SYAKHRUDDINNEWS.COM – Fajar kembali menghamparkan semburat keemasan di ufuk timur. Embun masih menggantung di ujung dedaunan, sementara kehidupan perlahan bergerak meninggalkan sunyi malam. Selasa, 9 Juni 2026, hadir membawa lembaran baru yang menunggu untuk diisi dengan kerja, doa, harapan, dan ikhtiar terbaik.
Sejarah yang terhampar pada tanggal ini menyimpan beragam kisah tentang perjuangan, pemikiran, seni, politik, hingga olahraga dunia. Pada 9 Juni 1572, armada Turki berhasil merebut Siprus dalam sebuah peristiwa yang menjadi bagian penting dari pergulatan kekuatan di kawasan Mediterania. Berabad-abad kemudian, tepat pada 9 Juni 1870, dunia sastra kehilangan salah satu putra terbaiknya ketika novelis Inggris Charles Dickens mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan karya terakhirnya The Mystery of Edwin Drood yang tak pernah sempat diselesaikan.
Tanggal ini juga mengingatkan kita pada keberanian berpikir yang melampaui zamannya. Pada 9 Juni 1905, seorang ilmuwan muda bernama Albert Einstein mempublikasikan gagasan-gagasan revolusioner tentang fisika kuantum melalui jurnal Annalen der Physik. Pemikiran yang kala itu masih dipandang asing tersebut kelak mengubah cara manusia memahami alam semesta dan mengantarkannya meraih Hadiah Nobel Fisika.
Dunia hiburan pun memiliki catatan tersendiri. Pada 9 Juni 1934, karakter kartun yang kemudian dicintai lintas generasi, Donal Bebek, tampil untuk pertama kalinya dalam film The Wise Little Hen. Sosok bebek temperamental namun menggemaskan itu kemudian menjadi salah satu ikon budaya populer dunia yang bertahan hingga kini.
Di kawasan Asia Tenggara, tanggal ini menjadi penanda lahirnya sebuah era baru ketika Raja Bhumibol Adulyadej naik takhta pada 9 Juni 1946 setelah wafatnya Raja Ananda Mahidol. Masa pemerintahannya kemudian tercatat sebagai salah satu yang terpanjang dalam sejarah monarki modern.
Sejarah politik dan militer dunia juga mencatat peristiwa penting pada hari ini. Tahun 1967, Israel melancarkan serangan ke Suriah dalam rangkaian konflik Timur Tengah yang mengguncang dunia.
Sementara di Indonesia, tahun 1968 menjadi tonggak penting ketika peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai hari libur nasional, sebuah penghormatan negara terhadap nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat.
Begitulah sejarah mengajarkan bahwa setiap tanggal menyimpan jejak perjalanan manusia. Ada kemenangan dan kehilangan, ada pemikiran yang mengubah peradaban, ada karya seni yang melampaui zaman, serta ada semangat kebersamaan yang menyatukan berbagai bangsa. Semoga Selasa ini menjadi hari yang menghadirkan inspirasi baru, memperkuat optimisme, dan meneguhkan langkah kita dalam menapaki kehidupan yang terus bergerak maju.
Pantun Pembuka
Pagi cerah burung bernyanyi,
Terbang rendah di tepi rawa.
Selamat datang hari yang dinanti,
Semoga bahagia menyertai kita semua.
Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat sejarah sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mengoperasikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan kampus. Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Unhas pada 28 April 2026 menjadi tonggak penting keterlibatan dunia akademik dalam mendukung program strategis nasional yang digagas pemerintah. Kehadiran dapur MBG ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga sebagai laboratorium hidup yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta inovasi pangan berbasis sains.
Di bawah kepemimpinan Rektor Jamaluddin Jompa, Unhas mengambil peran sebagai pelopor dengan menghadirkan model MBG berbasis kampus yang menggabungkan keahlian para akademisi, ahli gizi, peneliti, dan mahasiswa dalam satu ekosistem pelayanan gizi nasional. Langkah ini menjadikan Unhas bukan sekadar pelaksana program, melainkan juga pusat pengembangan standar, riset, dan inovasi untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
Kehadiran MBG di Unhas menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial. Dari Kampus Tamalanrea, Makassar, lahir sebuah model kolaborasi yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, tidak berlebihan jika Universitas Hasanuddin disebut sebagai kampus pelaksana MBG pertama di Indonesia sekaligus pionir yang membuka jalan bagi keterlibatan perguruan tinggi lainnya dalam memperkuat ketahanan gizi bangsa.
Sebuah musibah laut terjadi di perairan sekitar Labuan Bajo ketika sebuah kapal yang mengangkut wisatawan dilaporkan tenggelam. Insiden ini menimbulkan korban, termasuk seorang warga negara Rusia, sementara nahkoda kapal harus berjuang menyelamatkan diri dengan berenang selama kurang lebih empat jam sebelum akhirnya berhasil ditemukan dan dievakuasi tim penyelamat. Operasi pencarian dan penyelamatan segera dilakukan oleh aparat gabungan untuk mengevakuasi para penumpang serta memastikan kondisi korban. Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat akan pentingnya aspek keselamatan pelayaran, terutama pada jalur wisata bahari yang ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara
Fenomena pengunduran diri sejumlah kepala sekolah di Sulawesi Selatan yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat penjelasan dari Dinas Pendidikan Sulsel. Menurut pihak Disdik, pergantian maupun pengunduran diri para kepala sekolah tersebut bukan terjadi secara massal karena tekanan tertentu, melainkan berkaitan dengan evaluasi kinerja yang dilakukan secara berkala.
