SYAKHRUDDIN.COM – Pembongkaran tembok bagian belakang bangunan milik Pak ITO Jakarta, dan pengelolaan usahanya dipercayakan kepada Pak Dedy, untuk operasional showroom Aqila Motor, di Jalan Andi Tonro Timur No 96 Makassar, Rabu 23 November 2022, diprotes tetangganya Drs.M. Yusuf Malli, M.Ap sekeluarga.
Semula tembok belakang, ketika bangunan itu masih dikuasai Bapak Haji Leo, lalu dijual kepada Syaiful Mahda dan terakhir dibeli oleh Pak Tio di Jakara, dan kuasa usaha dipercayakan kepada Pak Dedy dari Taeng.
Oleh konsultan dan pengawas bangunan, tanpa koordinasi dengan tetangga di sektor belakang, langsung membongkar tembok bagian belakang dengan alasan untuk membuat jendela atau ruang kosong yang tembus pandang ke sektor belakang.
Tentunya saja, keluarga besar H.Hilal Kadir, SE, ketua Pengurus Masjid Al-Abrar yang Suadara-saudara yang senang memakai cadar merasa terganggu privasinya.
Apalagi orang tuanya bertempat tinggal dibelakang showroom Aqila atau bertetangga.
Pembongkaran tembok pemisah itu, rupanya tidak diterima baik pihak keluarga sebagai tetangga, terlebih tindakan yang dilakukan oleh sang pemilik yang membongkar bangunannya dan menjadikan ruang terbuka, tidak pernah melakukan konsultasi atau izin membangun.
Protes Pak Malli lalu disampaikan ke Lurah Pa’Baeng-Baeng, Yudi Handoyo, S.Sos di ruang kerjanya dan pihak kelurahan mengharapkan, agar hal ini dapat dibicarakan dari hati ke hati.
Maka pada Hari Rabu 23 November 2022 ba’da sholat Ashar, pihak keluarga berinisiatif untuk memanggil Pak Dedy yang dipercayakan untuk mengelola usaha showroom yang ada di sektor depan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan difasilitasi Ketua ORT 002 ORW 07 Kel. Pa’baeng-Baeng, H. Syachruddin Dg Lurang.
Agar pertemuan ini memiliki nilai laporan, maka pihak Ketua ORT 002, mengundang Bapak Bhabimkamtibmas, Aiptu Suhardi Dg Naba.
Tak seberapa lama, akhirnya kami berlima yang berada diatas rumah panggung Milik Malli didampingi H.Hilallalu membicarakan tentang jendela yang akan dibuat secara terbuka.
Dari dialog kedua belah pihak, maka Pak Dedy menyatakan kesiapannya, untuk menyampaikan kepada Pak ITO di Jakarta, begitu pula kepada konsultan dan pengawas bangunan untuk tidak membuka akses pada bagian belakang bangunan, karena hal itu merupakan sebuah tembok pembatas, bukan untuk jendela sang pemilik.
Pak Dedy yang tinggal TAENG Kab. Gowa menyampaikan terima kasih atas protes tetangga terhadap bangunannya dan berjanji untuk segera meneruskan kepada sang pemilik di Jakarta.
“Waktu kami membayar bangunan ini di depan, memang tidak ada jendela di bagian belakang, makanya saya juga heran, setelah menyaksikan kondisi terkini di sektor belakang” ujarnya.
Walaupun demikian Pak Dedy, ingin segera melaporkan situasi ini lengkap dengan foto-fotonya, namun lebih tepat untuk diketahui pula oleh kontraktor dan pengawas bangunan, karena secara tehnis saya hanya bertanggungjawab terhadap kegiatan showroom mobil, paparnya.
Akan tetapi, karena kami ingin menjadi tetangga yang baik, maka kami akan segera menyampaikan kepada pihak Pimpinan di Jakarta untuk segera menutup tembok yang sudah dibolong oleh tukang dan mengembalikan kepada kondisi semula, janji Pak Dedy di hadapan Bhabimkamtibmas Pa’Baeng-Baeng, Ketua ORT 002 ORW 07 dan H.Hilal Kadir selaku pemilik lahan.
“Inilah indahnya silaturahmi dan saling memahami, semoga apa yang berhasil dinegosiasikan ini, dapat mencapai musyawarah mufakat dan menjadi tetangga terbaik dalam kehidupan bermasyarakat (sdn)
