SYAKHRUDDIN.COM – Dorce Gamalama merupakan seniman serba bisa Indonesia. Mulai dari sebagai komedian, musik, film, hingga pembawa acara ia lakukan sejak aktif di dunia hiburan Indonesia pada dekade 80-an.
Namun, namanya baru semakin dikenal pada awal dekade 90-an usai mengganti namanya dari Dedi Yuliadi Ashadi menjadi Dorce Gamalama.
Seniman berdarah Minangkabau ini terlahir dengan nama asli Dedi Yuliardi Ashadi pada 21 Juli 1963. Ia mengawali kariernya sebagai pelawak dengan berpura-pura menjadi perempuan.
Ia kemudian mulai menggunakan nama panggung Dorce Ashadi. Nama tersebut merupakan pemberian Myrna, pemimpin kelompok tari waria Fantastic Dolls.
Dilansir dilaman CNN, Namanya kemudian berubah menjadi Dorce Gamalama setelah ia operasi dan ganti identitas kelamin menjadi perempuan di Surabaya pada 1983 yang kemudian diakui pengadilan lewat keputusan Mahkamah Agung.
Apabila ‘Dorce’ merupakan pemberian dari teman, ‘Gamalama’ diambil dari nama Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Kepulauan Maluku.
Inspirasi menjadikan ‘Gamalama’ jadi nama muncul usai Dorce mengunjungi Pulau Ternate bersama Benyamin Sueb pada 1984. Ia melihat keindahan pemandangan Gunung Gamalama.
Nama Gunung Gamalama sesungguhnya berasal dari Kie Gam Lamo dengan arti negeri yang besar. Itu juga menjadi simbol kebesaran bagi masyarakat Ternate.
Sultan Ternate kala itu juga dikabarkan memberikan restu kepada Dorce untuk memakai nama Gamalama. Sejak saat itu, sang seniman kerap memakai kata Gamalama di belakang nama panggungnya hingga dikenal sebagai Dorce Gamalama.
Dorce Gamalama kemudian dikenal memiliki banyak karya, mulai dari film, acara televisi, hingga musik. Ia pun kerap membuat lagu yang kemudian dibawakan sendiri atau oleh orang lain.
Beberapa yang terkenal di antaranya, film Dorce Sok Akrab, lagu Cintaku Kendur di Jalan, menjadi pembawa acara Dorce Show, kemudian sinetron Kecil-kecil Mikir Jadi Manten.
Dorce Gamalama juga pernah mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) karena melahirkan sembilan album sekaligus dalam waktu lima bulan, mulai dari November 2005 hingga Maret 2006.
Album tersebut melibatkan 74 artis dan rekor tersebut membuat Dorce masuk di posisi ke-1889 dalam daftar penerima MURI.
Namun, sang seniman serba bisa tersebut kini telah tiada. Dorce Gamalama meninggal dunia pada Rabu 16 Februari 2022, setelah mengidap komplikasi diabetes serta positif Covid.
Dorce Gamalama yang meninggal di RS Pusat Pertamina itu kemudian disalatkan di Masjid Al Hayyu 63 Lubang Buaya, dan dimakamkan di TPU Bantar Jati, Setu, Jakarta Timur (syakh/cnn)
