SYAKHRUDDIN.COM – Bagi warga masyarakat yang pernah mengalami stroke, dan sudah berbagai cara yang dilakukan untuk proses kesembuhannya, tak ada salahnya bila mencoba pengobatan alternatif, melalui pola urut dengan minyak kelapa yang dibuat melalui proses produksi sendiri (ditanak,red)
Adalah Syamsiah Dg Nurung, bertempat tinggal di Kampung Pannujuang-Kampung Lette Desa Kalemandalle Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa.
Untuk menjangkau lokasi rumah kediamannya, dapat ditempuh melalui jalur Barombong di kawasan Kampung Tamasaju belok kiri, atau lintas Parek-Parek Tanetea melalui Desa Lempangan, Bone dan berbelok ke Desa Biringala dan kawasan penjualan barang bekas di Kampung Malakayya.
Disana Anda akan menemukan, rumah kediaman Syamsiah Dg Nurung di sebuah rumah permanen ukuran 10×12 meter, di kawasan persawahan dimana sejauh mata memandang, padi sedang menguning dan sebentar lagi akan panen.
Di rumah kediamannya inilah, Syamsiah Dg Nurung, menerima pasien yang berniat berobat, terutama bagi penderita yang pernah terserang stroke.
Setelah memeriksa kondisi pasien, Syamsiah Dg Nurung lalu mengurut secara perlahan tangan dan kaki yang terasa kaku, bahkan yang mati rasa sekalipun.
Dengan pola pengobatan, berupa urut menggunakan minyak goreng yang dibuat dari kelapa merah, lalu dicampurkan dengan minyak kayu putih Cap lang, pasien akan merasakan kehangatan dari kaki atau tangan.
Proses pengurutannya perlahan sampai ujung jari terlihat bergerak perlahan-lahan. Proses pemijatan dan urut di lokasi yang kaku, tentunya akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi penderita stroke.
Proses mendapatkan kemampuan untuk mengobati pasien pascastroke diperoleh dari ayahnya Seni Dg Talli. Sementara Seni Dg Talli mendapatkan melalui pengembaraannya hingga bertemu seorang nenek tua yang ditemuinya di suatu kawasan pegunungan di sebelah timur Kabupaten Gowa.
Syamsiah Dg Nurung merupakan ibu dari dua orang anak.
Ketika anak keduanya lahir, Syamsiah mengalami sakit, setelah sembuh dari sakitnya, Ia diminta oleh ayahnya untuk menerima “Minyak Berkah” yang dapat digunakan untuk membantu orang sakit yang pernah terkena stroke.
“Tarimai anne minynyaka, lampa nu bajiki parangnu rupa tau” (Terimalah ini minyak dan perbaiki sesama manusia).
Isteri penulis, Hj.Nurlia Dg Puji (63) menderita sakit stroke ringan sudah enam bulan lamanya. Secara tak sengaja berkunjung ke Desa Lempangan Kecamatan Bajeng, tempat dimana almarhum Ayahanda D.Dg Nassa dimakamkan.
Disana bertemu dengan Djamaluddin Dg Naba yang mengurus masjid, yang bersangkutan pernah menderita stroke setahun lalu, sekarang sudah sembuh seperti sediakala, setelah berobat pada Ibu SYAMSIAH DG NURUNG di Kampung KaleMandalle Kecamatan Bajeng Barat.
Suami Syamsiah Dg Nurung, berprosesi sebagai penjual barang bekas, Namanya Genda Dg Ngewa. Sudah 19 tahun lamanya menekuni profesi jual beli barang bekas.
Seperti juga dengan profesi di kampung tetangga, namanya Kampung Malakayya, lokasi ini merupakan pusat penumpukan barang bekas yang akan di ekspor ke Kota Surabaya untuk daur ulang.
Kembali ke Syamsiah Dg Nurung, beliau mendapatkan ilmu untuk mengobati orang-orang yang pernah terkena stroke dari ayah kandungnya bernama SENI DG TALLI.
Menurut penuturan suami Syamsiah Dg Nurung, Dahulu SENI DG TALLI, naik sepeda menuju ke arah Gunung Bawakaraeng.
Menjelang ashar bertemu dengan seorang tua yang berjenggot. Seni Dg Talli lalu ditanya.
“Laleko mae antu sepeda, demikian ia ditegur oleh nenek yang berjanggut” Ka tenamo antu balla iraya !!!
Lalu dijawab Seni Dg Talli, Manassa nia, kucini ilalang tinroku.
Punna kamma antu padeng, anrini mako, nakusareko anne minynyakku, lampa nubajiki parangnu rupa tau.
Lebba paki sambahyang Isya lampa ammoterko. Nasaba sanna ku kamaseangnu kucini artinya (Mau kemana engkau bersepeda, karena sudah tidak ada lagi rumah di ujung sana, sambil menunggu arah pegunungan.
Karena saya kasihan melihatmu, maka kemarilah saya berikan minyak ini untuk mengobati sesama manusia, tutur orang tua berjenggot).
Setelah menunggu sampai selesai sholat Isya, maka SENI DG TALLI, lalu pulang dengan membawa botol yang berisi “Minyak barakka”.
Menjelang akhir hayatnya, Seni Dg Talli memanggil anaknya SYAMSIAH DG NURUNG, untuk menerima “Minyyak barakka” tadi.
Tarimai anne minyyak barakka, nasaba anne inakke tenamo naku sallo nasaba na rapi mi pammoli na allah ta alah ri kalengku.
Tarima anne barakka – ka , na nu bajiki paran ta rupa tau
(Terimalah ini minyak berkah dan perbaiki sesama manusia, pesan Seni Dg Talli kepada putrinya)
Bagi bapak dan ibu yang pernah menderita stroke baik ringan maupun berat, tak ada salahnya untuk mengikuti proses pengobatan alternatif melalui beliau, karena dengan berbekal minynyak barakka yang dioleskan, anda akan merasakan kehangatan dalam aliran darah.
Syaratnya anda harus bersedia mengikuti anjuran Syamsiah Dg Nurung. Selama proses pengobatan tiga hari lamanya, anda tidak boleh mandi atau kena kipas angin atau AC.
Untuk membersihkan badan cukup dengan waslap atau menggunakan handuk kecil, sementara untuk sholat lima waktu dipersilakan dengan bertayyanmu, tutur Syamsiah.
Setelah pengobatan awal selama tiga hari, dan tak ada tanda-tanda atau reaksi tubuh, Anda dianjurkan untuk mencari pengobatan atau alternatif lain.
Akan tetapi kalau ada proses perubahan, maka Anda dianjurkan untuk menggunakan di rumah masing-masing melalui perawatan keluarga. Adapun untuk kontrol proses pengobatan berlangsung seminggu sekali atau satu bulan sekali, untuk menghilangkan rasa kaku yang ada pada bagian kaki atau tangan.
Setelah Anda sembuh total, maka diharapkan untuk mengembalikan minynyak berkah kepada sang pemilik yang disebut dengan acara “ Ammole Sanro” dengan syarat syarat yang sangat ringan dan tidak memberatkan pasien, ini sekaligus sebagai ucapan terima kasih bahwa Anda, benar-benar sudah kembali dalam kondisi sehat wal afiat.
Untuk informasi layanan dapat menghubungi kontak person : Rian Hidayat Dg Talli HP 0852 5602 6313 atau melalui suami Genda Dg Ngewa 08293638759, selamat mencoba !!! (syakhruddin)
