SYAKHRUDDINNEWS.COM – Setiap Ahad datang menyapa, kawasan Boulevard Makassar seolah memiliki cerita tersendiri. Di antara hiruk-pikuk kota yang terus bergerak, hadir wajah-wajah penuh semangat dari para anggota Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Sulawesi Selatan yang menjadikan pagi hari sebagai ruang untuk bertemu, bercengkerama, berolahraga, dan merawat kebahagiaan bersama.
Bagi mereka, usia bukanlah alasan untuk berhenti melangkah. Justru di masa senja, semangat kebersamaan semakin tumbuh. Di depan Hotel Grand Asia Makassar, para anggota LLI Sulsel menyatu dalam irama gerakan bersama Kelompok Senam Nusantara (KSN) yang dibina oleh Sigit dan Irma.
Perpaduan antara LLI dan KSN menjadikan suasana Ahad pagi semakin hidup. Gerakan senam yang penuh keceriaan, terutama dengan tari Maumere, mengundang perhatian masyarakat yang kebetulan datang berolahraga. Setelah tubuh terasa segar, suasana dilanjutkan dengan menikmati aneka kuliner sederhana yang tersedia di sekitar kawasan Boulevard, menghadirkan kebahagiaan yang tidak diukur dari kemewahan, tetapi dari pertemuan dan persaudaraan.
Sejak pagi, Koordinator Olahraga LLI Sulsel, Hj. Sumiaty Sattar, bersama Ketua I Hj. Nirmawati Gani, mantan pemain voli Dinsos Sulsel pada eranya dan Bendahara Amirah Sambe, telah melangkahkan kaki menuju lokasi kegiatan. Mereka hadir bukan sekadar mengikuti aktivitas olahraga, tetapi membawa pesan bahwa menjaga kesehatan dan mempererat silaturahmi adalah investasi terbaik di usia lanjut.
Di tempat itu telah menunggu sosok-sosok yang tetap memiliki semangat pengabdian. Ada Bapak Rusli Razak dan Ibu Hasnah Sambaloge, para purnabakti dari lingkungan Eks Kanwil Departemen Sosial Sulawesi Selatan pada masanya. Kini mereka telah menikmati masa pensiun, namun tetap menjaga kebugaran tubuh dan memperindah perjalanan masa tua dengan aktivitas yang positif.
Keceriaan juga datang dari jajaran Komunitas Senam Nusantara. Norma dan Ayni menjadi dua sosok penggerak yang tak pernah lelah menjalin komunikasi dengan anggota KSN di berbagai kecamatan. Melalui jaringan komunikasi dunia maya, mereka terus menghidupkan semangat kebersamaan.
Di sisi lain, Sanusi selaku Humas LLI Sulsel hadir dengan cara uniknya. Lewat karya-karya karikatur yang menghibur, ia sering menghadirkan senyum dan tawa di tengah grup komunikasi anggota, menjadikan kebersamaan semakin hangat dan penuh warna.
Sementara itu, Nirmawati Gani tengah mempersiapkan sebuah pertemuan penuh kekeluargaan bertajuk “Tudang Sipulung”. Kegiatan yang direncanakan berlangsung di Café Lorong, Jalan Sultan Alauddin, samping Lembaga Pemasyarakatan Makassar, akan menjadi ajang silaturahmi terbatas antara anggota KSN dan LLI Sulsel.
Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun pernikahan Nirmawati Gani bersama suami tercinta, Bapak Abdul Gani, serta Hj. Hafidah Arsyad bersama pasangan hidupnya. Kegiatan yang dijadwalkan pada Selasa, 7 Juli 2026 mendatang, juga akan menghadirkan Pembina LLI Sulsel, Bapak Abdul Hayat Gani.
Menurut Siswantoro yang dipercaya sebagai penata acara, berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari perangkat hiburan elekton hingga pemasangan spanduk kegiatan. Semua dirancang agar para lanjut usia dapat menikmati suasana penuh kegembiraan.
“Kita ingin para Lansia di usia senja tetap dapat bersenandung ria, mengenang perjalanan masa lalu, sekaligus menikmati hari ini dengan penuh kebahagiaan,” ujar Siswantoro, mantan Direktur Pemasaran Pos dan Giro yang kini terus aktif berkiprah bersama keluarga besar LLI Sulsel.
Ahad pagi di Boulevard Makassar akhirnya bukan sekadar agenda olahraga. Ia menjadi panggung kecil tempat para lansia menuliskan cerita: tentang persahabatan, kesehatan, kenangan, dan harapan. Sebuah pesan sederhana bahwa usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup bersama tidak pernah mengenal kata tua, sebagaimana pantun berikut ;
Matahari pagi bersinar terang,
Embun bening jatuh ke bumi.
Usia boleh semakin panjang,
Semangat muda tetap di hati.


