SYAKHRUDDIN.COM – Pimpinan Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Pusat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak (PPRSA) Inang Matutu, Membangun Kebersamaan dan Kemitraan untuk Layanan Anak Bermasalah Sosial
Pada tanggal 28 November 2023, Herlina Pakiding, SE, M.AP, Pimpinan Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Pusat Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak (PPRSA) Inang Matutu, beserta dua stafnya, Hj. Fitra Dewy dan Al-Asma Abubakar, melakukan kunjungan ke ibu Lisnawati bernama Hj. Nurlia Syakhruddin (64), yang tengah dirawat di Kamar VIP Ibis Lantai 4 Kamar 2, RS. Bhayangkara, Jln. Mappaoddang Makassar.
Kunjungan ini tidak hanya sebagai bentuk silaturahmi, namun juga sebagai upaya mempererat ikatan keluarga, sekaligus bertemu dengan H. Syakhruddin.DN, Mantan Kabid Linjamsos Dinsos Prov.Sulsel, yang telah memasuki masa purnatugas selama 10 tahun, terhitung sejak 5 Januari 2013.
Dalam percakapan singkat, Herlina membagikan pengalaman seputar profesinya yang telah lama ia geluti, terutama selama menjabat sebagai orang nomor satu di PPRSA Inang Matutu.
Herlina, yang sebelumnya berkiprah di Bappeda Prov.Sulsel, menceritakan aktivitas kesehariannya dan peranannya dalam mengelola PPRSA Inang Matutu.
Sementara itu, Syakhruddin berbagi nostalgia mengenai awal pembentukan unit layanan ini yang awalnya dikenal sebagai Taman Penitipan Anak (TPA) Inang Matutu, dirancang untuk memberikan layanan kepada anak-anak yang orang tuanya bekerja di instansi pemerintah atau perusahaan swasta, kondisi itu sekitar 20 tahun yang lalu.
Seiring berjalannya waktu, terutama di era otonomi daerah, Inang Matutu berkembang menjadi salah satu pusat pelayanan rehabilitasi sosial anak (PRSA) dengan fokus pada berbagai dimensi permasalahan anak. Layanan ini menjadi penting bagi warga kota dengan pelibatkan pekerja sosial di bidang anak.
Sebagai bagian dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Dinsos Prov Sulsel, Inang Matutu memiliki 37 Aparatur Sipil Negara, termasuk pekerja sosial spesialisasi di bidang anak.
Herlina sebagai pemimpin UPT, terus berusaha meningkatkan kualitas layanan dengan konsep kebersamaan, yang diimplementasikan melalui pertemuan rutin.
Dengan tujuan dan sasaran yang jelas, Herlina menekankan pentingnya bekerja dalam kebersamaan sesuai dengan tugas masing-masing.
Dia mengatakan, “Masih banyak tantangan yang kita hadapi di masa mendatang, kesiapan Inang Matutu untuk menjadi garda terdepan dalam layanan anak yang bermasalah sosial, perlu didukung dengan tim yang solid dan kemitraan yang dibangun dengan pihak lain.”
Herlina menyimpulkan dialognya karena harus menuju Jakarta untuk melanjutkan kegiatan dinas. Semangat pembangunan dan penguatan layanan anak Inang Matutu diharapkan terus berlanjut, didukung oleh kerjasama yang solid dan kemitraan yang kuat dalam memecahkan berbagai tantangan di bidang rehabilitasi sosial anak (*)
