SYAKHRUDDIN.COM – Sebuah kelompok kriminal bersenjata (KKB) menuntut tebusan sebesar Rp 500 juta untuk membebaskan empat pekerja PT Inti Bangun Sejahtera (IBS) yang disandera saat sedang melakukan pekerjaan di Tower BTS di Okibab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Menanggapi hal tersebut, Menkominfo Jhonny G Plate menyatakan bahwa strategi pembebasan para sandera menjadi domain Kepolisian dan TNI.
Ia menyatakan bahwa pihaknya mendukung setiap langkah yang akan dilakukan oleh aparat di Papua dalam upaya pembebasan sandera.
Jhonny mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan koordinasi dengan pihak keamanan di Papua, baik TNI maupun Polri, terkait upaya pembebasan para sandera.
Menurutnya, keamanan merupakan faktor penting yang harus diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur digital di Papua.
Para pekerja perlu dikawal demi menjaga keselamatan dan kemanan selama pembangunan infrastruktur digital di sana.
Jhonny juga mengungkapkan bahwa delapan pekerja tower BTS di Papua pernah dibunuh pada tahun lalu dan ada empat pekerja yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Keselamatan para pekerja menjadi prioritas utama dalam upaya pembebasan para sandera.
Ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur digital di Papua dilakukan pemerintah pusat demi meningkatkan kesejahteraan rakyat dan masyarakat di Papua.
Sebelumnya, KKB menuntut tebusan Rp 500 juta agar para sandera dibebaskan.
Menurut Danrem 172/PWY Brigjen Juinta Omboh Sembiring, pihaknya telah menyiapkan pasukan dalam upaya pembebasan para sandera dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan negosiasi.
Negosiasi dengan KKB akan dipimpin oleh Kepala Distrik Okibab. Saat ini, pasukan sedang disiagakan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam upaya pembebasan para sandera (sdn)
