SYAKHRUDDIN.COM — Pulau Bokori, tempat wisata yang menjadi salah satu obyek wisata yang dikunjungi peserta HPN dari PWI Sulawesi Selatan.
Salah satu kawasan pasir Putih yang menawarkan kecantikan surgawi yang ada di Kota Anoa Kendari.
Meski lokasinya memang berada di ibukota tetapi ada udara yang hangat dan terbawa oleh angin laut. Pariwisata Sulawesi Tenggara sendiri memang diketahui terus dikembangkan.
Dengan adanya Pulau Bokori ini diharapkan bisa menjadi daya tarik lebih besar untuk mendatangkan para wisatawan, sebagaimana pernah dilukiskan Abd.Muthalib dalam obyek wisata di Kota Kendari
Pulau Bokori merupakan pulau kecil yang juga menjadi objek wisata kesayangan warga. Padahal wilayah ini merupakan perkampungan masyarakat dari nelayan Suku Bajo.
Sekitar tahun 80an, puluhan orang dari Suku Bajo mulai menetap di pesisir Pulau Bokori dan para pengembara laut perlahan dipindahkan ke Soropia oleh pemerintah setempat yang kala itu digagas oleh Gubernur Nur Alam.
Warga Bajo sendiri yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan menempati lokasi yang ada di daratan dan tak begitu jauh dari Bokori. Mereka membangun hunian di Desa leppe, Desa Mekar, Desa Bajoe, Desa Bokori dan Desa Bajo Indah. Bahkan sampai saat ini warga yang tinggal di desa-desa tersebut juga masih banyak.
Dahulu penduduk Desa Bokori ini menetap di Pulau Bokori? Pulaunya memang kecil tapi tak begitu jauh dari desa ini. Boko dalam bahasa Bajo artinya adalah penyu. Sementara ri berarti tempat. Bokori merupakan tempat bertelurnya penyu sebelum dulunya dihuni oleh manusia.
Ketika mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata, para penduduk direlokasi pertama kalinya di tahun 1984. Menyusul di tahun 1987 pemindahan penduduk ini membentuk Desa Bokori yang akhirnya mekar lagi menjadi sebuah Desa Bajo Indah setelah kurang lebih tiga tahun.
Dari ketiga desa ini letaknya berada di pesisir daratan utama yakni Sulawesi Tenggara. Waktu yang dibutuhkan sekitar satu perjalanan dari Kendari tepatnya berada di sebelah barat Pulau Bokori yang sekarang sudah tidak ada lagi penduduknya.
Semenjak jadi lokasi wisata di awal era 90an, eks dari kampung nelayan ini memang perlahan dibenah. Anda yang berada di sini bisa merasakan bagaimana pemandangan yang menakjubkan.
Ada gugusan pulau kecil yang ada di Kepulauan Hawaii. Juga dengan adanya debur ombak serta hamparan pasir putih yang berlatar barisan pohon kelapa. Pemandangan semacam ini bisa membuat hati menjadi lebih sejuk.
Terutama ketika Anda melihat bagaimana pecahan debur ombak dan ketika laut terlihat begitu luas dan biru. Anda bisa berenang atau sekadar bermain air di bibir pantai.
Ada cottage atau villa kecil yang terbuat dari kayu dan tertata rapi. Di sinilah bisa dijadikan sebagai penginapan untuk yang ingin memandangi tempat wisata pada malam hari. Biasanya para pengunjung akan datang pagi hari setelah matahari terbit sehingga mereka bisa berenang dan berjemur.
Fasilitas yang dimiliki Pulau Bokori juga cukup lengkap. Beberapa fasilitas ini memang lengkap untuk mandi dan membersihkan diri. Bahkan sejak ada di bawah pengawasan pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, fasilitas seperti MCK ternyata mendapat perhatian yang khusus.
Ada beberapa spot foto yang bisa Anda temukan. Spot ini ternyata dibangun oleh Dinas Cipta Karya Provinsi Sulawesi Tenggara yang sering menjadi rebutan para pengunjung. Sebab, spot foto yang diciptakan sangat menarik perhatian. Para wisatawan juga sering mengambil foto di sepanjang garis pantai Pulau Bokori.
