SYAKHRUDDIN.COM – Direktur Perfilman, Musik, dan Media pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ahmad Mahendra mengatakan, Hari Anak Nasional (HAN) 2022 menjadi momentum penting bagi Kemendikbudristek untuk menyosialisasikan lagu anak Indonesia.
“Momentum ini menjadi strategi Kemendikbudristek dalam menyosialisasikan lagu anak Indonesia,” kata Ahmad Mahendra dalam keterangan pers tertulis, Minggu 24 jULI 2022, sebagaimana dilansir dilaman Berita Satu.
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional (HAN) 2022, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media (Dit PMM), Direktorat Jenderal Kebudayaan (Ditjen Kebudayaan), Kemendikbudristek menggelar Pentas Kita Cinta Lagu Anak (KILA) yang bertajuk “Senandung Untuk Sahabat” pada Sabtu 23 Juli 2022.
Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengatakan momentum ini menjadi strategi Kemendikbudristek dalam menyosialisasikan lagu anak Indonesia.
Oleh karena itu, Pentas KILA 2022 menjadi ajang apresiasi bagi para pemenang yang melahirkan karya-karya baru sekaligus menyosialisasikannya.
“Para peserta lomba cipta lagu menghadirkan karya-karya terbaik mereka dengan membawa misi komunikasi positif tentang permasalahan besar yang kerap terjadi di dunia pendidikan, yaitu perundungan dan sikap intoleransi,” tuturnya dalam keterangan pers tertulis, Minggu 24 Juli 2022.
Mahendra menambahkan, gelaran ini merupakan ajang untuk menampilkan karya-karya para pemenang lomba cipta lagu dan aransemen lagu tema yang dibawakan oleh para penyanyi cilik pemenang lomba menyanyi KILA tahun 2021 dan 2022.
Lomba yang telah menghasilkan bibit-bibit baru penyanyi cilik Indonesia serta lagu-lagu anak Indonesia yang bermutu ini, terdiri atas lomba cipta lagu anak, lomba menyanyi lagu anak dan daerah serta lomba aransemen lagu tema.
Adapun Kontes KILA 2022 mencakup beberapa kategori lomba yaitu lomba cipta lagu anak untuk kategori usia 5-7 tahun dan 8-13 tahun, lomba menyanyikan lagu anak kategori usia 5-7 tahun dan 8-13 tahun, dan lomba aransemen lagu tema.
“Kontes KILA di tahun 2022 dilakukan hybrid di mana puncak acaranya yakni Pentas KILA akan ditayangkan di berbagai platform digital yang dikelola Kemendikbudristek,” jelas Mahendra.
Ke depan, melihat kondisi pandemi Covid-19 yang mulai terkendali, Direktorat PMM akan melanjutkan sosialisasi lagu-lagu karya pemenang lomba KILA di beberapa daerah di Indonesia.
Tahun 2022 ini, KILA bersama para mitra pendukung di berbagai daerah telah menyambangi beberapa kota di antaranya; Madiun, Yogyakarta, Bandung, Depok, dan Samarinda.
Dorrein Isabella Latuputty, pemenang lomba menyanyi KILA tahun 2021 mengungkapkan kegembiraannya mengikuti lomba KILA.
Selain menambah pengalaman, ia juga menjalin pertemanan dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda, membuatnya belajar memaknai konsep keberagaman antarsesama (syakh/bersat)
“Karena peserta KILA datang dari berbagai daerah, saya bisa lebih menghargai perbedaan, dan menghormati keberagaman. Sesuai dengan tema KILA tahun ini yakni “Anti Perundungan dan Sikap Intoleransi”,” tutur Dorrein.