Sejumlah kepala sekolah dinilai belum mampu memenuhi standar kinerja dan target yang telah ditetapkan, baik dalam aspek manajerial, tata kelola sekolah, maupun pencapaian program pendidikan. Karena itu, langkah penyegaran dan penyesuaian jabatan dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh figur yang mampu menjalankan tugas sesuai harapan serta tuntutan peningkatan kualitas layanan pendidikan di Sulawesi Selatan.
Senin, 8 Juni 2026, menjadi hari yang penuh makna bagi Penulis. Pagi itu, seperti biasa, Penulis mendapat tugas menguji mahasiswa Semester VIII Jurusan Kesejahteraan Sosial. Di tengah pelaksanaan ujian, hadir Prof. Dr. Syamsuddin AB, S.Ag., M.Pd. selaku pembimbing pertama. Setelah rangkaian ujian selesai, suasana berubah menjadi lebih santai. Kami berbincang hangat mengenai berbagai agenda penting, mulai dari hasil kunjungan FORDAKOM ke IKN Balikpapan, pengembangan SWIPAM yang akan melahirkan SWIPAM Muda, hingga kegiatan pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Tanjung Bayang yang dirangkaikan dengan penutupan resmi Pelatihan TAGANA Semester VI dan Pembentukan LANSIGANA (Lanjut Usia Siaga Bencana) bagi anggota LLI Sulsel.
Dalam perbincangan itu, Penulis juga menyampaikan bahwa dirinya tidak dapat menghadiri acara wisuda dan ramah t yang dijadwalkan pada 18 Juni 2026 karena harus menjalani operasi katarak pada mata kiri di Klinik Mata Orbita Makassar pada 15 Juni 2026.
Menjelang waktu Zuhur, Penulis bersama beberapa rekan menuju Masjid Ar-Rasyid untuk menunaikan salat berjamaah. Tanpa disadari, informasi mengenai rencana operasi katarak tersebut telah sampai kepada Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, M.Pd., M.Si., M.M. Sosok yang dikenal dekat dengan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan itu rupanya menyimpan perhatian yang besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Seusai salat Zuhur berjamaah, beliau berdiri dan mengambil mikrofon. Dengan suara yang tenang namun penuh ketulusan, beliau menyampaikan kepada seluruh jamaah, “Mohon perhatian, mari kita bersama-sama mendoakan Komandan TAGANA yang besok akan menjalani operasi katarak di Orbita Makassar.”
Suasana masjid yang semula hening mendadak dipenuhi rasa haru. Puluhan jamaah menengadahkan tangan, memanjatkan doa agar operasi yang akan dijalani Penulis berjalan lancar dan diberi kesembuhan oleh Allah SWT. Doa-doa yang mengalir dari banyak hati itu menjadi energi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Namun kejutan belum berhenti sampai di situ. Setelah doa selesai dipanjatkan, Prof. Abd. Rasyid Masri kembali melangkah ke depan dan menyerahkan sejumlah lembaran berwarna merah, sebanyak lima belas lembar, kepada Penulis, disaksikan oleh para jamaah yang hadir. Tindakan spontan itu membuat Penulis terdiam sejenak. Tidak pernah terlintas dalam pikiran akan mendapatkan perhatian sebesar itu, terlebih dilakukan di hadapan jamaah masjid setelah didoakan bersama.
Momen tersebut menjadi pelajaran berharga tentang arti kepedulian dan keteladanan seorang pemimpin. Di tengah kesibukan dan tanggung jawab yang besar, Prof. Abd. Rasyid Masri menunjukkan bahwa seorang tokoh tidak hanya hadir melalui kebijakan dan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menyentuh hati. Bagi Penulis, doa bersama dan bantuan yang diberikan bukan semata persoalan materi, melainkan wujud kasih sayang, empati, dan persaudaraan yang begitu tulus. Dengan mata yang berkaca-kaca dan hati yang dipenuhi rasa syukur, Penulis hanya mampu mengucapkan, “Terima kasih, Pak Dekan.” Sebuah kalimat sederhana yang lahir dari keharuan mendalam atas perhatian yang datang pada saat yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Sampai di sini jumpa kita pada edisi kali ini. Terima kasih atas kebersamaan dan kesetiaan Anda mengikuti setiap untaian kisah, peristiwa, dan inspirasi yang tersaji dalam Mozaik Kehidupan. Bila tak ada aral melintang, insya Allah besok kita akan kembali bersua dengan sejumlah informasi penting, menarik, dan bermanfaat untuk mengawali hari. Sebagai informasi awal kepada para pembaca setia, Mozaik Kehidupan akan beristirahat terbit mulai 15 Juni 2026 hingga akhir Juni 2026.
Masa jeda ini dilakukan karena penulis akan menjalani operasi katarak dan membutuhkan waktu untuk pemulihan serta perawatan pascaoperasi. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan, dengan izin Allah SWT, Mozaik Kehidupan dapat kembali hadir menyapa pembaca pada awal Juli dengan semangat baru dan pandangan yang lebih terang. Terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan yang selama ini terjalin.
Pantun Penutup
Ke Tanjung Bayang melihat nelayan,
Perahu berlayar di pagi cerah.
Mohon doa dari para sahabat sekalian,
Agar operasi berjalan lancar dan penuh berkah.
Penulis : Syakhruddin Tagana


