SYAKHRUDDIN.COM – Komunitas Koin Untuk Negeri (KUN) pada Miladnya ke-6, menggagas diskusi sosial pendidikan dan pameran dengan tema, Langkah kecil relawan untuk masa depan masyarakat yang lebih baik, bertempat di Ballrom Phinisi Lantai II Universitas Negeri Makassar, Minggu 16 Januari 2022.
Suryanto Jaya, S.Pd, M.Pd selaku ketua Komunitas KUN, didampingi Founder Kominitas KUN, Akbar Jaya, S.Pd.M.Pd menampilkan dua orang pembicara, masing-masing Arfan , S.STP,M.Adm.KP dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan serta Drs.H.Syakhruddin.DN,M.Si, Perintis Tagana Indonesia.
Arfan pada kesempatan tersebut memaparkan tentang pentingnya kehadiran KUN (Komunitas Untuk Negeri) yang dengan swadaya mandiri, mampu menjangkau kawasan yang selama ini masih membutuhkan kehadiran para pendidik.
Dikatakan, pihaknya telah memetakan pentingnya Pendidikan pada masyarakat terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) yang dari hasil maping, diperoleh data berlokasi di Kabupaten Luwu, Luwu Timur, Tana Toraja, Tana Toraja Utara, Luwu, Enrekang, Bone, Pangkep, Sinjai, Gowa , Maros, Takalar dan Selayar.
Dipelosok pesisir yang jauh dari hiruk pikuk kegiatan sekolah, dibutuhkan kehadiran guru-guru yang mampu melakukan proses belajar mengajar. Karena itu, kita masih membutuhkan banyak guru, tuturnya.
Sementara H.Syakhruddin dalam kapasitasnya sebagai pembicara kedua, memberikan motivasi kepada para relawan pendidikan untuk senantiasa memiliki komitmen pada diri sendiri bahwa menjadi relawan itu, tidak semua orang mampu.
Relawan adalah manusia langka yang memiliki komitmen dan hobby, untuk melayani dan mendahulukan kepentingan orang lain.
Dalam proses berinteraksi dengan orang yang diberi bantuan atau pertolongan, kemudian mampu menyelesaikan masalahnya, maka disitulah letak dan kebahagian seorang relawan, ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Akbar yang menjadi pendiri KUN mengisahkan perjalanan komunitasnya, berawal dari sebuah ide kecil yang diaplikasikan bersama dengan rekan-rekan yang se visi dengannya.
Awalnya bahkan memasang celengan di jalan keluar kampusnya, menyisihkan penghasilannya, lalu mengumpulkan dan membelikan sandal jepit kemudian dibagi kepada masjid mushallah yang membutuhkan.
Seiring dengan perkembangan anggota komunitas dan dengan mata kepala, bagaimana anak-anak yang ada di pelosok dengan perlengkapan seadanya, melakukan proses belajar mengajar, membantu para guru yang ada di sebuah daerah terpencil, sehingga melahirkan ide membantu perlengkapan sekolah anak didik, baik berupa tas maupun bahan bacaan untuk mereka.
Dikatakan, bermain bersama mereka di pelosok, membagi ilmu dan memberikan sedikit bantuan, merupakan suatu kebahagian, semua dana dan anggaran yang diperoleh, murni dari anggota komunitasnya dan orang-orang yang bersimpati.
Kepada dua narasumber, Akbar menyampaikan kebutuhan komunitasnya, akan penting sebuah laptop yang dapat digunakan secara mobile dari satu pelosok ke pelosok lainnya, sedang perangkat lainnya masih dipenuhi melalui dukungan dari anggota komunitas.
Sementara itu, sebagai bentuk apresiasi dari pengabdian relawan bagi anggota komunitas yang bertugas di pesisir dan pulau pulau terluar Kota Makassar.
Perintis Tagana Sulsel menyerahkan lima buah pelampung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan inventaris di daerah dimana para relawan bertugas.
Pelaksanaan acara berlangsung semarak, diawali dengan penampilan tari-tarian, pembacaan doa, penyerahan sertifikat kepada kedua pembicara, diakhiri foto bersama dan tetap memerhatikan prokes (syakhruddin)

