SYAKHRUDDINNEWS.COM – Dalam sebuah organisasi sosial yang baru bertumbuh, dibutuhkan komitmen dan kerja sama antar anggota. Hal ini juga berlaku bagi kami di lingkungan Lembaga Lanjut Usia Indonesia (LLI) Provinsi Sulawesi Selatan.
Suatu ketika, dalam sebuah rapat yang dihadiri bersama, telah disepakati bahwa pada acara pesta yang dilaksanakan oleh Ketua LLI Sulsel, seluruh anggota akan hadir dengan mengenakan pakaian seragam organisasi. Keputusan itu diambil secara bulat oleh semua peserta rapat, kegiatan pesta yang berlangsung di Balai Kencana Jalan Dr. Ratulangi Makassar, Minggu 7 September 2025, menampilkan seraga organisasi yang sangat anggun.
Namun, ironisnya dalam pelaksanaan, masih ada anggota yang tidak mematuhi kesepakatan tersebut. Akibatnya, muncul bisik-bisik di kalangan anggota: “Kok bisa begini? Kita kan sudah sepakat, kenapa justru ada yang melanggar?”
Tidak hanya itu, sebelumnya juga pernah ada kesepakatan bahwa informasi yang tidak berkaitan dengan kegiatan LLI Sulsel—misalnya kegiatan organisasi lain—tidak perlu dipublikasikan melalui saluran grup LLI Sulsel. Namun kenyataannya, pernah ada anggota yang melanggar hal itu, sehingga menimbulkan reaksi dan kritik dari anggota lain.
Sesungguhnya, inti dari semua ini adalah pentingnya kedisiplinan dalam berorganisasi. Setiap keputusan bersama hendaknya dihormati dan dilaksanakan dengan konsekuen.
Masih segar dalam ingatan kita peristiwa di sebuah organisasi sosial, ketika hanya karena satu orang tidak mengenakan seragam, sang Ketua langsung mengusir anggota tersebut keluar dari lapangan. Peristiwa itu meninggalkan kesan yang mendalam bagi yang bersangkutan, juga bagi anggota lain yang menyaksikan.
Hari ini, di LLI Sulsel, kita menghadapi situasi yang serupa. Namun, tidak perlu ada pengusiran seperti yang pernah terjadi. Cukuplah hal itu menjadi catatan bersama bahwa setiap kesepakatan harus ditaati dan dihormati. Sebab, bila bukan kita sendiri yang menghargai keputusan bersama, lalu siapa lagi yang akan menghargainya?
Dan bila pada akhirnya sebuah kesepakatan tidak lagi dianggap penting, maka untuk apa mempertahankan sebuah organisasi? Lebih baik bubar, lalu masing-masing menjadi “manusia merdeka” yang tidak lagi terikat oleh komitmen bersama.
Semoga renungan ini menjadi pelajaran berharga dalam perjalanan organisasi kita ke depan, bahwa disiplin organisasi adalah kunci keberhasilan.




