SYAKHRUDDINNEWS.COM – Sabtu, 31 Oktober 2026. Kita telah berada di penghujung bulan Oktober. Hari demi hari berlalu, meninggalkan jejak perjalanan yang tidak mungkin diputar kembali.
Ada kebahagiaan yang patut disyukuri, ada kesedihan yang harus diterima, dan ada pengalaman yang semestinya menjadi guru kehidupan.
Sabtu bukan sekadar penanda akhir pekan, tetapi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi perjalanan, serta mempersiapkan langkah menyongsong hari esok.
Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberi manfaat kepada sesama hendaknya tidak pernah berkurang.
Renungan Al-Qur’an: Waktu adalah Amanah – Allah SWT mengingatkan manusia melalui Surah Al-‘Ashr ayat 1–3:
Wal-‘ashr. Innal-insāna lafī khusr. Illalladzīna āmanū wa ‘amilush-shālihāti wa tawāshaubil-haqqi wa tawāshaubish-shabr.
Artinya: Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan kebajikan, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.
Ayat ini menjadi pengingat bahwa waktu adalah modal kehidupan yang tidak dapat dibeli kembali. Kekayaan, jabatan, dan popularitas tidak menjamin seseorang memperoleh kemuliaan apabila waktunya dihabiskan tanpa amal kebaikan.
Karena itu, memasuki Sabtu terakhir di bulan Oktober, marilah kita bertanya kepada diri sendiri: sudah berapa banyak manfaat yang kita berikan kepada orang lain? Sudahkah kehadiran kita menjadi penyejuk bagi keluarga dan masyarakat?
Membaca Suasana Politik Israel; Sementara itu, perhatian dunia internasional masih tertuju pada perkembangan politik Israel setelah pemilihan umum 27 Oktober 2026.
Hasil akhir yang diumumkan pada Jumat, 30 Oktober, memperlihatkan bahwa kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memperoleh 53 kursi, sementara kelompok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot meraih 48 kursi. Partai-partai Arab memperoleh gabungan 19 kursi.
Dengan demikian, belum ada kelompok yang mencapai 61 kursi sebagai syarat mayoritas di parlemen Israel yang memiliki 120 anggota. Situasi ini membuka babak baru perundingan politik untuk membentuk pemerintahan koalisi.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran bahwa pemilu tidak selalu langsung menghasilkan pemerintahan yang stabil. Perbedaan kepentingan, pertarungan gagasan, serta proses membangun koalisi menjadi bagian dari dinamika demokrasi.
Namun, di tengah perundingan politik itu, persoalan kemanusiaan, terutama nasib rakyat Palestina, tetap menjadi perhatian dunia yang tidak boleh dilupakan.
Catatan Sejarah: Apa yang Terjadi pada 31 Oktober? Martin Luther dikenal memasang 95 dalil di pintu Gereja Kastil Wittenberg, Jerman. Peristiwa ini menjadi tonggak penting gerakan Reformasi Protestan yang mengubah sejarah keagamaan Eropa.
31 Oktober 1917 – Keputusan Kabinet Inggris; Kabinet Inggris menyepakati kebijakan yang kemudian melahirkan Deklarasi Balfour. Surat resmi Arthur James Balfour kepada Lord Rothschild diterbitkan pada 2 November 1917, menyatakan dukungan Inggris terhadap pembentukan tanah air nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Peristiwa ini menjadi salah satu bab penting dalam sejarah konflik Palestina-Israel.
31 Oktober 1984 – Indira Gandhi Wafat Perdana Menteri India Indira Gandhi meninggal dunia setelah ditembak oleh dua pengawal pribadinya di New Delhi. Peristiwa tersebut mengguncang India dan diikuti kerusuhan yang menelan banyak korban jiwa.
31 Oktober 2008 – Awal Gagasan Bitcoin; Dokumen berjudul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System diperkenalkan dengan nama Satoshi Nakamoto. Gagasan tersebut kemudian menjadi salah satu tonggak perkembangan mata uang digital di
Sahabat pembaca MoKa, Sabtu 31 Oktober 2026 mengajak kita memahami bahwa waktu terus bergerak, sejarah terus ditulis, dan kehidupan tidak pernah berhenti menghadirkan perubahan.
Jangan sampai kita hanya menjadi penonton sejarah, tetapi jadilah bagian dari orang-orang yang menorehkan kebaikan.
Sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Ma’idah ayat 8, hendaknya keadilan tetap ditegakkan, sekalipun terhadap pihak yang tidak kita sukai.
Sebab perdamaian tidak akan lahir dari kebencian, dan kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan politik.
Selamat menikmati hari Sabtu, sebuah pantun pembuka untuk Anda; Jalan berliku menuju seberang,
Perahu berlayar membelah lautan.
Walau dunia penuh pertentangan,
Kemanusiaan tetap jadi pegangan.
Pergantian pemerintahan tidak serta-merta terjadi setelah proses politik dan pemilihan umum berlangsung. Benjamin Netanyahu tetap menjabat sebagai Perdana Menteri Israel hingga koalisi pemerintahan baru terbentuk.
