SYAKHRUDDIN.COM – Forum Grup Diskusi (FGD) mengenai persampahan di Kota Makassar dengan tema “Kendalikan Sampah Plastik” telah berlangsung di Hotel Horison Ultima, Jalan Jend. Sudirman No 24, Makassar pada hari Jumat, 16 Juni 2024.
FGD ini dihadiri oleh 60 peserta dari berbagai unsur, termasuk pengurus masjid dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Makassar, dari Masjid Besar Al-Abrar diwakili, H.Syakhruddin.DN dan Muhammad Sakir serta Kahar dari Al-Markaz yang bertemu di ruang pertemuan FGD.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar sebagai upaya untuk meningkatkan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan lingkungan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang lingkungan hidup untuk lembaga kemasyarakatan. FGD tersebut berlangsung selama sehari penuh.
Pada acara tersebut, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar diwakili oleh Kabid Bidang Persampahan, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas, Taufik Jabbar dan acara pembukaan diawali dengan pembacaan doa.
Taufik Jabbar membacakan sambutan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang menyampaikan bahwa, pengelolaan sampah plastik di Kota Makassar telah mencapai 16 persen dari total sampah yang dihasilkan.
Oleh karena itu, ajakan dan himbauan untuk membatasi penggunaan sampah plastik perlu terus disuarakan, terutama menjelang pelaksanaan Idul Adha tahun ini.
Para pengurus masjid juga diharapkan dapat menggunakan kantong plastik untuk daging qurban dengan bijaksana.
Pada acara FGD ini, terdapat tiga narasumber yang dihadirkan, yaitu Dr. Azri Rasul, SKM, M.Si., MH, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma) KLHK.
Irwan Ridwan Rahim dari Departemen Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dan H. Irman, S.Ag, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar.
Ketiga narasumber ini menyampaikan cara-cara untuk mengendalikan sampah plastik di Kota Makassar.
Dr. Azri Rasul dalam paparannya mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar kedua di dunia setelah China.
Setiap harinya, sekitar 900 ton sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, dan sekitar 16 persennya adalah sampah plastik, atau diperkirakan sekitar 144 ton plastik per hari.
Para narasumber mengajak mahasiswa dan pengurus masjid agar bijak dalam menggunakan peralatan dan membuang sampah plastik dengan memilih dan memilah sejak dari rumah tangga.
Guna membangkitkan kesadaran peserta, panitia FGD membawa mereka ke lokasi TPA Tamangapa, tempat pembuangan akhir sampah, untuk melihat secara langsung, bagaimana sampah plastik yang diangkut ke TPA Tamangapa sejak tahun 1994 menempati kawasan seluas 16 hektar.
Para peserta tiba di lokasi tersebut menggunakan dua bus pariwisata dengan memakai masker ganda yang disediakan oleh panitia.
Bagi beberapa peserta, ini adalah pertama kalinya mereka melihat kondisi lapangan di TPA Tamangapa.
Dalam diskusi informal di lokasi, para peserta berkomitmen untuk mengaktifkan bank sampah, termasuk di kampus-kampus, dan pengurus masjid bertekad untuk menyampaikan kepada warga agar memilih dan memilah sampah plastik sebelum membuangnya ke tempat sampah, sehingga nantinya petugas viar dan truk sampah dapat mengangkutnya ke TPA Tamangapa yang semakin terus bertambah tinggi (sdn)









