Google memecat empat karyawan karena tuduhan melanggar kebijakan keamanan data perusahaan.
Perusahaan penyelenggara teknologi asal Amerika
Serikat (AS) mengumumkan alasan pemecatan karena karyawan telah melakukan
‘pelanggaran yang jelas dan berulang’ dari kebijakan keamanan data.
Salah seorang yang dipecat adalah Rebecca Rivers, software engineer yang
membuat petisi untuk meminta perusahaan agar tidak bekerja sama dengan pihak
imigrasi Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Vox, Rivers membantu mengorganisir petisi terhadap
Google yang bekerja sama dengan dua agensi Imigrasi AS.
Pencegahan kerja sama yang menjadi tuntutan dalam
petisi Rivers adalah kerja sama antara Google dengan Customs and Border
Protection (CBP) dan Immigration and Customs Enforcement (ICE).
“Saya bangga dengan apa yang saya lakukan, dan saya percaya setiap orang
memiliki hak untuk mengetahui apa pekerjaan mereka digunakan,” kata
Rivers.
“Alih-alih mendengarkan saya atau ribuan rekan kerja saya, Google telah
menghukum saya dengan skors (berujung pada pemecatan),” kata Rivers.
Dilansir dari Venture Beats, kedua instansi merupakan bagian dari Departemen
Keamanan Dalam Negeri AS. Pada tahun lalu, karyawan Google melakukan protes
terhadap praktik perusahaan terkait arbitrase, pelecehan seksual, inisiatif
Proyek Maven militer untuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligent/AI), dan
perlakuan terhadap pengguna LGBT di YouTube.
Rivers diskors oleh Google pada awal bulan ini bersama Laurence Berland. Rivers
dan Berland adalah orang yang mengorganisir serikat kerja di Google.
Pemecatan ini dilakukan setelah 200 karyawan Google
melakukan protes di kantor pusat Google di San Francisco, AS, untuk menghapus
skors Rivers dan Berland. Nahas, Google malah memecat Rivers dan Berland.
Pemecatan Google dinilai merupakan cara perusahaan untuk membungkam pekerja
yang tidak setuju dengan kebijakan perusahaan yang berbau kontroversial.
Seorang juru bicara perusahaan menolak menyebutkan nama-nama karyawan yang
diberhentikan. Akan tetapi, satu karyawan diskors karena diduga mengakses dan berbagi dokumen internal, dan memantau acara
kalender karyawan (bs/syakhruddin)
