SYAKHRUDDIN.COM – Era berakhirnya ke-agen-an untuk penjualan kebutuhan kelompok KPM (Kelompok Penerima Manfaat) Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Tri Puspita Sari di akhir Juli 2021, kini akan dilanjutkan oleh Sang Penerus.
Maka seiring dengan peringatan hari ulang tahun SAS tgl 3 Agustus 2021, kembali dilanjutkan dengan berjualan berbagai kebutuhan voucher, token listrik dan berbagai sarana pembayaran berbasis tehnologi informasi.
Zaman berganti dan roda ekonomi berputar, sekedar merenung dan mengenang masa awal mengembangkan karier sebagai PNS, bekerja jauh di Kabuparten Takalar.
Sembari kuliah dan membiayai dua orang anak, maka usaha menambah gaji (UMEGA) kala itu, juga dengan jualan barang kelontong.
Banyak pengalaman menarik yang diperoleh dari berjualan bahan campuran, termasuk berbagai pencurian yang dilakukan oleh tangan-tangan yang tak bertanggungjawab. Tehnik membuat es tanpa karet, cara berjualan roti yang cepat habis, semua sudah dilalui dan kini tinggal kenangan.
Selasa 3 Agustus 2021 secara de facto, Toko voucher akan dibuka, sekarang proses pembenahan mulai dilakukan, diantaranya membeli tempat penjualan kartu, mempersiapkan petugas jaga, yang akan dipercayakan kepada Hamka yang kebetulan sedang menganggur.
Demikian halnya dengan penataan pertokoan, ditunjuk KURI alias Muhammad Idris Sattu Dg Siriwa, untuk memindahkan pagar besi lebih maju ke depan, menambah atap teras, sehingga lebih sejuk saat duduk di dalam toko.
Berusaha mengembangkan aneka penjualan, termasuk jualan gas pertamina dan pemesanan berbagai kebutuhan cetak mencetak.
Kehadiran Syawal Agus Sentosa (SAS) dan Arfani Kasim Barata (AKB), tentu akan memberikan semangat baru, untuk berwiraswasta, di tengah suasana pandemic Copid-19.
Semua harus menciptakan lapangan kerja, menambah pundi-pundi penghasilan di luar hasil sebagai aparat sipil negara (ASN)
Kehadiran Kuri yang membenahi pertokoan, amat membantu dan saling membahagiakan, mengingat juga yang bersangkutan sementara tak ada pekerjaan, kecuali menjadi jamaah tetap Masjid Besar Al-Abrar Makassar.
Tantangan terbesar nanti, bila ingin mengembangkan usaha lebih serius, maka lahan yang saat ini dijadikan “Bengkel Ketok Magic” itu dapat dikembangkan menjadi lebih besar dan lorong satu kelak, dapat diprediksi menjadi lorong padat penduduk, mengingat banyaknya rumah-rumah kost yang sedang berkembang.
Sebagai orang tua, semua usaha anak-anak pada prinsipnya tinggal mendukung saja, mengingat era kami saat ini, tinggal menikmati hasil dan menikmati masa tua dengan indah, selamat berjuang anandaku semua, tetap semangat pagiiiiiii.