Agar bisa sampai di Pulau Bokori, ada dua jalur alternatif untuk warga kota Kendari. Pertama adalah menggunakan speedboat atau perahu nelayan. Anda bisa memulainya dari Pelabuhan Nusantara Kendari. Waktu yang dibutuhkan adalah sekitar 20 hingga 30 menit agar bisa sampai di jalur ini.
Sementara jalur kedua menuju Pulau Bokori adalah melalui pemukiman Suku Bajo yang ada di Desa Bajo Mekar. Nantinya dari sini hanya memakan waktu sekitar 10 menit dengan menggunakan jasa antar jemput perahu nelayan. Hanya dengan biaya Rp. 30.000 saja, Anda sudah bisa menggunakan jasa antar jemput ini.
Namun untuk rombongan PWI Sulsel, semua dibebaskan pembiayaannya karena kehadiran kami ke Bokori atas rekomendasi salah seorang kepala bidang di bagian Pariwisata Kendari.
Pulau Bokori dirasa menjadi pulau paling tepat untuk menikmati pemandangan sunset atau matahari tenggelam. Di sini nanti Anda bisa melihat bagaimana pemandangan matahari tenggelam dengan tempat paling strategis. Ditambah pantai yang begitu besih dengan pasir putih yang menawan.
Hammocking Bertingkat
Tak hanya bisa bersantai dengan duduk di pinggir pantai menikmati sunset, Anda bisa membawa hammock dengan teman-teman dan menyusunnya secara bertingkat.
Snorkeling
Setelah puas bersantai, cobalah menyelam atau snorkeling dengan merasakan bagaimana segarnya air laut dari Pulau Bokori ini. Ada ikan-ikan laut yang berwarna-warni. Ada juga terumbu karang yang memukau serta keindahan bawah laut lainnya yang sayang kalau dilewatkan begitu saja.
Melihat Hamparan Padang Ilalang
Pulau Bokori tidak hanya indah karena pantai tetapi adanya hamparan padang ilalang yang cukup besar seolah menjadi daya tarik tersendiri. Tak heran apabila suasana di sekitar pulau tentu terasa sejuk. Bahkan tempat ini juga bisa menjadi spot foto yang bagus.
Sebelum Anda mengunjungi Pulau Bokori, sebaiknya perhatikan cuaca yang sedang terjadi. Kalau cuaca memang sedang cerah, pilih waktu keberangkatan siang. Sebab kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan pemandangan sunset yang indah di sana. Namun hal ini juga tentu saja melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan dari tempat Anda ke lokasi wisata.
Kalaupun ingin berwisata ke Pulau Bokori dengan budget lebih hemat, Anda bisa menyiapkan rombongan. Harga sewa kapal bisa lebih murah jika Anda bepergian bersama rombongan. Selain itu, tentu suasana akan lebih seru.
Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa salah satu fasilitas yang ada di Pulau Bokori adalah cottage atau villa yang sudah ada di sekitarnya.
Agar bisa menemukan cottage terbaik Anda bisa menghubungi villa terlebih dahulu. Carilah referensi villa dan cottage yang ada di sekitar lokasi wisata. Hubungi dan lakukan pemesanan sesuai dengan tanggal keberangkatan Anda agar ketika sampai di lokasi bisa langsung menuju villa.
Rombongan peserta HPN dari Sulsel, sebanyak 15 orang dipandu sekretaris LLI Kendari, Izhar Thayeb yang merupakan anggorta Taruna Siaga Bencana Kendari mengantar sampai ke lokasi.
Dengan difasilitasi salah seorang Kepala Bidang pariwisata Kendari, rombongan berhasil mencapai sasaran walaupun perjalanan masih berkelok-kelok dan berlumpur karena sebagian badan jalan sementara dalam proses pengembangan yang kelak akan merupakan jalur bebas hambatan (***)








