SYAKHRUDDIN.COM – Sedikitnya 304 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka atau hilang setelah gempa bumi besar M 7,2 yang melanda Haiti barat daya pada Sabtu (14/8/21) waktu setempat.
Dilansir dilaman Beritasatu, Pihak Survei Geologi AS (USGS) menyatakan, setelah gempa warga Haiti berada pada risiko tanah longsor yang bisa menghalangi jalan.
Layanan Perlindungan Sipil Haiti mengatakan, tanah longsor telah memblokir jalan raya antara Les Cayes dan kota Jeremie.
Tak cukup hanya itu saja, saat ini Haiti juga berada di jalur pergerakan badai tropis Grace yang dapat mebawa hujan lebat dan angin kencang di awal minggu depan. Kondisi ini akan mempersulit upaya bantuan.
Diketahui, akses melalui jalan darat ke wilayah selatan, tempat gempa terjadi, kini dibatasi oleh kontrol geng di daerah-daerah utama. Kondisi itu membuat polisi akan menemani konvoi bantuan yang pergi ke selatan.
Gempa bumi terjadi sebulan setelah pembunuhan Presiden Jovenel Moise, yang telah menimbulkan kekacauan politik negara itu.
Sementara itu, sebagian besar Haiti menghadapi kelaparan yang meningkat dan layanan kesehatan kewalahan oleh kasus Covid-19.
Akses melalui jalan darat ke wilayah selatan, tempat gempa terjadi, telah dibatasi oleh kontrol geng di daerah-daerah utama, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana bantuan akan dikirimkan.
Wilayah itu baru saja pulih dari Badai Matthew, yang melanda pada 2016 dan menewaskan ratusan orang serta menyebabkan kehancuran yang meluas.
Haiti sekarang berada di jalur kemungkinan Badai Tropis Grace yang dapat membawa hujan lebat awal minggu depan.
“Negara ini tidak pernah istirahat dari masalah! Efek kumulatif membuat kami rentan terhadap segalanya,” kata pengusaha Haiti Marc Alain Boucicault di Twitter.
“Ini akan memakan waktu bertahun-tahun untuk memperbaikinya dan kami bahkan belum memulai!” (sumberberitasatu)