SYAKHRUDDIN.COM – Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa Jepang menjadi negara pemberi utang terbesar bagi Indonesia pada bulan Maret 2023, sementara China menempati posisi keempat.
Jepang menduduki peringkat pertama dengan pinjaman sebesar US$8,5 miliar atau sekitar Rp127,1 triliun. Jumlah ini mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang sebesar US$8,4 miliar.
Setelah Jepang, ada Jerman yang meminjamkan US$3,8 miliar atau sekitar Rp57,6 triliun kepada Indonesia. Selanjutnya, Prancis meminjamkan US$2,4 miliar atau sekitar Rp35,8 triliun.
China menempati posisi keempat sebagai negara pemberi utang terbesar bagi Indonesia dengan pinjaman sebesar US$1,3 miliar atau setara dengan Rp20,4 triliun.
Australia mengikuti di posisi kelima dengan pinjaman sebesar US$1,1 miliar atau sekitar Rp17,1 triliun.
Berikut adalah 10 negara pemberi utang terbesar kepada Indonesia pada bulan Maret 2023:
Jepang sebesar US$8,5 miliar (Rp127,1 triliun)
Jerman sebesar US$3,8 miliar (Rp57,6 triliun)
Prancis sebesar US$2,4 miliar (Rp35,8 triliun)
China sebesar US$1,3 miliar (Rp20,4 triliun)
Australia sebesar US$1,1 miliar (Rp17,1 triliun)
Korea Selatan sebesar US$867 juta (Rp12,9 triliun)
Negara lainnya di Amerika sebesar US$809 juta (Rp12 triliun)
Singapura sebesar US$513 juta (Rp7,6 triliun)
Negara lainnya di Eropa sebesar US$354 juta (Rp5,2 triliun)
Hong Kong sebesar US$317 juta (Rp4,7 triliun)
Data dari BI mencatat bahwa utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir kuartal I 2023 mencapai US$402,8 miliar atau sekitar Rp5.961,4 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.800 per dolar AS). Jumlah ini mengalami kontraksi sebesar 1,9 persen (year on year/yoy), melanjutkan tren kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 4,1 persen yoy.
Sementara itu, posisi ULN pemerintah pada kuartal I 2023 mencapai US$194,0 miliar atau mengalami kontraksi sebesar 1,1 persen yoy. Angka ini lebih rendah dibandingkan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang mencapai 6,8 persen yoy (sdn)
