SYAKHRUDDIN.COM – Pembaca kolom yang Penulis banggakan ! Melalui goresan pena setiap hari, kini menjadi sebuah keharusan bahkan kebutuhan untuk menyampaikan aneka info kepada pembaca, baik yang sifatnya lokal, nasional bahkan internasional.
Semua ini merupakan ladang amal bagi Penulis, untuk mempersembahkan sesuatu semoga saja bermanfaat bagi pembaca, sembari menikmati “Secangkir Kopi” di pagi hari.
Topik kita kali ini adalah “Menyambut Kedatangan Sang Datuk Dari Negeri Jiran”
Kunjungan Datuk Seri Anwar Ibrahim (DSAI) Perdana Menteri Malaysia ke-10, disambut hangat di Istana Negara Bogor, Senin 9 Januari 2021.
Ini merupakan kunjungan perdana DSAI keluar negeri, pilihannya ke Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi.
PM Anwar Ibrahim beserta rombongan, tiba di halaman Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 10.00 WIB dengan diiringi pasukan berkuda, pasukan berbusana tradisional, dan marching band Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Setiba di halaman depan Istana, PM Anwar Ibrahim langsung disambut oleh Presiden Jokowi.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara kenegaraan dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku dan lagu kebangsaan Indonesia Indonesia Raya, diiringi dentuman meriam sebanyak 19 kali.
Selanjutnya kedua pemimpin melakukan inspeksi jajar kehormatan, sebuah kehormatan terhadap hubungan negara serumpun Malaysia-Indonesia.
Selanjutnya kami ajak pembaca untuk melihat, kilas balik perkembangan transportasi massal pada masa Hindia-Belanda. Kereta api bukanlah hal baru di dataran Sulawesi Selatan, karena pernah ada dan beroperasi meski hanya kurun waktu singkat.
Disebutkan, bahwa jalur kereta api pertama di Sulawesi Selatan resmi dibuka pada tahun 1922. Jalur kereta api tersebut menghubungkan Makassar-Takalar sepanjang 47 Km, yang dibangun pada masa Hindia-Belanda.
Pembangunan kereta api pada masa itu awalnya berpusat di Pulau Jawa. Kereta api di Sulawesi, terkhusus rute Makassar-Takalar pada masa Hindia-Belanda, dibangun karena diperhitungkan sebagai salah satu kawasan strategis.
Ada anekdot yang mengatakan, Penamaan Kabupaten Takalar, karena bangunan rel Makassar-Takalar masih ada yang belum selesai alias “TAK-KELAR“ akhirnya menjadi nama Kabupaten Takalar, wallahu alam.
Disisi lain, Fenomena mengemis online dengan cara siaran live di aplikasi TikTok, belakangan ini telah memicu kontroversi. Pasalnya, demi mendapatkan rupiah dari fitur gift, para kreator pengemis online bahkan rela melakukan cara tak lazim.
Akun TikTok TM Mud Bath, contohnya, memperlihatkan seorang ibu berusia lanjut, mengguyur tubuh dengan air dari air kotor.
Akun yang dikelola sang anak itu, disebut hanya untuk seru-seruan dan hiburan, namun mereka menerima gift TikTok, yang kemudian dapat diuangkan. Di luar negeri, kasus mengemis lewat TikTok juga sempat mencuat pada Oktober 2022 lalu.
Hasil investigasi BBC News menemukan ratusan akun menayangkan anak-anak dari kamp-kamp pengungsi Suriah, meminta sumbangan para nitizen, Waspadalah !!!
Selanjutnya apa kabar dengan Jember ???
Muhammad Fahim Mawardi, Kiai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Djaliel di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, menjadi perbincangan lantaran diduga mencabuli 11 santriwati dan 4 ustazah. di sebuah ruangan khusus berkunci fingerprint.
Fahim dilaporkan ke polisi oleh istrinya sendiri, HA, atas dugaan perbuatan cabul terhadap 11 santriwati dan 4 ustazah di sebuah kamar khusus dengan kunci fingerprint.
Fahim membantah tuduhan itu dan menyatakan siap jalan jongkok ke Jakarta sambil telanjang sebagai hukuman bila tuduhan tersebut benar adanya.
Pada Jumat 6 Januari 2023, Fahim menunjukkan ruangan khusus tersebut kepada para pengacaranya, yakni Didik Muzanni dan Alananto.
Sejatinya, ruangan itu adalah tempat podcast karena kiai Fahim gemar berdakwah di media sosial. Kalau memang itu terbukti, berarti Fahim enak, santri ternoda, wallahu alam.
Lain di Jember lain pula di Pemekasan, selama bertugas di Polres Pamekasan, Madura, AR diduga sengaja “menjual” sang istri kepada rekan sesama polisinya untuk menyetubuhi sang istri.
