SYAKHRUDDINNEWS.COM – Kurangnya informasi yang utuh mengenai pelaksanaan kegiatan Tudang Sipulung Shelter Warga se-Kota Makassar telah menimbulkan sejumlah pertanyaan di kalangan anggota shelter, yang kini telah mencapai 95 titik se-Kota Makassar.
Pertanyaan itu wajar muncul dan perlu direspons dengan bijaksana, tanpa menimbulkan kesalahpahaman atau rasa kurang nyaman, baik bagi yang bertanya maupun yang menjawab.
Kegiatan ini sejatinya bukan agenda baru. Ia merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Agustus, sebagai ajang silaturahmi dan penguatan jejaring antarpengurus Shelter Warga Kota Makassar.
Sebuah ruang bertemu, berbagi, dan saling mengenal satu sama lain dalam suasana non-formal, yang tetap membawa semangat pelayanan sosial di tengah masyarakat.
Struktur Panitia dan Lokasi Kegiatan
Kegiatan ini diberi nama Tudang Sipulung Shelter Warga se-Kota Makassar dan pelaksanaannya dijadwalkan pada 23–24 Agustus 2025, bertempat di Villa Permata Indah Resort, sekitar 700 meter dari pintu masuk Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa.
Lokasi ini berjarak ±30 km dari Kota Makassar, yang ditempuh dalam waktu sekitar satu jam tergantung arus lalu lintas.
Panitia pelaksana telah dibentuk melalui konsultasi dan komunikasi via whatsApp sejulah Ketua Shelter. Sebagai ketua panitia dipercayakan kepada Ilham Amil Ishak (Ketua Shelter Warga Bontoduri), sekretaris H. Syakhruddin DN (Shelter Pa’Baeng-Baeng), dan bendahara Sumarni B. Jufri (Shelter Tamamaung), dibantu sejumlah anggota panitia lainnya.
Pembiayaan dan Peserta
Karena ini merupakan kegiatan “dari shelter untuk shelter”, maka biaya sepenuhnya dibebankan pada kontribusi peserta dan kegiatan ini menjadi salah satu bentuk untuk relaksasi dari kegiatan rutin, berupa penanganan kasus dan aneka persoalan sosial kemasyarakatan.
Setiap shelter diharapkan mengutus tiga orang peserta, dengan kontribusi per orang sebesar Rp100.000. Shelter yang ingin mengirim lebih banyak anggota dibatasi maksimal lima orang. Dengan demikian, estimasi peserta mencapai 300 orang, termasuk panitia dan jajaran DP3A.
Fasilitas Akomodasi dan Solusi Lapangan
Dengan jumlah peserta yang besar, tentu menjadi tantangan tersendiri bagi panitia dalam menyediakan akomodasi. Tidak semua peserta bisa tertampung di kamar-kamar villa.
Namun, panitia telah menyiapkan opsi lain: beranda depan, taman terbuka, hingga masjid di lokasi dan lingkungan sekitar. Bagi yang membawa tenda keluarga, disilakan mendirikan tenda untuk sekadar beristirahat semalam dari pukul 23.00 hingga 05.00 Wita, Ini sekaligus menjadi ajang refleksi dan latihan menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru.
Kegiatan malam akan diisi dengan hiburan seperti karaoke dan pertandingan domino, menciptakan keakraban dan keseruan tersendiri, menyiapkan hadiah bagi pemenang.
Teknis Keberangkatan dan Konsumsi
Keberangkatan direncanakan pada 23 Agustus 2025 pukul 08.00 WITA dari halaman UPTD DP3A Jalan Nikel No. 1 Makassar. Panitia menyiapkan bus bagi peserta. Bagi yang memilih naik kendaraan pribadi atau motor, dipersilakan, dengan catatan tetap mengutamakan keselamatan diri karena jika terjadi sesuatu di jalan, maka menjadi tanggung jawab bersama.
Untuk konsumsi, panitia hanya dapat menyediakan sarapan dan makan siang pada hari kedua, sedangkan makan siang dan malam di hari pertama menjadi tanggung jawab masing-masing shelter. Di sinilah semangat kebersamaan benar-benar diuji dan dijunjung tinggi.
Seragam dan Dokumentasi
Soal kostum, untuk hari keberangkatan disarankan mengenakan kaos hitam atau sesuai kesepakatan shelter masing-masing. Sementara untuk kegiatan senam di hari kedua, peserta diminta mengenakan kaos merah dan celana putih atau atribut dengan nuansa merah-putih, sebagai bentuk semangat HUT Kemerdekaan RI ke-80 Tahun 2025.
Seksi dokumentasi akan mengatur pengambilan gambar agar tetap seragam dan menarik untuk laporan serta dokumentasi kegiatan.
Mari Jaga Semangat Positif
Semua informasi dan komunikasi kegiatan ini disalurkan melalui grup WhatsApp resmi panitia. Diharapkan setiap pertanyaan, kritik, atau candaan disikapi dengan kepala dingin dan penuh semangat kekeluargaan.
Panitia diimbau tidak reaktif, karena semua masukan adalah bagian dari proses menuju kegiatan yang sukses.
Acara ini adalah kerja kolektif kita semua. Dan meskipun DP3A sebagai pembina teknis memiliki peran penting, keberhasilan kegiatan ini pada akhirnya menjadi gambaran semangat dan kolaborasi seluruh Shelter Warga Makassar.
Sebagaimana pepatah, “Ambil tanganku, kuambil tanganmu,” mari bersama membangun harmoni dalam keberagaman dan memperkuat ketangguhan sosial kita.
Bagi sahabat shelter yang berhalangan hadir karena alasan tertentu seperti tugas luar kota atau kondisi kesehatan, panitia memahami dan mengajak untuk tetap mendoakan kelancaran acara. Insya Allah, masih ada kesempatan lain di tahun mendatang dengan panitia yang baru dan semangat yang tak pernah padam.
Penutup
Ketua panitia Ilham Amil Ishak bersama seluruh jajaran siap menerima saran dan masukan demi kesuksesan kegiatan ini.
Kegiatan Tudang Sipulung menjadi ruang yang meneguhkan kembali bahwa Shelter Warga adalah garda terdepan pelayanan sosial, bekerja senyap namun berdampak, tanpa perlu sorotan kamera dan publikasi yang hingar bingar, karena bagi kita semua, pengabdian sejati tak selalu butuh panggung besar.
Wallahu a’lam (by.syakhruddin.dn)
