SYAKHRUDDINNEWS.COM–Kamis kembali menyapa dengan langkah yang tenang. Mentari pagi perlahan menyingkap tabir awan, menumpahkan cahaya ke jalan-jalan yang mulai ramai oleh denyut kehidupan. Di sudut pasar yang menggeliat sejak dini hari, di pelabuhan yang sibuk menyambut kapal-kapal, hingga di ruang-ruang kerja yang kembali dipenuhi aktivitas, masyarakat menata harapan di tengah arus zaman yang terus bergerak.
Di panggung ekonomi dunia, angin sedang bertiup cukup kencang. Nilai tukar dolar Amerika Serikat menunjukkan penguatan yang membuat banyak negara menahan napas. Namun di tengah gelombang yang datang silih berganti itu, rupiah tetap memperlihatkan daya tahannya. Seperti pohon tua yang berakar kuat di tanah yang subur, mata uang bangsa ini masih berdiri tegak menghadapi terpaan badai, menjadi penanda bahwa fondasi ekonomi nasional tetap memiliki kemampuan untuk bertahan di tengah ketidakpastian global.
Sejarah mengajarkan bahwa setiap zaman selalu menghadirkan ujian dan tantangannya sendiri. Pada 11 Juni tahun 631, Kaisar Taizong dari Dinasti Tang mengirim emas dan sutra kepada bangsa Xueyantuo untuk menebus puluhan ribu rakyat yang diperbudak pada masa pergantian dinasti. Langkah kemanusiaan itu membebaskan sekitar 80.000 pria dan wanita dari belenggu penawanan, meninggalkan pesan bahwa kekuasaan yang dijalankan dengan kebijaksanaan dapat mengubah penderitaan menjadi harapan.
Tanggal yang sama pada tahun 1860 menjadi catatan penting dalam perjalanan sejarah Kalimantan. Residen Belanda di Banjarmasin, F.N. Nieuwenhuijzen, mengumumkan penghapusan kerajaan-kerajaan di Kalimantan, termasuk Kesultanan Banjar. Keputusan tersebut menandai perubahan besar dalam tata pemerintahan dan kehidupan politik di wilayah itu. Sementara pada 11 Juni 1964, Indonesia dan Belanda membentuk komisi bersama guna menyelesaikan sengketa Irian Barat sesuai Perjanjian New York 1962. Langkah diplomatik tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam meneguhkan kedaulatan atas seluruh wilayahnya.
Begitulah kehidupan berjalan. Ada masa ketika manusia berjuang membebaskan sesamanya dari penindasan, ada masa mempertahankan martabat bangsa melalui diplomasi dan pengorbanan, dan ada pula masa menghadapi gejolak ekonomi global yang datang tanpa diundang. Namun satu hal yang tidak pernah berubah: harapan selalu menemukan jalannya. Selama semangat kerja, persatuan, dan optimisme tetap terpelihara, setiap tantangan akan menjadi batu pijakan menuju masa depan yang lebih baik.
Semoga Kamis ini menghadirkan kesehatan, keberkahan, serta semangat baru untuk menuntaskan setiap amanah yang telah menanti.
Pantun Pembuka
Kamis pagi langit membiru,
Embun bening di pucuk cemara.
Meski dolar mengamuk melaju,
Rupiah teguh menjaga negara.
Dekan beserta seluruh Civitas Akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada Program Studi Jurnalistik atas raihan Akreditasi Unggul. Pencapaian prestisius ini menjadi bukti nyata komitmen dalam menjaga mutu pendidikan, pengembangan keilmuan, serta peningkatan kualitas layanan akademik. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi seluruh unsur program studi, mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga para mitra yang selama ini memberikan dukungan terbaik.
Raihan Akreditasi Unggul diharapkan semakin memperkuat posisi Prodi Jurnalistik FDK UIN Alauddin Makassar sebagai pusat pendidikan jurnalistik yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, baik pada tingkat nasional maupun internasional. Semoga capaian ini menjadi energi baru untuk terus melahirkan insan pers dan komunikasi yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan kemajuan peradaban.
Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 dilakukan setelah melalui evaluasi berkala sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Penyesuaian tersebut mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, harga pasar keekonomian, serta hasil koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator.
Pertamina menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga keberlanjutan pasokan energi, kualitas layanan, dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 meningkat dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Badan Pengelola Investasi Danantara membantah anggapan bahwa kenaikan harga Pertamax terjadi akibat kondisi kas PT Pertamina yang sedang mengalami kesulitan. Danantara menegaskan bahwa penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green merupakan keputusan bisnis yang mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah, hasil koordinasi dengan regulator, serta perkembangan harga minyak dunia dan dinamika pasar energi global.
Pihak terkait memastikan bahwa kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan distribusi BBM berkualitas kepada masyarakat, bukan karena persoalan likuiditas ataupun tekanan keuangan yang dialami Pertamina.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa keputusan menaikkan suku bunga merupakan langkah lanjutan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global, terutama yang dipicu oleh dinamika geopolitik di Timur Tengah. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing melalui imbal hasil yang lebih kompetitif.
Menurut Bank Indonesia, tekanan terhadap rupiah dalam beberapa pekan terakhir dipengaruhi oleh gejolak global, meningkatnya kebutuhan valuta asing di dalam negeri, serta keluarnya sebagian dana asing dari pasar keuangan nasional. Namun di balik tantangan itu, secercah optimisme mulai terlihat. Pelemahan dolar Amerika Serikat dan penurunan harga minyak dunia setelah muncul sinyal membaiknya hubungan Amerika Serikat dan Iran telah memberikan ruang bagi rupiah untuk kembali menguat.
Penguatan rupiah menjadi angin segar bagi perekonomian nasional setelah sebelumnya tertekan oleh kombinasi faktor eksternal dan arus keluar modal asing. Kini pelaku pasar menanti perkembangan inflasi global serta arah kebijakan bank-bank sentral dunia yang akan menjadi penentu pergerakan mata uang dan arus investasi pada bulan-bulan mendatang.
Sahabat Mozaik, Sampai di sini dahulu perjumpaan kita hari ini. Terima kasih atas kebersamaan Anda dalam menyimak beragam peristiwa dan informasi yang mewarnai perjalanan Kamis ini. Semoga setiap kabar yang tersaji tidak sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas cakrawala berpikir dan menguatkan langkah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
In syaa Allah, esok hari kami akan kembali hadir menemani Anda dengan berbagai informasi terkini, inspiratif, dan layak untuk diketahui. Mari saling mendoakan agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan.
Pantun Penutup
BBM naik mengikuti masa,
Pasar bergerak mencari arah.
Jangan lelah menanam asa,
Karena harapan selalu berlabuh di rumah.
Salam Tangguh : Syakhruddin Tagana