Hal ini pun terjadi pertama kali pada tahun 2015 dan berlangsung selama 2020.
Tak hanya sengaja membiarkan, MH pun sempat mengaku beberapa kali saat ia berhubungan dengan sang suami, AR sempat mengajak teman-temannya dan harus dilayani oleh MH.
Tindakan asusila yang dilakukan oleh AR ini juga tak jarang dilakukan dengan kekerasan terlebih dahulu sebelum sang istri “melayani” teman-temannya.
Akibat kasus ini, Aiptu AR pun ditangkap oleh Propam Polda Jatim dan kini masih menjalani pemeriksaan dan ditempatkan di tempat khusus (Patsus) Bidang Propam Polda Jatim untuk investigasi, jelas ini namanya “Jeruk Makan Jeruk”
Ayo Menulis !
Menulis secara online di media massa, seperti Instagram (IG), Whatsapp (WA), dan bahkan di Kompasiana, serta di berbagai tempat yang lainnya.
Dengan demikian dapat kita ambil kesimpulan bahwa menulis adalah menghasilkan karya tulis di media online maupun cetak.
Jika kita melihat dari masa tulisan tersebut dihasilkan, maka ada tulisan masa lampau, masa kini dan masa depan.
Sehingga dapat kita mengambil kesimpulan bahwa menulis adalah menghasilkan karya tulis pada masa lampau, masa kini dan masa depan.
Menjelang siang hari tersiar kabar, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas dikabarkan ditangkap saat sedang makan di salah satu restoran di Jayapura.
“Informasi diperoleh adalah KPK yang melakukan penangkapan,” ujar Kabid Humas Polda Penyidik KPK menangkap tersangka kasus gratifikasi Lukas Enembe di Jayapura.
“Benar, Gubernur Papua Lukas Enembe sudah diamankan KPK, Selasa ini di Jayapura,” kata Kapolda Papua, Irjen Lukas Enembe di Kota Jayapura, Selasa 10 Januari 2022.
Dikatakan, setelah diamankan Gubernur Enembe dibawa Mako Brimob Polda Papua, dan kemudian diterbangkan ke Jakarta. “Untuk keterangan lanjut silakan tanya ke KPK,” ucap Mathius.
KPK pada Kamis 5 Januari 2023, menyatakan telah menetapkan dua tersangka dalam kasus gratifikasi, yaitu RL Direktur PT TBP, Gubernur Papua periode 2013-2018 dan 2018-2023, Lukas Enembe.
Tim Penyidik menahan tersangka RL mulai tanggal 5 Januari 2023 sampai dengan 24 Januari 2023 di Rutan KPK pada gedung Merah Putih Jakarta.
Sementara itu, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tidak jadi mengumumkan nama calon presiden yang diusung PDIP pada Pemilu Serentak 2024, di acara puncak HUT Ke-50 PDIP di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 10 Januari 2023.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa Megawati akan mengumumkan capres PDIP sebagai elemen kejutan dari HUT PDIP ke-50.
Megawati menegaskan bahwa penentuan capres merupakan hak prerogatifnya sebagaimana amanat forum kongres partai.
“Kan saya ketum terpilih di kongres partai sebagai institusi tertinggi partai, maka oleh kongres partai diberikan-lah ketum terpilih hak prerogratif, siapa yang akan dicalonkan,” ujar Megawati saat memberikan pidato di acara puncak HUT PDIP Ke-50 di JIExpo
Menurut dia, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sangat berhati-hati dalam memutuskannya. Karena itu, PDIP pun tidak akan terburu-buru dalam mengumumkan capres yang akan diusungnya seperti partai-partai lainnya.
Akhirnya, dari Ultah PDI yang batal mengumumkan Capresnya, dan tertangkapnya Gubernur Papua Lukas Enambe, serta kedatangan PM Malaysia menjadi topik yang hangat diperbincangkan masyarakat.
Demikian halnya dengan kekelahan Tim Garuda Indonesia terhadap kesebelasan Vietnam, membawa kepedihan di kalangan pemerhati sepakbola di tanah air.
Namun demikian, jangan bersedih karena malam harinya, kita dapat menyaksikan hiburan menarik dalam rangka Hari Ulang Tahun Siaran Televisi yang memakai logo “Ikan Terbang” sebuah siaran televisi swasta, bernama Indosiar, dan bila ingin berbelanja kebutuhan hari-hari ke Indo Mart sembari bersenandung ria dengan lagu “Indo Logo”
Selamat menikmati secangkir kopi yang sudah tersedia di hadapan Anda, lupakan hari kemarin, nikmati kebahagiaan hari ini, Peduli-Ki…Salama-Ki
Penulis
H.Syakhruddin.DN
Pemerhati Masalah Sosial