Situasi ini menunjukkan bahwa pembentukan koalisi menjadi bagian penting dalam sistem politik Israel, terutama untuk memastikan dukungan mayoritas di parlemen sebelum pemerintahan baru dapat menjalankan tugasnya.
Bagi Israel, proses pembentukan koalisi bukan sekadar pembagian kursi kekuasaan, melainkan juga upaya menyatukan berbagai kepentingan partai politik dalam satu pemerintahan.
Perkembangan ini akan menentukan arah kebijakan Israel selanjutnya, termasuk dalam menghadapi persoalan keamanan, hubungan internasional, dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Publik kini menanti bagaimana proses politik tersebut berlangsung dan siapa saja yang akan bergabung dalam koalisi pemerintahan mendatang.
Catatan MoKa: Dalam politik, bertahan menjabat belum tentu berarti telah mengamankan dukungan mayoritas.
Menurut laporan perkembangan pemilu Israel pada 29 Oktober 2026, blok Netanyahu diproyeksikan memperoleh 53 dari 120 kursi parlemen, masih di bawah ambang mayoritas 61 kursi. Karena itu, negosiasi dengan partai-partai lain menjadi penentu langkah politik berikutnya.
Hasil pemilu Israel menunjukkan tidak ada satu pun kubu politik yang berhasil meraih suara mayoritas untuk menguasai pemerintahan. Kondisi ini membuat peta politik Negeri Zionis kembali berada dalam situasi yang belum menentu.
Persaingan antarkekuatan politik berlangsung ketat, sehingga masing-masing kubu harus melakukan pendekatan dan negosiasi untuk menggalang dukungan dari partai-partai lain agar dapat membentuk pemerintahan koalisi.
Hasil tersebut menjadi tantangan bagi proses pembentukan pemerintahan baru, sekaligus membuka peluang terjadinya perundingan politik yang panjang. Benjamin Netanyahu dan para pesaingnya harus menghadapi kenyataan bahwa dukungan mayoritas belum terbentuk.
Kini perhatian publik tertuju pada proses lobi antarpartai, sebab komposisi koalisi yang terbentuk akan menentukan arah kepemimpinan dan kebijakan Israel ke depan.
Catatan MoKa: Dalam politik, memperoleh suara terbanyak belum tentu berarti mampu memerintah. Sebab, kemenangan elektoral dan kemampuan membangun koalisi adalah dua perkara yang berbeda.
Partai-partai Arab di Israel menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan blok perubahan yang dipimpin Gadi Eisenkot guna mengakhiri pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Langkah ini menjadi perkembangan penting dalam dinamika politik Israel, karena dukungan partai-partai Arab berpotensi memengaruhi pembentukan koalisi pemerintahan baru.
Eisenkot dan kelompok oposisi berupaya menghimpun dukungan lintas partai untuk menantang dominasi Netanyahu di tengah persaingan politik yang semakin ketat.
Namun, upaya membentuk pemerintahan baru masih menghadapi tantangan karena kedua blok politik belum memperoleh dukungan mayoritas yang diperlukan. Kesediaan partai-partai Arab untuk bergabung dengan kubu Eisenkot membuka ruang bagi perubahan peta koalisi, tetapi belum menjamin Netanyahu akan kehilangan kursi perdana menteri.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa suara masyarakat Arab Israel dapat menjadi faktor penting dalam menentukan arah politik negara tersebut, sekaligus memperlihatkan betapa rumitnya proses membangun pemerintahan di tengah perbedaan kepentingan politik
Duka menyelimuti Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nakla Syafira, balita berusia satu tahun, meninggal dunia pada Kamis dini hari setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja.
Menurut pemberitaan detikSulsel, Nakla tidak mendapat asupan makanan dan susu selama sekitar sepuluh hari akibat sakit dan kehilangan nafsu makan.
Kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam sekaligus mengundang empati masyarakat terhadap perjuangan seorang anak kecil menghadapi kondisi kesehatannya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi perhatian utama.
Ketika balita menolak makan dan minum dalam waktu lama, pertolongan medis harus segera dicari, bukan menunggu hingga kondisinya memburuk.
Keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat perlu saling menguatkan agar setiap anak memperoleh perlindungan dan perawatan yang layak.
Jangan sampai kepedulian baru tumbuh setelah kehilangan terjadi, sebab setiap nyawa anak adalah amanah yang harus dijaga bersama.
Selamat Jalan Ibu Eny; Ada orang yang kehadirannya hanya dikenang oleh keluarga, tetapi ada pula yang kepergiannya meninggalkan kesedihan di hati begitu banyak orang.
Dra. Hj. Nuraeni binti Latif Puddu, yang akrab disapa Bu Eny, adalah salah satu di antaranya. Sosok perempuan yang dikenal luas di tengah masyarakat Ujung Tanah, Makassar, ini telah mengukir jejak pengabdian melalui kerja-kerja sosial yang tidak mengenal lelah.
