Semangat Pagi ! Kami kembali hadir karena Anda, betapa kebutuhan aneka informasi selalu ditunggu di setiap pagi, sembari menikmati “Secangkir Kopi” Terima kasih, karena Anda sudah menjadi pembaca setia dari “Blog Syakhruddin.Com” berbagai info disajikan, karena Anda adalah pembaca setia kami, Andaikata berkenan, sudilah memberi tanda LIKE terlebih menandai sponsor iklan di blog ini, salamaki !!!
SYAKHRUDDIN.COM – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Benny K. Harman, menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan apabila Anies Baswedan berduet dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Pilpres 2024.
Ia menyinggung bahwa partai-partai politik yang mendukung Anies telah menyerahkan tiket calon wakil presiden kepadanya.
Benny menegaskan bahwa satu-satunya hal yang sudah final terkait dukungan bagi Anies maju di Pilpres 2024 adalah dukungan partainya bersama PKS dan Nasdem.
Ia juga merasa tak perlu menanggapi pandangan miring terkait kemampuan logistik Anies jika dipasangkan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.
“Demokrat, PKS, dan NasDem sudah final mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024-2029,” kata Benny, anggota Komisi III DPR RI, dalam acara Rekonstruksi Indonesia yang digelar relawan BroNies di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur pada hari Minggu, 12 Maret 2023.
Selanjutnya, Kejaksaan Tinggi Bali menetapkan Prof Dr I Nyoman Gede Antara sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPI) melalui jalur mandiri di Universitas Udayana tahun 2018 hingga 2020.
Hal ini disampaikan oleh Kasi Penkum Kejati Bali, Putu Agus Eka Sabana Putra.
Dalam pengembangan penyidikan, tim penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp105 miliar dan Rp3,9 miliar di antaranya berasal dari pasal 12 huruf e.
Setelah melakukan pendalaman dan pemeriksaan, ditemukan pula penambahan pasal dan penambahan kerugian yang mencapai Rp334,5 miliar dari bagian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2,3 triliun.
Menurut Agus, tersangka melakukan tindak pidana korupsi dengan berperan dalam kasus tersebut. Tim penyidik menggunakan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, serta surat dan alat bukti petunjuk yang cukup untuk menetapkan tersangka.
Sebelumnya, penyidik telah melakukan ekspose dan memeriksa tiga tersangka lain sejak Oktober 2022. Ia menerangkan, untuk kerugian negara mencapai setidaknya Rp105 miliar dan Rp3,9 miliar itu ditemukan dalam pengembangan penyidikan.
“Itu Rp105 miliar itu kita temukan dalam penyidikan. Kemarin kan pasal yang pertama kita sangkakan Pasal 12 huruf e, itu yang kerugiannya Rp3,9 miliar.
Bagaimana kondisi terakhir di Kawasan Timur Indonesia ? Ricuh terjadi di Papua Tengah, ketika sekelompok pemuda melakukan pemalangan dan pengrusakan terhadap mobil yang ditumpangi Husein bersama keluarganya pada Sabtu, 11 Maret 2023.
Selain merusak mobil, para pelaku juga menjarah kios milik warga yang berada di jalan Trans Nabire-Enarotali yang saat ini telah ditangani oleh Polres Dogiyai.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ary Prabowo mengatakan bahwa Polres Dogiyai tengah menyelidiki kasus ini.
Benny menjelaskan bahwa aksi pemalangan dan pengrusakan kendaraan terjadi setelah korban tiba di tempat kejadian.
Sekitar 50 orang massa mengejar korban dan melakukan pelemparan dengan menggunakan batu ke kendaraan korban. Kendaraan korban mengalami kerusakan pada kaca depan, samping kiri dan kanan, serta kaca belakang yang pecah.
Setelah korban melaporkan ke Polres Dogiyai dan mengamankan diri, personel Polres Dogiyai yang dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres Dogiyai Ipda Hendra Simbolon bergerak menuju TKP untuk memastikan kejadian sebenarnya.
Berikut Isak tangis menyertai kedatangan jenazah mahasiswa yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Jenazah tersebut tiba di rumah duka di Lembang Mai’ting, Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin 13 Maret 2023
Korban yang bernama Viktor Hadi Sampa, ditembak KKB di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, saat tengah mengantar makanan ternak.
Jenazah korban sudah terbujur kaku di dalam peti jenazah dan disambut isak tangis keluarga. Bahkan, beberapa orang di antaranya jatuh pingsan karena tak mampu menahan kesedihan atas kepergian Viktor.
Viktor Hadi Sampa merupakan seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Papua.
Keluarga korban sangat terpukul dengan kepergian putra mereka yang masih muda dan berpotensi. Salah satu keluarga korban, Piter Indu, mengatakan bahwa harapan orang tua adalah agar anak-anak mereka bisa mengadu nasib di Papua, namun kini pulang sebagai mayat.
