SYAKHRUDDIN.COM – Topik kita hari ini, menyangkut “Siaga Bencana” Dalam referensi kebencanaan, di kenal tiga jenis bencana yakni, Bencana Alam, Bencana NonAlam dan Bencana Sosial.
Kali ini kita akan fokus pada pembahasan mengenai bencana alam “Banjir”
Peringatan dari BMKG kepada sejumlah Pemerintah kota/kab, untuk tetap siaga, mengingat kondisi cuaca ekstrim dari dampak siklon Mounson dipermukaan serta angin yang akan bertiup kencang menjadi ancaman kepada warga.
Maka sebagai warga kota, sesungguhnya sudah harus berada dalam kondisi siaga satu.
Ebiet E.Ade dalam syair lagunya menyebutkan, bahwa dalam menyikapi bencana yang selalu datang beruntun, “Mungkin karena Tuhan sudah bosan, melihat tingkah laku kita” begitu sebagian dari liriknya yang Penulis kutipkan.
Bencana yang selalu berulang, datang dalam bentuknya bervariasi seperti, longsor, gempa bumi, gunung meletus, angin kencang, abrasi pantai, banjir/genangan, dan sejumlah musibah kemanusiaan yang memilukan.
Sebagai warga Kota Makassar, khususnya bagi mereka yang memangku jabatan Ketua RT dan RW, dimana insentifnya sudah diterima bersamaan peringatan “Hari Ibu” tentunya patut berterima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar cq. BPM, Camat Tamalate, Lurah Pa Baeng-Baeng dan staf kelurahan yang telah mengurusi kelancaran administrasi pembayaran.
Sehingga pencairan insentif RT RW tiba di rekening anda tepat waktu.
Kembali ke masalah penanganan bencana banjir, Bapak Walikota Makassar, menghimbau untuk selalu siaga satu, termasuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Jongaya., sebagai mitra kerja di front terdepan.
Bilamana kondisi benar-benar darurat, maka langkah yang harus dilakukan adalah ”JANGAN PANIK”
Ketika anda panik, maka langkah-langkah penanganan berikutnya, menjadi amburadul.
Oleh sebab itu, dibutuhkan ketenangan dalam melakukan langkah penanganan.
Sebagaimana yang dialami korban yang ditimpa musibah, ketika pohon besar di dekat IMMIM Makassar, tumbang di terpa angin, sebelum pelaksanaan sholat Jumat 23 Maret 23 Desember 2022.
Karena panik, maka Heri (47) pekerjaan pedagang di Kantin SMP Kartika Chandra Kirana, mengalami patah kaki sebelah kanan, saat akan menyelamatkan diri ketika pohon besar itu tumbang.
Demikian halnya dengan Martinus Ola (42) driver Maxim, bertempat tinggal di Jalan Gunung Bambapuang Stapak I Makassar.mengalami cedera pada bagian punggungnya, akibat di terpa dahan pohon yang tumbang, demikian korban lainnya yang kini telah mendapatkan layanan kesehatan di instalasi gawat darurat RS.Pelamonia Makassar.
Tim BPBD, beserta Damkar dan Anggota TNI yang sedang berjaga di Kompleks Rujab Panglima, turut memberikan pertolongan kepada para korban dan segera dilarikan ke RS Pelamonia Makasar untuk mendapatkan pertolongan.
Hujan sejak subuh hari hingga menjelang saat memasuki waktu Jumat pada penanggalan 23 Desember 2022.
Prediksinya sudah disampaikan pihak BMKG dua hari sebelumnya, untuk senantiasa waspada terhadap kondisi darurat.
Hujan dengan intensitas tinggi dan pada saat bersamaan, gelombang laut sedang pasang, sehingga ancaman genangan bagi warga Kota Makassar perlu diantisipasi, dengan satu kata kunci, lebih baik siaga sebelum terjadi, daripada terjadi musibah barulah panik.
Setelah banjir berlalu maka penyakit ikutan perlu di waspadai, makanya dalam grup harus diikutkan, Kepala Puskesmas Jongaya, Ketua Shelter Warga, sehingga beliau selalu mendapatkan informasi dari tangan pertama yaitu para Ketua RT RW.
Kepala Puskesmas, Tim SAR Brimob dan Shelter Warga merupakan potensi kelembagaan yang peranannya sangat urgent.
Sehungga peran tersebut penting dimaksimalkan, dengan melatih para Ketua ORT ORW dan pemerhati bencana, untuk memiliki pemahaman yang komprehensif tentang kesiapsiagaan dan kondisi tanggap bencana.
Memaksimalkan fungsi kontainer recover sebagai pos pengendali utama, yang yang dilengkapi dengan perangkat kursi stainless yang pengadaannya secara gotong royong, dengan menghimpun dana dari RTRW sebesar Rp50K dibawah koordinator pengadaan, Sudirmanto selaku komandan posko.
Sementara itu, disaat sedang tertidur lelap semalam, sekitar pukul 01.30 dinihari, angin kencang kembali menyapu Kawasan Pa’Baeng-Baeng, mengakibatkan pohon mangga di depan rumah kediaman, Bapak Abdul Majid Dg Kulle (60) di Jalan Kumala II dalam Kawasan ORT 03 ORW 02 yang ketua RW dijabat Sdr. Muchlas, dengan sigap melaporkan ke TRIPILAR di saat sebagian warga tengah tertidur lelap.
Sungguh sebuah pengabdian dan perhatian seorang Ketua ORW yang selalu dalam posisi siaga satu.
Akhirnya, mari menyimak, ucapan bijak seorang pakar bencana yang mengatakan,
Dalam menghadapi setiap musibah maka “JANGAN PANIK” karena kalau Anda panik, bisa berdampak jatuhnya korban yang lebih banyak, Peduli-Ki, Salama-Ki (*)
Makassar, Warkop PBB 24-12-2022
by syakhruddin dn