Deretan amanah pernah disandangnya. Mulai dari Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Ujung Tanah, Paralegal APIK, Ketua Fatima Az Zahra, Tim Penggerak PKK Pokja III, hingga Ketua Shelter Warga Kelurahan Pattingalloang.
Jabatan-jabatan itu bukan sekadar deretan nama dalam perjalanan kariernya, melainkan ruang pengabdian untuk menyentuh kehidupan masyarakat, terutama perempuan, keluarga rentan, dan warga yang membutuhkan pertolongan termasuk para Lansia.
Bagi Bu Eny, pekerjaan sosial bukan sekadar profesi yang dijalankan dari balik meja. Ia hadir, mendengar, mendampingi, dan mencari jalan keluar. Hatinya tak pernah benar-benar tenang ketika mengetahui ada warga dampingan yang belum memperoleh pelayanan sebagaimana mestinya.
Ada kegelisahan yang selalu mendorongnya untuk bergerak. Sebab baginya, kebahagiaan seorang pekerja sosial bukan terletak pada pujian, melainkan ketika melihat masyarakat yang didampinginya mampu bangkit dan tersenyum kembali.
Kemampuannya dalam menggerakkan masyarakat membuat Bu Eny kerap dipercaya menjadi narasumber di berbagai forum, baik di lingkungan DP3A Kota Makassar, Kementerian Sosial, Pertamina, maupun sejumlah instansi lainnya.
Pengalamannya bahkan membawanya melangkah hingga ke luar negeri. Ia bukan hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga memperkenalkan potensi perempuan dan kekuatan usaha masyarakat.
Di balik kesibukannya dalam dunia sosial, Bu Eny juga memiliki jiwa kewirausahaan. Pallu Mara dan ikan bandeng tanpa tulang menjadi salah satu ikon kuliner yang diperkenalkannya hingga ke luar negeri.
Belum lagi usaha abon ikan yang dirintisnya sejak awal dan mendapat tempat tersendiri di hati para pelanggan. Sebuah bukti bahwa perempuan pekerja sosial juga mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat.
Namun, Jumat, 30 Oktober 2026, menjadi hari yang tak mudah dilupakan. Sang Khalik telah memanggilnya pulang. Dengan wajah tersenyum, Bu Eny mengembuskan napas terakhir, setelah anak-anaknya pulang dari menunaikan salat Jumat dan menyaksikan detik-detik kepergian sang ibu tercinta.
Sebuah peristiwa yang meninggalkan duka mendalam, terutama bagi keluarga yang selama ini menjadikannya tempat bersandar.
Petang itu, rumah duka menjadi tempat bertemunya rasa kehilangan. Ketua Tim Penggerak PPK Kota Makassar bersama anggota turut hadir menyampaikan belasungkawa.
Tampak pula mantan Kepala Bidang Perlindungan Perempuan DP3A, Hj. Hapidah Djalante, S.IP, sejumlah pengurus Shelter Warga, sahabat-sahabat dekatnya seperti Nurhana dan Ibu Sumarni, serta Kepala UPTD Kota Makassar, Ibu Andi Herliana.
Kehadiran mereka menjadi saksi bahwa Bu Eny bukan sekadar seorang aktivis perempuan, tetapi pribadi yang meninggalkan ikatan persaudaraan dan kenangan mendalam.
Insyaallah, Sabtu, 31 Oktober 2026, selepas salat Zuhur, jenazah almarhumah akan diantar menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Kabupaten Maros.
Langkah-langkah yang dahulu digunakannya untuk mendatangi warga, kini tak lagi terdengar. Suaranya yang biasa memberikan semangat dan arahan, tak lagi menyapa. Tetapi jejak pengabdiannya akan terus hidup dalam ingatan orang-orang yang pernah merasakan ketulusan tangannya.
Selamat jalan, Bu Eny. Engkau telah menutup lembaran pengabdian di dunia, tetapi tidak dengan cerita kebaikan yang pernah engkau tanam.
Mungkin tak semua orang mengetahui berapa banyak persoalan warga yang telah engkau bantu selesaikan, berapa banyak perempuan yang pernah engkau kuatkan, dan berapa banyak keluarga yang pernah engkau dampingi. Namun, Tuhan tidak pernah luput mencatat setiap kebaikan, sekecil apa pun itu.
Hari ini, dunia pekerjaan sosial kehilangan seorang perempuan tangguh. Shelter Warga kehilangan pemimpinnya. Masyarakat Ujung Tanah kehilangan sosok yang selalu siap hadir ketika dibutuhkan. Dan keluarga kehilangan seorang ibu yang kasih sayangnya tak akan pernah tergantikan (sdn)
Ada pengabdian yang selesai bersama detak jantung, tetapi ada ketulusan yang tetap hidup meski jasad telah berkalang tanah.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya ….. Al-Fatihah.
Pantun Penutup : Sejengkal tanah ditanami rumput
Banyak belalang hinggap di bunga
Ketika ajal datang menjemput
Pangkat dan jabatan tiada berguna.