SYAKHRUDDINNEWS.COM – Malam Jumat, 18 Juni 2026, menjadi lembaran duka bagi keluarga besar Masjid Besar Al-Abrar Makassar. Menjelang lantunan adzan Isya berkumandang, seorang perempuan yang menyimpan jejak panjang sejarah wakaf masjid itu, Hj. Marhumah Dg Tanang Binti H. Bonro, menghembuskan napas terakhir dalam usia 87 tahun.
Kepergian almarhumah bukan sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan bagi sebuah perjalanan sejarah. Ia adalah salah seorang pelaku sejarah yang namanya tercatat sebagai penanda tangan penyerahan tanah wakaf untuk berdirinya Masjid Besar Al-Abrar Makassar di Jalan St. Alauddin No. 82 Makassar.
Jasad almarhumah kemudian disemayamkan dan dimakamkan di Pekuburan Keluarga Mannuruki Makassar, Jumat 19 Juni 2026, setelah sebelumnya dishalatkan oleh ratusan jamaah di Masjid Besar Al-Abrar, tempat yang dahulu menjadi saksi kesetiaan langkahnya dalam beribadah dan menunaikan shalat berjamaah.
Suasana haru menyelimuti acara takziyah yang digelar di rumah kediaman almarhumah. Kegiatan diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustaz Dr. Haeruddin, M.Hum, kemudian dipandu oleh Ustaz Suhardi Dg Rurung, mantan Ketua Remaja Masjid Al-Abrar.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Dr. H. Ashar Tamanggong Dg Sila menyampaikan bahwa wafatnya Hj. Marhumah Dg Tanang merupakan sebuah perjalanan menuju kemenangan hakiki. Sebab, almarhumah meninggalkan warisan yang tidak hanya berupa kenangan, tetapi juga amal jariyah yang terus mengalir melalui tanah wakaf yang pernah ia perjuangkan.
Menurut Ustaz Ashar, almarhumah meninggalkan tujuh orang anak, 26 cucu, dan delapan cicit. Ia juga menjadi salah satu generasi terakhir yang menorehkan tanda tangan dalam sejarah wakaf Masjid Besar Al-Abrar. Sebuah amanah besar yang kelak menjadi cahaya kehidupan bagi banyak umat.
“Allah telah menjanjikan pahala yang tidak terputus bagi hamba-hamba-Nya yang mewakafkan sebagian hartanya di jalan kebaikan. Selain itu, doa anak-anak saleh menjadi bekal yang terus mengiringi perjalanan seorang insan setelah kembali ke hadapan Allah,” ujar Ustaz Ashar dalam ceramah takziyahnya.
Kebahagiaan spiritual almarhumah semakin lengkap, karena salah seorang putranya, H. Hilal Kadir, SE Dg Lau, kini mengemban amanah sebagai Ketua Masjid Besar Al-Abrar Makassar. Sebuah rangkaian kehidupan yang memperlihatkan kesinambungan pengabdian antara orang tua dan anak dalam menjaga rumah Allah.
Acara takziyah tersebut mendapat perhatian besar dari jamaah Masjid Besar Al-Abrar, keluarga besar, kerabat dari Samata Kabupaten Gowa, serta para tetangga di kawasan Jalan Andi Tonro Makassar.
Di antara lantunan doa dan air mata yang mengalir, tersimpan sebuah pesan kehidupan: manusia boleh pergi meninggalkan dunia, tetapi amal kebaikan yang ditanam dengan ikhlas akan tetap hidup, menjadi cahaya yang menerangi perjalanan panjang menuju keabadian (sdn)
