Di pangkuan senja yang merangkak sunyi, Mengalir kenangan di hati yang abadi, Tanri Abeng, sang pejuang negeri, Meninggalkan jejak di bumi pertiwi.
Seorang pengusaha, mantan menteri, Pendayagunaan BUMN, di era penuh arti, Orde Baru, masa berganti, Ia berkarya dengan penuh dedikasi.
Pada usia delapan puluh dua tahun, Di bulan Juni yang mendayu, Tanri Abeng berpulang dalam tenang, Meninggalkan warisan, kenangan tak hilang.
Jiwa besar, semangat tak pernah padam, Membangun bangsa, tak kenal lelah, Kini dia tenang, di pangkuan alam, Selamat jalan, pahlawan penuh tabah.
Masa lalu yang penuh warna, Menjadi cerita dalam ingatan, Selamat tinggal, Putera Selayar Tanri Abeng, Namamu abadi dalam setiap hembusan angin.
Dari derap langkah di dunia bisnis, Hingga meja kabinet yang penuh tantangan, Tanri Abeng, pemimpin yang tangguh, Menyisakan warisan yang tak tergantikan.
Kini kami mengenangmu dengan hormat, Mengiringi doa, memohonkan damai, Tanri Abeng, sosok penuh makna, Selamat jalan, dalam keabadian yang indah.