SYAKHRUDDIN.COM – Pernyataan ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Jusman Iskandar, MS di hadapan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Social Worker Indonesia dan para tamu undangan di Hotel Alauddin Convention, Jalan St. Alauddin Makassar, pada Ahad, 23 Juni 2024.
Prof. Jusman menegaskan bahwa dalam menuntut ilmu, kita harus berlapang dada. Selain itu, menyampaikan pesan agama bukan hanya tugas para ustaz atau kyai, tetapi juga merupakan tanggung jawab social worker, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Mujadalah ayat 10.
Social Worker Indonesia hadir untuk pengembangan masyarakat, mengimplementasikan teori tentang CO-CD (Community Organization dan Community Development) yang belum banyak digarap oleh para social worker.
Selama ini, fokus kita lebih banyak pada penerapan konsep micro dan mezzo yang berfokus pada individu dan kelompok. Tantangan ke depan adalah bagaimana mengembangkan skala yang bersifat macro bersama rekan sejawat se-Indonesia, agar mampu dan mau mengembangkan penanganan CO-CD ini, secara bersama-sama.
Kolaborasi dan Kerjasama ; Saat ini, bukan lagi waktunya bekerja sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi dan kerjasama dengan mitra, baik dari pemerintah maupun lembaga donor luar negeri.
Menanggapi pertanyaan Ketua DPW SWIPAM Sulsel, mengenai Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI), Prof. Jusman menjelaskan bahwa Kemenkumham belum mengeluarkan surat keputusan terkait perubahan nama.
Oleh karena itu, pengurus disarankan untuk kembali mengadakan kongres luar biasa guna mendapatkan legitimasi dari Kemenkumham. Yang terpenting, antara IPSPI dan SWIPAM tidak ada masalah. Mari kita bersama-sama mengembangkan profesi ini demi kesejahteraan masyarakat.
Harapan untuk DPW SWIPAM Sulsel ; Prof. Jusman berharap agar DPW SWIPAM Sulsel terus mengembangkan kemitraan dan berkoordinasi dengan pengurus SWIPAM di provinsi-provinsi lain di Kawasan Timur Indonesia.
Dalam waktu dekat, DPW SWIPAM Sulawesi Utara akan dilantik, diikuti oleh Sulawesi Tenggara dengan Zainal Abidin sebagai motor penggerak, dan Gorontalo dengan Fauzi Habibie.
DPW SWIPAM Sulawesi Tengah di Palu juga diharapkan dapat mencontoh kepengurusan di Sulawesi Selatan, yang anggotanya terdiri dari mahasiswa, purnabakti Kemensos, social worker yang mengabdi di lembaga sosial, serta dosen-dosen pada Jurusan Kesejahteraan Sosial.
Penamaan Profesi Social Worker ; Untuk mencegah kerancuan profesi, Prof. Jusman berpendapat bahwa istilah “Social Worker” harus tetap digunakan, sama seperti “Dokter” yang tidak mau disebut Tabib. Psikolog juga lebih nyaman dengan profesinya daripada disebut ahli jiwa.
Penyerahan Kartu Anggota SWIPAM : Pada kesempatan tersebut, Kartu Anggota SWIPAM diserahkan kepada 30 orang yang sudah melengkapi persyaratan.
Bagi mahasiswa semester V Prodi Kesos, DPW SWIPAM Sulsel juga dapat membuatkan kartu anggota sebagai Divisi Muda SWIPAM, sehingga setelah lulus mereka memiliki pemahaman yang komprehensif di bidang profesi pekerjaan sosial.
Di akhir sambutannya, Ketua DPP SWIPAM berharap agar social worker di Makassar, terus memajukan masyarakat sebagaimana yang telah diamalkan oleh para ilmuwan muslim. Etika dalam profesi social worker merupakan bagian dari ilmu pengetahuan dan etika.
Untuk pengembangan DPW SWIPAM, pengurus diharapkan terus bekerja secara tim, mengembangkan keanggotaan, dan berkolaborasi dengan institusi dan lembaga lain, seperti Baznas dan lembaga donor, baik nasional maupun internasional.
Social worker memiliki ilmu untuk menggali potensi organisasi kemasyarakatan, sementara lembaga-lembaga tersebut memiliki pendanaan yang memadai, ayo mari menjalin kerjasama untuk menyelesaiakan permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat, menggali potensi mereka, mengorganisasikannya dengan solid, agar mampu hidup mandiri bukan berpangku tangan dan hanya menanti bantuan sosial dari pemerintah (sdn)




Alhamdulillah. Selamat kepada seluruh Pengurus DPW SWIPAM SULSEL yang baru dilantik. Selamat Berkarya memberikan yang terbaik.
Terima kasih dan sama sama sukses