SYAKHRUDDIN.COM – Pakar Hukum Tata Negara yang juga Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengomentari Presiden Jokowi saat PDIP mendeklarasikan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden pada akhir April lalu.
Yusril menilai kehadiran Jokowi bisa menimbulkan kesan keberpihakan terhadap calon presiden dan partai tertentu. Padahal, posisi Jokowi adalah sebagai presiden yang seharusnya tidak berpihak.
“Saya kira kurang pas ketika PDIP, Ibu Mega mengumumkan Pak Ganjar sebagai calon. Pak Jokowi ini kan PDIP kita tahu, tapi kedudukan beliau itu sebagai presiden.
Nah, ketua partainya akan mengumumkan calon presiden, presiden duduk di sebelahnya,” ujar Yusril dalam Podcast What the Fact! Politics CNN Jakarta.
Menurut Yusril, wajar jika banyak yang menganggap Jokowi seolah mendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 lantaran hadir dalam acara deklarasi tersebut.
“Jadi kan seperti ini membuat posisi Pak Jokowi jadi sulit, seolah-olah beliau harus mendukung Pak Ganjar,” kata dia.
Yusril berpendapat bahwa seharusnya Jokowi menyambut baik semua kandidat calon presiden dan tidak menunjukkan kesan berpihak kepada partai politik atau calon tertentu.
Dia menganggap Jokowi perlu bersikap secara proporsional kepada semua partai politik dan kandidat calon presiden yang akan maju di Pilpres 2024.
Yusril menekankan bahwa Jokowi adalah seorang presiden, bukan sekadar kader partai tertentu.
“Padahal sebagai Presiden, ia harus mendukung semua. Jika tidak, maka netral terhadap semua atau memberikan dukungan kepada semua,” kata Yusril.
Yusril setuju bahwa tidak ada aturan yang membatasi presiden jika ingin berpihak pada salah satu calon. Namun, ada etika yang perlu diperhatikan sebagai kepala negara yang memimpin seluruh golongan.
“Presiden harus bersikap baik pada semua pihak dan tidak menunjukkan preferensi pada satu kelompok, karena presiden adalah presiden bagi semua orang. Saya kira idealnya memang seperti itu,” kata Yusril (sdn)
PDIP telah mendeklarasikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sebagai bakal calon presiden yang akan diusung di Pilpres 2024. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengumumkan secara langsung pada 21 April lalu.
Saat acara deklarasi tersebut, Presiden Joko Widodo turut hadir dan duduk bersama pejabat teras PDI Perjuangan lainnya.
