SYAKHRUDDIN.COM – Suasana rumah duka di Kompleks Bumi Batara Gowa, Blok E18 No 20 Sungguminasa Kabupaten Gowa, ramai dikunjungi para pelayat, baik tetangga maupun para sahabatnya di Kementerian Sosial RI.
Almarhum Moch.Soleh, A.KS, MM Bin Sidik adalah suami dari Ibu Dra Rusiah yang menjabat Kasubag Tata Usaha pada Balai Sosial Lanjut Usia Samaya Kabupaten Gowa, duduk tenang dihadapan jenazah sang suami tercinta. Almarhum lahir di Jakarta 18 Mei 1962 dan meninggal dunia di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, 19 Juni 2021 meninggalkan seorang isteri dan seorang anak.
Sementara para pelayat yang memenuhi halaman rumah yang memanfaatkan tenda yang sudah terpasang, demikian halnya dengan tempat mandi jenazah sudah siap dan jejeran karangan bunga yang dipajang pada sisi kiri dan kanan jalan.
Kepergian Mochammad Soleh Bin M. Sidik menjadi ajang pertemuan bagi para purnabakti sosial yang selama ini lama tak berjumpa, terutama para pensiunan eks Kanwil Depsos Provinsi Sulawesi Selatan.
Ternyata di Kompleks Perumahan Bumi Batara Gowa, banyak pegawai dari jajaran Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, diantaranya Bapak H.Bachtiar yang sekarang kondisinya harus menggunakan kursi roda, karena kedua lututnya tidak mampu lagi menyanggah badannya yang bongsor.
Demikian halnya dengan Burhanuddin yang selesai operasi by pass, lebih akrab di sapa Pak Bur, pernah bertugas di Dinas Sosial Kabupaten Enrekang dan sekarang menjadi pengurus masjid di Kompleks Bumi Batara Gowa.
Adalah Muhammad Yunus Said, yang pernah menjadi Kadis Sosial Kota Makassar, cukup lama duduk berdampingan dengan Pak Bachtiar, Nanti keduanya saling mendengar suara barulah bertanya.
“Kamu Nunu ??? demikian biasa di sapa oleh Pak Bachtiar !!! Kala masa aktif di Kanwil Depsos Sulsel dulu. Pak Bahtiar memiliki intonasi suara yang cukup besar dan bariton, sehingga setiap kali tertawa langsung terdengar di unit lain, orang lain pun menjadi mafhum, itu pasti ketawanya Pak Bachtiar.
Kepergian Pak Soleh sekaligus ajang reuni bagi mereka yang sudah cukup lama tak bersua, sejak mereka memasuki masa pensiun.
“Ada yang kelihatan masih tetap segar, ada pula sudah mulai sakit-sakitan dan terlihat sudah tidak se tegar dahulu, ketika menjadi aparatur di Departemen Sosial (Nama waktu itu).
“Ini Nunu, cincin saya dari Bengkulu”
Jangan perlihatkan di samping ta, nanti di tulis lagi, tutur Nunu seraya memperhatikan Penulis.
Rupanya cincin kenangan itu, tetap digunakan Pak Bachtiar sampai saat ini dan dengan kursi rodanya, ia didorong ke rumah tetangga Pak Soleh, untuk menikmati suguhan yang sudah disiapkan.
Sebuah ajang duka sekaligus silaturahmi dan santap siang bagi mereka yang rumahnya cukup jauh dari rumah duka.
Setelah selesai santap siang, anggota pelayat bergeser ke rumah kediaman Muh Arfah Sinring yang letaknya satu blok dari rumah duka.
Di tempat Arfah, anggota pelayat mendapat layanan berupa cendol manis dan kopi susu, sehingga tak terasa waktu sudah memasuki waktu dhuhur, sementara jenazah akan dimakamkan bada Ashar, karena menunggu keluarganya tiba dari Jakarta. Keluarganya berangkat dari Jakarta pada Pukul 11.00 WIB.
Beberapa diantara tetangga ada yang tidak merapat ke rumah duka, karena tersebar kabar, kalau Pak Soleh meninggal dunia karena Covid-19.
Tapi melihat banyak jumlah yang dapat ikut berduka dan mengabarkan kalau Pak Soleh mengalami gangguan lever dan sedikit pembengkakan pada hati dan mengarah ke jantung, jadi dapat dipastikan, bukan karena Covid-19.
Setelah memasuki waktu dhuhur, beberapa pelayat meninggalkan lokasi rumah duka, yang lain menunggu hingga memasuki waktu Ashar.
Kini Moch Soleh Bin Sidik telah menyelesaikan tugas dan pengabdiannya sebagai seorang pekerja sosial sejati.
Soleh dalam kesehariannya dikenal dengan canda-candanya yang bernas, mampu bergaul mulai dari anak-anak di emperan Tol Pettarani hingga pejabat di Kemensos.
Profil Soleh adalah satu dari sekian banyak pekerja sosial di Sulsel yang mampu memahami akan tugas dan fungsinya sebagai seorang peksos, mengerti di saat mana harus memberi argumentasi atau diam dengan senyum di kulum. Bagi Pak Soleh tidak terlalu banyak kesulitan dalam bergaul, baik di kalangan sahabatnya di kantor maupun di masyarakat.
Hari ini, Moch Soleh akan kembali menemui sang khalik dan mempertanggungjawabkan segala sepak terjangnya selama di dunia. Sebagai sahabat dan mitra kerja, mari kita mendoakan almarhum.
Semoga senantiasa mendapat tempat yang layak disisi Allah Swt. serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa dalam perlindungan Allah Swt.dan senantiasa tabah menerima musibah ini, Innalillahi wa inna ilahi rajiun (syakhruddin)





