SYAKHRUDDIN.COM – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengakui bahwa partainya sudah tidak dibutuhkan lagi dalam koalisi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, secara normatif, NasDem tidak lagi dibutuhkan mengingat dinamika politik yang telah berlangsung sejauh ini.
Meski demikian, Paloh enggan untuk mengambil keputusan keluar dari koalisi dan masih ingin memegang komitmen awalnya untuk mendukung pemerintahan Jokowi.
Ia juga meyakini bahwa NasDem masih bisa memberikan kontribusi positif dan mempertahankan nilai-nilai moral dalam pemerintahan Jokowi, sebagaimana dilansir dilaman CNN Jakarta.
Namun, Paloh menyebut bahwa situasi akan berbeda jika Presiden Jokowi yang mengambil sikap terhadap partai-partai koalisi pendukungnya, terutama mengenai NasDem yang telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden.
Meski begitu, Paloh menegaskan bahwa seluruh komitmen untuk mendukung kepemimpinan Jokowi masih tetap berjalan dan hubungannya dengan Presiden Jokowi sudah terjalin sejak lama.
Paloh juga menyadari bahwa siklus hidup politik berputar dan posisi NasDem saat ini mungkin kurang pas karena telah memilih capres yang akan diusung.
Ia berharap bahwa keadaan ini tidak akan berlangsung selamanya dan NasDem masih bisa berkontribusi dalam pemerintahan Jokowi di masa depan.
Sementara itu, hubungan NasDem dengan koalisi pendukung pemerintahan Jokowi menjadi sorotan, terutama setelah partai ini mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Partai lain seperti PDIP pun kerap menyindir NasDem yang dianggap tidak sejalan dengan Jokowi.
Terlebih lagi, NasDem juga membangun koalisi dengan Demokrat dan PKS yang tidak berada dalam koalisi pemerintah.
Terbaru, NasDem tidak diundang dalam pertemuan antara Presiden Jokowi dengan ketua umum partai politik di Istana pada 2 Mei 2023 karena sudah berada dalam koalisi yang lain (sdn)
