SYAKHRUDDIN.COM – Bassi Barania, sebuah nama lokal yang berarti besi yang memiliki daya tarik (magnit) yang dapat mengisap benda-benda di sekitarnya.
Nama ini dipilih nakhoda Kota Makassar, untuk menjadi sebuah kekuatan penilai yang akan membantu walikota mengevaluasi aparatnya yang ada di kelurahan dan level kecamatan.
Bassi Barania merupakan DPR-nya kelurahan, yang diberi wewenang untuk menjadi mata dan telinga walikota yang kelak dengan rekomendasi “Tim Bassi Barania”
Maka walikota dapat melakukan mutasi atau menonjobkan pejabat yang dilaporkan “Bassi barania” yang tidak dapat bekerja sama dengan warganya, lebih khusus ketua ORT dan ORWnya.
Diberitakan diberbagai media, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bakal mengevaluasi lurah dan camat di Kota Makassar dengan melibatkan peran serta masyarakat secara langsung.
Masyarakat yang akan terlibat dalam pemantauan lurah dan camat itu masuk dalam tim yang diberi nama “Bassi Barania”.
Ia menilai tim “Bassi Barania” merupakan praktek birokrasi pertama yang melibatkan masyarakat, pemerintah lain belum ada yang mengaplikasikannya.
“Ini pertama kali di dalam praktek birokrat, melibatkan masyarakat, semua undang-undang yang tidak pernah digunakan pemerintah manapun, Danny-Fatma menggunakannya,” ucapnya.
Untuk itu, Danny Pomanto akan segera meresmikan “Tim Bassi Barania” yang nantinya akan menjadi asesor lurah dan camat di Kota Makassar.
“Yang kita bentuk (tim evaluasi) kemarin, kita namakan Bassi Barania.
Biarkan mereka yang menilai, nanti kalau saya menilai dikira ada dendam lagi dan politik tapi kalau masyarakat kan tidak,” ujarnya.
“Tim Bassi Barania ini berjumlah 20-30 orang”, dalam satu kelurahan.
Mereka nantinya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kelurahan atau kecamatan. Setelah itu, mereka akan melaporkan ke Danny-Fatma.
Untuk itu, ia sudah menyiapkan Surat Keputusan (SK) untuk menetapkan Tim Bassi Barania dengan mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat di seluruh kota Makassar
“Saya siapkan sekarang (SK), nama-nama tokoh.
Kemudian, mereka silakan bersidak,” tutupnya.
Kehadiran Tim Bassi Barania bisa merupakan tim asesor yang setiap saat dapat memantau tindak tanduk lurah atau camat dalam satu kawasan.
Nah, sekarang bagaimana seleksi untuk menjadi seorang anggota Tim Bassi Barania yang kewenangannya laksana MPR-nya kelurahan dan rekomendasi yang dikeluarkan kelak, akan menjadi acuan walikota untuk memutasi dan menonjobkan pejabatnya pada level kelurahan/kecamatan.
Ke depan, lurah dan camat harus lebih hati-hati lagi dalam melaksanakan setiap kebijakan, karena itu sebelum semuanya berlangsung.
Maka sudah dapat diwanti-wanti, agar para Lurah jangan lagi tinggal di belakang meja dan menunggu laporan staf.
Tetapi Lurah di tuntut selalu berada ditengah-tengah masyarakat, mengayomi dan menuntun mereka bersama-sama ketua ORT dan ORW setempat, selamat bekerja.
