SYAKHRUDDIN.COM – Alvin Lie, seorang pemerhati penerbangan, menyarankan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keselamatan penerbangan dan mencegah insiden serupa seperti yang terjadi pada Batik Air.
Ia mengemukakan bahwa perlu ada perbaikan dalam sistem interaksi antara awak kabin dan pilot, terutama selama penerbangan tengah malam atau dini hari. Kunjungan awak kabin ke kokpit, menurutnya, perlu ditingkatkan secara signifikan.
“Perlu ada peningkatan dalam jadwal kunjungan awak kabin ke kokpit, terutama pada penerbangan tengah malam atau dini hari. Saya mengusulkan bahwa pada penerbangan normal, kunjungan tersebut dilakukan setiap 30 menit, namun untuk penerbangan tengah malam, perlu dipercepat menjadi setiap 15 menit,” ujar Alvin Lie dalam pernyataannya yang dikutip dari akun pribadinya pada Minggu, 10 Maret 2024.
Menurut Alvin, insiden pada Batik Air ID6723 pada tanggal 25 Januari 2024, yang melibatkan pilot dan kopilot yang tertidur selama 28 menit dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta, dapat diatributkan pada fatigue mental.
Meskipun alokasi waktu istirahat bagi pilot memenuhi standar regulasi, kualitas istirahat yang tidak memadai mengakibatkan kebugaran fisik dan mental yang kurang optimal, sebagaimana dilansir dilaman berita satu.
“Shift kerja pada jam-jam tengah malam atau dini hari dapat mengganggu metabolisme tubuh pilot, sehingga insiden seperti ini harus dianggap sebagai sinyal peringatan. Semoga insiden ini bukanlah hanya puncak gunung es,” tambahnya.
Alvin Lie juga menekankan perlunya kajian lebih lanjut tentang pola shift dan pemantauan kualitas istirahat bagi awak pesawat, baik pilot maupun awak kabin.
Ia menyarankan agar maskapai dan regulator secara sistematis melakukan pemantauan terhadap kebugaran mental awak pesawat, melibatkan tidak hanya aspek fisik tetapi juga aspek psikiatri.
“Maskapai dan regulator harus secara rutin memantau kebugaran mental awak pesawat. Pemeriksaan medis tidak hanya boleh terbatas pada aspek fisik, tetapi juga harus melibatkan aspek psikiatri,” ungkapnya.
Sebelumnya, Laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyoroti bahwa pilot dan kopilot Batik Air tertidur selama 28 menit dalam penerbangan dari Kendari ke Jakarta.
KNKT menekankan pentingnya implementasi prosedur ketat untuk pemeriksaan kokpit dan memastikan bahwa pilot beserta awak kabin memiliki waktu istirahat yang memadai sebelum setiap penerbangan (sdn)
