SYAKHRUDDINNEWS.COM – Warga Jl. Andi Tonro II, Setapak 1 (Lorong Karaeng Gau), Kelurahan Pa’Baeng-Baeng Kecamatan Tamalate, dikejutkan oleh penemuan seorang perempuan lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dalam rumahnya, Jumat pagi, 14 November 2025.
Korban diketahui bernama Hj. Marpiani Sayani (82), akrab disapa Hj. Ani, seorang pensiunan Bank BNI 46 yang selama ini dikenal sebagai lansia mandiri dan tinggal seorang diri.
Awal Penemuan: Bau Menyengat dari Rumah Korban
Menurut Drs. Mustamin Tahir, mantan Ketua LPM Kelurahan Pa’Baeng-Baeng sekaligus tetangga dekat korban, peristiwa ini terungkap setelah ia mencium bau tak sedap dari arah rumah almarhumah.
“Saya curiga karena aromanya makin menyengat. Saat ponakannya datang, kami membuka pintu rumah dan menemukan beliau sudah dalam kondisi membengkak,” ujar Mustamin.
Jasad korban ditemukan di dalam kamar, tergeletak dekat lemari besar, dengan kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan. Bhabinkamtibmas bersama warga langsung menghubungi Tim Dokkes Polda Sulsel.
Setibanya di lokasi, Tim Dokkes melakukan identifikasi lengkap mulai dari pemeriksaan kondisi pintu, ruangan, hingga posisi tubuh korban. Setelah proses awal selesai, jenazah kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dikenal Sebagai Pribadi Mandiri dan Aktif Berolahraga
Meski hidup sendirian, Hj. Ani dikenal aktif beraktivitas. Sejumlah rekannya sesama lansia yang sering berolahraga di halaman Puskesmas Jongaya mengaku terkejut atas kepergian almarhumah.
“Hj. Ani itu orangnya mandiri. Bahkan dimasa aktif sering bawa mobil sendiri ke mana-mana,” kata Hj. Ati, tetangga dekatnya.
Ia menambahkan bahwa seminggu sebelumnya, almarhumah masih sempat singgah di rumahnya saat ada acara keluarga.
Namun, Hj. Ati sempat merasa curiga saat melihat kondisi fisik almarhumah terakhir kali. “Saya pegang badannya, panas sekali. Saya tanya, ‘Sakitki bu Ani?’ Dijawabnya, ‘Iya Bu Andi, agak demam sedikit,’” ungkapnya.
Ponakan almarhumah yang tinggal di Jl. Baji Gau menyampaikan bahwa ia biasa berkunjung tiga hari sekali. Namun, pada kunjungan terakhir, kondisi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Setelah proses evakuasi selesai, pihak keluarga langsung mengunci rumah dan mengamankan barang milik almarhumah.
Hj. Ani diketahui belum pernah menikah dan hidup mandiri sejak muda. Warga mengenalnya sebagai sosok lansia disiplin dan berasal dari Palopo.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian terhadap lansia yang hidup sendiri agar kejadian serupa tidak terulang, Selamat Jalan Hj. Ani, Innalillahi wa innailahi rajiun (sdn)





