SYAKHRUDDIN.COM – Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin berpendapat Nasdem, PKS, dan Demokrat semestinya menjadi poros baru. Sebab, jika menjadi poros baru, maka akan menjadi kekuatan politik tersendiri untuk bisa mengusung capres/cawapresnya.
Menurut Ujang, koalisi Nasdem, PKS, dan Demokrat sudah bisa mengusung capresnya sendiri. “Kalau kita lihat pidatonya Surya Paloh di Rakernas bahwa Nasdem tidak boleh, tidak mau jadi bebek. Artinya, dia tidak mau mengekor kepada partai lain,” katanya kepada Tempo, Ahad, 26 Juni 2022.
Ujang menilai sebaikanya Nasdem, PKS, dan Demokrat menciptakan poros barus dibandingkan harus bergabung dengan KIB, PDIP atau Gerindra-PKB yang kemungkinan mengusung atau memiliki capresnya sendiri.
“Bergabung dengan Gerindra-PKB yang mungkinan akan mengusung Prabowo dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin atau bisa bergabung dengan PDIP yang kemunginan mengusulkan capresnya sendiri.
Sementara Nasdem sudah mengusung tiga nama sebagai capres bukan cawapres,” ujarnya.
Jika peta politiknya seperti itu, kata Ujang, maka lebih baik Nasdem, PKS, dan Demokrat berkoalisi agar bisa mengusung Anies Baswedan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.
Dr. Ujang Komarudin, M.Si, Lahir 09 Agustus 1981 merupakan Staff Khusus Ketua DPR RI (2016), Dosen Tetap dan Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) serta Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR).
Ujang Komarudin menyelesaikan pendidikan Strata Tiga (S3) Ilmu Politik di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2013.
Sejak sekolah dan kuliah, Ujang Komarudin sangat aktif berorganisasi. Pengalamannya memegang jabatan di organisasi dari mulai sebagai Peserta, Pembicara, Ketua, Pengurus sampai dengan menjadi Pendiri telah menempa Ujang Komarudin menjadi seorang yang cakap dan piawai dalam banyak hal sehingga mengantarkannya berkecimpung di dunia Pendidikan, Keagamaan, Sosial Kemanusiaan dan Politik.
Berkat kecakapannya itulah kemudian Ujang Komarudin menjadi Dosen Tetap sekaligus Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia dan menjadi Staff Khusus Ketua DPR RI.
Pada pertengahan tahun 2016 Ujang Komarudin mendirikan Indonesia Political Review (IPR) yang kemudian menjadi “Rumah” bagi Ujang Komarudin untuk mengamati dan mereview dinamika politik di Indonesia .
Kemudian melahirkan ide dan gagasan-gagasan yang dapat disumbangkan sebagai bentuk pengabdiannya sebagai warga negara Indonesia.(syakh/tmp)
