SYAKHRUDDIN.COM – Nama lengkapnya, Saharia Binti Tob0 (54), beralamat di BTN Batangase Maros. Rabu 5 April 2023 memeriksakan diri di Klinik RS Salewangan karena mengalami keluhan pada bagian dada dan agak sesak kalau bernafas.
Saat memeriksakan diri di Klinik, dirujuk ke bagian perawatan RS Salewangan, langsung dilarang pulang, Rabu 5 April 2023.
Setelah memasuki hari kedua, Jumat 7 April 2023, mulai malas makan, dan hanya slang monitor jantung, yang terlihat kadang tinggi lalu drop perlahan-lahan.
Kepada suaminya, minta dibangunkan untuk duduk sejenak, karena merasa capek tidur. Sesudah sholat Jumat, kondisinya terus menurun, hingga memasuki waktu Subuh di hari Sabtu 7 April 2023, almarhumah menghembuskan nafas terakhir, disisi suami dan anak gadisnya Imma, yang selalu setia mendampingi hingga akhir hayatnya, innalillahi wa inna ilahi rajiun.
Almarhumah sebagai seorang kader andalan, meninggalkan seorang suami bernama Harun dan tiga orang anak, dua putra dan satu putri.
Berita duka yang sampai kepada Ketua ORT 002 ORW 07 Kel. Pa’Baeng-Baeng, seusai sholat subuh di Anjungan Losari, dalam acara Gerakan Makassar Sholat Subuh berjamaah.
Sayang acara di anjungan tidak berlangsung lancar, karena hujan turun membasahi anjungan Pantai Losari dan jamaah berlarian mencari perlindungan, sebagian langsung pulang ke rumah masing-masing.
Penulis lalu berkunjung ke rumah saudaranya di Jalan Bontoduri I, konsultasi dengan saudara-saudara dan kemenakannnya.
Akhirnya disepakati, bahwa almarhumah akan dilakukan pemulasaran jenazah, dirumah kediaman orang tua. Terlebih almarhumah, kalau di Perumahan Batangase, banyak yang belum tahu alamatnya, kalaupun harus kesana, memerlukan persiapan dan perjalanan yang panjang dan berliku.
Setelah menelpon sang suami di RS Salewangan, juga menyetujui untuk dimakamkan di Pekuburan Lempong Jalan Andi Tonro Makassar.
Segera setelah kesepakatan keluarga, para pemuda Lorong satu bergerak. Dibawah koordinasi Ananda Dian dan kawan-kawan, mereka serentak bergerak, ada yang memasang tenda biru, ada yang memasang bendera putih di ujung masuk Lorong I.
Sebagianmenjemput alat mandi jenazah di Masjid Besar Al-Abrar. Dua orang bertugas menghubungi petugas penggali kubur, dimintai bayaran Rp2 juta, kemudian disetujui dan diselesaikan oleh kakaknya bernama Namir.
Dibawah Koordinasi ketua ORT 002, tim bergerak cepat, menghubungi juru mandi jenazah, membeli papan dan balok nisan untuk keperluan penguburan.
Sementara kader lainnya, Erniyati menghubungi Yayasan Akbar Daeng (YAD) untuk mendapatkan pembungkus jenazah, serta kendaraan ambulans gratis, lalu mengumumkan pada Masjid Besar Al-Abrar, Jalan St. Alauddin No 82 Makassar.
Setelah semua beres, jenazahpun tiba di rumah duka, disambut isak tangis anggota keluarga dan sahabat-sahabat dimasa kecilnya.
Para kader yang menjadi mitra kerjanya saling berdatang setelah mendapat kabar melalui pesan SMS. Beberapa diantaranya, mengaku kaget, karena tak pernah mendengar almarhmah sakit.
Semua keperluan dan kebutuhan sehari sudah lengkap, kerja tim yang kompak dan saling bahu-membahu, sehingga untuk keperluan pemulasaran jenazah berlangsung lancar.
Setelah dimandikan, jenazah diusung ke ambulans untuk disholati oleh para jamaah Masjid Besar Al-Abrar, kemudian diantar ke Pekuburan Andi Tonro, disisi pusara ayahandanya almarhum Daeng Tobo.
Selamat jalan adinda, engkau adalah kader terbaik yang pernah dimiliki Pa’Baeng-Baeng, pengabdianmu yang tulus, tergambar dari lancarnya semua urusan diakhir hidupmu.
Insya Allah besok malam, Minggu 9 April 2023 dilaksanakan kegiatan takziyah dikoordinasi oleh Ustaz Abd Haris Dg Lanti, S.Pd.I dan malam berikutnya akan dilangsungkan di Perumahan Batangase Permai Maros, tempat dimana selama ini almarhumah bertempat tinggal.




