SYAKHRUDDINNEWS.COM – Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan, AKP Ulil Riyanto Anshari, tewas setelah ditembak oleh rekan sesama polisi, AKP Dadang Iskandar, pada Jumat dini hari, 22 November 2024, sekitar pukul 00.15 WIB. Peristiwa tragis ini terjadi di tengah konflik internal terkait penindakan tambang ilegal di wilayah Solok Selatan.
AKP Dadang Iskandar, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan, diduga bertentangan dengan langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh AKP Ulil.
“Saat melakukan kegiatan [penindakan] ini, tanpa diduga sebelumnya, salah satu perwira dalam posisi kontra terhadap penegakan hukum,” ujar Kapolda Sumatra Barat, Inspektur Jenderal Suharyono, dalam konferensi pers di Padang pada Jumat, 22 November 2024.
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Indira Suryani, turut menyuarakan desakan agar kasus ini diungkap secara transparan. Ia menekankan pentingnya investigasi terkait dugaan konflik kepentingan yang melibatkan anggota kepolisian dalam aktivitas tambang ilegal.
Keinginan Mundur dari Kepolisian
Sebelum kejadian penembakan, AKP Ulil sempat mengutarakan keinginan untuk mundur dari kepolisian kepada ibunya, Cristina Yun Abubakar. Percakapan tersebut terjadi sekitar tiga bulan yang lalu.
“Kalau tidak salah tiga bulan yang lalu, katanya, ‘Saya mau keluar dari polisi, apa Mama mengizinkan?’” ungkap Cristina di rumah duka pada Jumat, 22 November 2024.
Cristina mencoba meyakinkan anaknya untuk tetap bertahan dalam profesi tersebut. “Jangan keluar dari polisi, karena itu masa depanmu. Itu kebaikan Tuhan buat kamu. Syukuri apa yang Tuhan berikan,” katanya. Meski demikian, AKP Ulil tidak pernah menjelaskan alasan di balik keinginannya untuk mundur. “Dia cuma bilang, ‘Iya, Ma. Terima kasih banyak. Nanti saya cerita lagi,” tambah Cristina.
Cristina mengaku bahwa setelah percakapan tersebut, ia sering merasa gelisah, menduga bahwa anaknya mungkin berada dalam tekanan di tempat tugas. “Jadi, memang setelah itu saya selalu galau. Anakku di sana pasti dalam tekanan, mungkin,” ujarnya.
Sosok yang Taat Beribadah
AKP Ulil dikenal sebagai sosok yang taat beribadah dan memiliki dedikasi tinggi terhadap tugasnya sebagai abdi negara. Sebelum penembakan terjadi, ia dikabarkan sempat mencurahkan isi hatinya kepada sang ibu, menyatakan bahwa tugas yang diembannya terasa terlalu berat.
Jenazah AKP Ulil Riyanto akan diterbangkan dari Jakarta dan tiba di Makassar pada Sabtu, 23 November 2024, sekitar pukul 02.00 WITA untuk disemayamkan di rumah duka.
Penyelidikan Berlanjut
Peristiwa penembakan ini menimbulkan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar terkait penyebab sebenarnya. Pihak Polda Sumatra Barat berjanji akan mengusut kasus ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri motif di balik tindakan AKP Dadang Iskandar. Publik berharap agar kasus ini menjadi momen refleksi untuk memperbaiki integritas dan profesionalitas institusi kepolisian (sdn)
