sulsel, sejarah dan kiprahnya diawali ketika Komisi Nasional (Komnas) Lanjut Usia yang selama ini menaungi para orang tua usia lanjut, mengalami mati suri, dengan dihapuskannya beberapa komisi-komisi di tingkat nasional oleh Kabinet Joko Widodo.
Menurut Dr Makmur Sunusi, mantan Dirjen Rehsos Kemensos RI menjelaskan, sesungguhnya Komnas Lansia tidak pernah dicoret oleh pihak Setneg.
Akan tetapi pada saat pengajuan, untuk mendapatkan pengesahan dari Setneg, SK penggantian kepengurusan nasional, terdapat mal-administrasi.
Sehubungan dengan tidak mau dicantumkannya, nama Khofifah Indar Parawansa, menjadi pengurus Lansia secara nasional, menjadikan Komnas Lansia di level Nasional ikut terkubur.
Dari hasil penelusuran tentang nasib Komnas Lansia, informasi yang diterima, bahwa Komnas Lansia ikut terkubur, dengan dihapuskannya sejumlah komisi, mengikuti nasib Komisi AIDS.
Untuk menjembatani potensi para Manula (Manusia Usia Lanjut) pascakomnas, maka dibentuk sebuah lembaga/organisasi sosial (Orsos) yang diharapkan dapat menaungi potensi para lanjut usia.
Lembaga baru ini bernama “Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI)” dan untuk mendorong percepatan pembentukan diberbagai provinsi, maka didapuk mantan Menteri Sosial, Bachtiar Chamsjah untuk menakhodai lembaga ini.
Menindak lanjuti keputusan di level nasional, maka untuk pembentukan di Provinsi Sulawesi Selatan, ditugaskan DR H Makmur Sunusi, Ph.D
Alhamdulillah, pada hari Selasa, 10 September 2019, dihadapan anggota Kapesos (Kerukunan Pensiunan Sosial) yang diikuti 75 peserta.
Bertempat di Aula BK3S Sulsel Jalan AP. Pettarani Makassar, mereka sepakat untuk membentuk Organisasi Sosial (Orsos) Lembaga Lanjut Usia Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Setelah dilakukan sosialisasi dan pencerahan tentang landasan hukum dan hakekat terbentuknya LLI di tingkat pusat.
Maka para peserta sepakat menunjuk Drs. HM. Sewang Thamal, mantan Kadis Sosial Prov Sulsel sebagai Ketua, didampingi Sekretaris Drs. H. Syakhruddin. DN, M.Si dan bendahara Dra. Hj. Nirmawati dilengkapi beberapa wakil ketua dan Humas.
Hasil kesepakatan anggota, selanjutnya dibuatkan berita acara pembentukan untuk disampaikan kepada Pengurus Pusat LLI di Jakarta, sembari kepengurusan di level Provinsi Sulawesi Selatan, akan melengkapi personil yang akan menduduki bidang-bidang pengabdian sesuai kebutuhan daerah.
Hingga saat ini, sejak pembentukannya di tahun 2019, telah dibentuk kepengurusan Lembaga Lanjut Usia (LLI) di Kabupaten Barru, Takalar, Jeneponto dan Bulukumba.
Sementara untuk LLI di tingkat provinsi yang telah berjalan dengan baik yaitu, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.
Memasuki usia ke-27 Tahun 2023 tentang Hari Lanjut Usia Nasional, segenap jajaran Lansia mengucapkan “Dirgahayu HLUN Ke-27 dan HUT Tagana ke-19 Tahun 2023, semoga sukses selalu (syakhruddin).