Piter Indu juga berharap kepada pemerintah agar dapat mengatasi lokasi kejadian tempat terjadinya penembakan yang dialami oleh korban, sehingga situasi di sana dapat terkendali.
Jenazah Viktor Hadi Sampa disemayamkan di Tongkonan Kanan Penduan Ra’ba, rumah orang tua korban.
Kalau yang satu ini, ceritera dari seorang pria bernama Letkol Qomarudin, Ia ditangkap oleh tim gabungan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (Puspomal) bersama Pomal Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) III di Tangerang karena mengaku-ngaku sebagai anggota TNI AL.
Menurut Kapolsek Rajeg AKP Nurjaman, Qomarudin menggunakan seragam TNI AL beserta atribut dinas lengkap semata-mata karena cita-citanya untuk menjadi seorang TNI tidak tercapai.
Pria tersebut telah mengaku-ngaku sebagai anggota TNI AL sejak tahun 2021 setelah ayahnya meninggal dunia.
Qomarudin bahkan rela membeli berbagai atribut TNI AL dari sejumlah e-commerce untuk memuaskan obsesinya untuk menjadi seorang anggota TNI AL.
Qomarudin sengaja menggunakan seragam TNI AL dan atribut dinas lengkap tersebut untuk kepentingan pribadinya, yaitu untuk berfoto jelang pernikahannya pada awal Desember 2022 di Pantai Ancol Jakarta.
Namun, menurut Nurjaman, tujuan Qomarudin memakai seragam tersebut bukan untuk menakuti-nakuti masyarakat atau memanfaatkan seragam tersebut.
Tim gabungan Puspomal dan Pomal Lantamal III berhasil menangkap Qomarudin di Desa Sukamanah, Kabupaten Tangerang setelah beredar foto Qomarudin menggunakan atribut TNI AL berpangkat Letkol.
Selanjutnya kita alihkan pandangan ke Gunung Merapi kembali menunjukkan keaktifannya pada Senin 13 Maret 2023 pagi dengan mengeluarkan asap dari kawah.
Luncuran awan panas yang dikenal dengan sebutan Wedus Gembel oleh warga setempat mengarah ke barat daya, yakni ke Kali Bebeng dan Kali Krasak.
Suara gemuruh yang disertai dengan kepulan abu bergelombang, seperti kumpulan pohon beringin raksasa, menimbulkan hujan abu di beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Warga di sekitar Gunung Merapi menyebut gunung tersebut sedang batuk-batuk pada hari pasaran Jawa, Sabtu Legi, yang bertepatan dengan peristiwa Supersemar.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyatakan bahwa erupsi Gunung Merapi kali ini terkait erat dengan peristiwa erupsi besar pada tahun 2010.
Namun, dalam memori sebagian masyarakat Jawa, aktivitas Gunung Merapi tidak pernah lepas dari cerita tentang Kiai Sapu Jagat atau Eyang Merapi, sosok yang diyakini sebagai penjaga Gunung Merapi dalam folklor masyarakat Jawa, terutama warga Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Sebelum memanggul amanah itu, Kiai Sapu Jagat dikenal dengan nama Ki Juru Taman. Ki Juru Taman atau tukang kebun merupakan abdi setia Panembahan Senopati (1582-1603), pendiri Kerajaan Mataram Islam.
Sebuah video viral menunjukkan wilayah di China mengalami ‘hujan cacing’ dengan banyak cacing yang menempel di kendaraan.
Namun, penjelasan resmi belum diberikan oleh otoritas China dan publik mengemukakan bahwa itu bukanlah hujan cacing.
Video itu direkam di Provinsi Liaoning dan menunjukkan daerah yang tampaknya dilanda hujan cacing kecil, yang berceceran di beberapa mobil milik warga lokal.
Beberapa warga setempat menggunakan payung untuk melindungi diri saat melintasi area tersebut.
Sejumlah pihak mencoba menyampaikan opininya tentang dugaan penyebab ‘hujan cacing’ itu, termasuk jurnal ilmiah Mother Nature Network yang menyatakan bahwa hal itu bisa terjadi saat cacing terbawa angin kencang dan terjatuh di daerah tersebut.
Namun, sejumlah pengguna Twitter membantah bahwa objek yang berceceran di atas mobil itu bukan cacing, melainkan tangkai bunga poplar, pohon tulip yang memiliki bunga yang menyerupai cacing tanah saat mekar.
Sampai disini jumpa kita, banyak pembaca mengusulkan agar tulisan jangan terlalu panjang, oleh karena itu, Penulis berusaha untuk mengurangi dan lebih meringkas lagi setiap pemberitaan, terima kasih atas perhatian pembaca, salamaki.
Penulis
H.Syakhruddin.DN
HP 081 2424 5938









Mantap pak haji, trm ksh infox.