SYAKHRUDDIN.COM – Deddy Yevri Sitorus, anggota DPR dari PDIP, mengeluarkan pernyataan tentang syarat calon wakil presiden atau cawapres pendamping Ganjar Pranowo dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dalam Pilpres 2024.
PDIP kabarnya sedang menjalin hubungan dengan NU untuk mencari figur cawapres yang cocok untuk Ganjar.
Gubernur Jawa Tengah tersebut dalam beberapa waktu terakhir telah mengunjungi beberapa tokoh NU di Jawa Tengah.
Menanggapi hal ini, Deddy mengakui bahwa partainya selalu menjalin komunikasi dengan NU.
Dia tidak mempermasalahkan usulan agar kader NU menjadi cawapres Ganjar.
Menurut Deddy, usulan tersebut adalah bagian dari dinamika demokrasi dan baik untuk kemajuan bangsa, sebagaimana dilansir dilaman CNN Jakarta.
Sekretaris tim relawan pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres, Deddy, berpendapat bahwa NU adalah aset bangsa.
Organisasi tersebut terbukti kokoh dalam menjaga NKRI, Pancasila, dan banyak melahirkan pemimpin.
Sebagai organisasi Islam, Deddy memahami bahwa NU harus menaungi semua pihak. Menurutnya, NU memiliki pengalaman panjang dalam menjaga integritas sebagai wadah dalam bidang agama, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrurrozi alias Gus Fahrur menyatakan bahwa NU tidak keberatan jika kader NU menjadi cawapres pendamping kandidat capres pada Pilpres 2024.
Namun, Gus Fahrur memberikan syarat agar NU tidak terlibat dalam konflik kepentingan selama Pilpres 2024.
Gus Fahrur menegaskan bahwa NU tidak akan berpolitik atau menyodorkan kader NU kepada partai politik untuk menghindari perbedaan pilihan di tengah masyarakat.
“Sekiranya setiap calon presiden memilih langsung pasangannya dari NU, tanpa melibatkan institusi organisasi untuk menghindari perbedaan pilihan di tengah masyarakat,” ujar Gus Fahrur Senin, 8 Mei 2023 (sdn).
