SYAKHRUDDINNEWS.COM – Fenomena sound horeg tengah menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan hangat di berbagai kalangan masyarakat, terutama di wilayah Jawa Timur. Di satu sisi, sound horeg dianggap sebagai bagian dari hiburan rakyat yang meriah, namun di sisi lain, keberadaannya dinilai mengganggu ketenangan dan bahkan membahayakan kesehatan.
Asal Usul Sound Horeg
Pertanyaan pun muncul: kapan sebenarnya sound horeg mulai muncul? Mengutip Gramedia, sistem audio ekstrem ini sudah dikenal sejak tahun 2014, bermula dari sebuah pawai di Kabupaten Malang yang menggunakan perangkat audio berukuran besar dan menghasilkan suara sangat keras.
Kata “horeg” sendiri merupakan singkatan dari “horor dan greget”, atau bisa juga diartikan sebagai “bergetar” karena kekuatan suaranya yang membuat tanah dan dada ikut bergetar. Seiring waktu, sound horeg menjadi elemen utama dalam berbagai acara komunitas, pawai, dan festival desa di sejumlah daerah Jawa Timur.
Pro-Kontra di Masyarakat
Kritik terhadap penggunaan sound horeg terus bermunculan. Salah satu kasus yang paling mencolok terjadi di Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kepala desa setempat sampai harus mengeluarkan surat edaran menjelang pelaksanaan “Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol. 5” yang menghadirkan sound horeg.
Dalam surat itu, warga yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, dan anggota keluarga yang sedang sakit diminta untuk mengungsi sementara waktu demi menghindari dampak buruk dari paparan suara keras tersebut.
Tak hanya itu, beredar pula video yang memperlihatkan sound horeg menghasilkan suara hingga 130 desibel—padahal ambang batas aman bagi telinga manusia adalah di bawah 70 desibel. Paparan jangka panjang di atas 85 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
Ciri Khas Sound Horeg
Apa yang membedakan sound horeg dengan sistem audio biasa? Berikut ciri-cirinya:
Ukuran dan Skala Besar
Sound horeg biasanya terdiri atas puluhan speaker besar yang disusun menjulang tinggi. Kerap dibawa menggunakan truk atau mobil pick-up dalam pawai keliling.Suara Sangat Keras dan Menggelegar
Suara yang dihasilkan mampu mencapai radius 5–7 kilometer, menimbulkan efek getaran yang terasa hingga ke dalam tubuh.
Digunakan dalam Acara Komunitas
Pawai desa, festival rakyat, hingga hajatan lokal menjadikan sound horeg sebagai magnet hiburan dan daya tarik utama.
Dekorasi yang Mencolok
Sistem ini sering dihiasi lampu kelap-kelip, layar LED, dan ornamen warna-warni yang menambah daya visual terutama di malam hari.
Biaya Sewa Fantastis
Harga sewa sound horeg bervariasi, tergantung ukuran dan penyedia jasa. Biaya sewanya bisa mencapai puluhan juta rupiah untuk satu kali acara.
Menuju Regulasi yang Bijak?
Fenomena ini memunculkan dilema. Di satu sisi, sound horeg menjadi simbol kreativitas warga desa dalam menggelar acara meriah. Namun di sisi lain, dampak negatif terhadap kesehatan dan kenyamanan masyarakat tidak bisa diabaikan.
Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pegiat seni perlu duduk bersama menyusun regulasi yang bijak: bagaimana tetap melestarikan hiburan rakyat tanpa mengorbankan kesehatan dan ketenteraman umum (sdn)
